twelve + four =

10 + eight =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Salah Satu Penggerak Skena Noise di Samarinda ini Berkisah Mengenai “Gangguan” yang Dilakukannya Selama Lolongan Hutan Malaysia-Singapore Tour 2015

Hijrah ke Palangkaraya untuk bekerja, tidak membuat The First Noise Maker di Samarinda ini mengubah daerah asalnya. Samarinda selalu melekat di flyer tour-nya. Baru saja menyelesaikan tour internasional pertama di Malaysia dan Singapore, mari simak obrolan bareng Theo Nugraha berikut ini.

theonugraha1

Lima kesan untuk Lolongan Hutan Malaysia-Singapore Tour 2015?

Semangat, perbedaan budaya, makanannya enak, pelajaran baru dan perempuannya cantik.

flyer tour

Walaupun bekerja di bank yang sangat menyita waktu, kamu masih bisa menyempatkan untuk mengadakan tour ke luar negeri. Bagaimana trick-nya?

Trick-nya ? Hehe, Kebetulan saya sudah boleh ambil cuti jadi tidak berbenturan.

Siapa yang membantu mengatur tour kamu kali ini?

Teman-teman di Malaysia dan Singapore seperti Shaze, Kang Saleh dan Kang Rahman. Mereka banyak sekali membantu saya dan memberi saya pelajaran dan pengalaman yang berharga di sana.

flyer for kedah

Sepanjang tour, apakah kamu bertemu dengan teman seper-tour-an? Siapa saja?

Saya tour bersama Shaze (Malaysia), Circuit Trip, Red, Ghora, Yazid (Singapore) dan Nahash (China). Circuit Trip waktu bulan April lalu pernah ke Samarinda dengan S*I*N (Singapore). Selain itu, di Malaysia, saya juga bertemu Krosot, Soft, Space Gambus Experimental, Bang Ucok, Coma, Skit, teman teman Kedai Anak Merdeka, Rumah Api (Kang Man) dan Rumah Horror. Di Singapore, saya jumpa dengan banyak teman juga seperti Schizophrenic Wonderland, NZSDLX, Holle Fuk, S*I*N, IA. Lalu, saya juga jumpa teman teman Ayperos dari Bandung yang kebetulan tour Singapore juga. Ah, waktu di Rumah Api, saya jumpa juga sama Shitnoise Bastards. Senang bisa berjumpa teman split yang dirilis 2013 lalu, hehe.

flyer for spore

Bagaimana keadaan skena disana? Kalau dibandingkan dengan di Samarinda, apakah kita (skena Samarinda) jauh tertinggal?

Menurut saya, semua skena punya kelebihan masing masing. Mungkin, di Samarinda lebih enak untuk masalah mengadakan venue dan noise bomb. Contohnya, di Singapore, waktu dengar Circuit Trip dan S*I*N sharing skena di sana kalau di Singapore, venue 3 bulan sebelum acara sudah dipesan. Apalagi bombing, sudah pasti tak bisa. Karena ini  bersifat underground, bukan semacam sound art atau sound scape. S*I*N sendiri aja merasa aman main di Samarinda. Tapi terlepas dari itu, saya salut dengan perjuangan underground di sana.

Bagaimana dengan Malaysia? Dan apa yg bisa dipelajari dari skena musik disana (Singapore & Malaysia)?

Malaysia di mata saya juga mungkin kurang lebih begitu tapi sedikit lebih enak. Saya di sana lebih sering main semacam di studio gigs. Dan saya dengar, untuk melakukan bombing juga bisa dibilang gak mudah. Saya lebih banyak belajar budaya sama cara hidup di sana. Kalau untuk skena musik, di sana banyak persamaan dengan kita kok, hanya beda sedikit aja. Seperti dalam hal konsep atau musik, mereka terkadang minimal tapi maksimal.

flyer for ipoh

Wah, berarti kita masih beruntung ya. Apakah ada rencana ke depan bersama orang-orang yang ditemui saat tour? Split misalnya?

Hahaha, saya ada rencana split sama Krosot dan Skit. Kolaborasi sama Space Gambus Experimental dan Shit Noise Bastards juga.

Oke ditunggu. Sudah sibuk dengan pekerjaan di Palangkaraya, masih ngikutin gak perkembangan skena musik di Samarinda? Gimana menurut kamu?

Siap! Iya, sudah mulai aktif kerja dan harus bagi waktu lagi hehehe. Masih dong, dan sekarang semakin asyik aja. Samarinda selalu memberi kejutan.

Kejutan yang gimana nih?

Seperti Record Store Day dan Titik Berat 2 kemarin. Kejutan juga terlihat saat tour DJ Urine Chapter Samarinda, yaitu munculnya Nitrazepam, Sarana dan Saratdusta. Skena noise Samarinda masih membuat saya deg-degan dalam arti apalagi yang teman – teman akan buat di sana.

Oke, sebagai penutup. Apa pesanmu untuk teman-teman di Samarinda (termasuk di luar skena noise) tentang tour?

Ini pertama kalinya tour luar negeri buat saya. Sangat berbeda kondisinya dengan dalam negeri. Perbedaan bahasa dan budaya sudah pasti. Tapi Malaysia dan Singapore karena mayoritas berbahasa Inggris dan Melayu, jadi kurang lebih saja ama Indonesia. Nah, bagaimana kalau tujuannya Thailand atau Jepang? Kita yang harus mempelajari bahasa mereka karena tidak semua penduduk lokal bisa memakai bahasa Inggris.

Terus, minimal berangkat dua orang. Sesuai dengan pengalaman saya dan sharing teman-teman, akan lebih baik jika ada teman ketimbang tidak ada. Karena, jika terjadi sesuatu di perjalanan seperti di bandara, atau menuju tempat venue, mencari makan atau sebagainya tidak kesusahan sendiri. Karena, di negeri orang kita masih tidak tau apa-apa. Berbeda keadaannya kalau memang sudah sering ke sana.

Untuk barang-barang yang dibawa, usahakan seminimal mungkin. Jangan sampai terlalu banyak bawaan sampai merepotkan diri sendiri apalagi orang lain. Catat semua kontak teman-teman yang bakal disinggahi. Selain di HP, catat juga di kertas jadi ada cadangan ket HP lowbatt. Cek voltase listrik di sana. Kadang, beda volt atau beda colokan listrik. Seperti di Singapore pakai colokan listrik 3 kaki sedangkan Indonesia 2 kaki tapi voltase sama, jadi beli converter. Lebih aman pakai baterai saja. Bawalah persediaan baterai yang banyak jadi tidak repot lagi di sana. Lagi pula, di luar harga lebih tinggi untuk sebuah baterai.

Alat-alat taruh di koper atau masuk bagasi di atas tempat duduk. Jadi, jika ditanya macam-macam langsung bisa jelaskan. Uang juga harus siap dan bawalah lebih buat jaga-jaga untuk biaya tak terduga. jangan sampai kita kehabisan uang. Kita harus benar-benar siap untuk tour, cari tau apa saja yang harus disiapkan di negara atau daerah tujuan.

Oke Theo terima kasih.. sukses selalu

Terima kasih banyak undas.co. Semoga selalu menjadi undas buat Samarinda!

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Annisa Maharani

Annisa Maharani

Writer at Undas.Co
as known as none.

Comments

comments