8 + 20 =

seventeen − 13 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tato. Sekarang kayaknya udah jadi tren yah, mulai dari musisi, sampai mahasiswa sekarang punya tato, di dalam atau di luar negri. Banyak yang bilang kalau tato adalah simbol kebebasan memodifikasi diri atau tubuh dengan gambar. Tapi tau nggak sih, di Indonesia, bahkan di pulau tempat kita tinggal ini, Kalimantan, budaya tato sudah dikenal oleh masyarakat Dayak sejak jaman dulu.

Tato Dayak Iban. foto: pinterest.com

Tato Dayak Iban. foto: pinterest.com

Buat suku Dayak, gambar tato bukan sekedar memperindah kulit, tapi punya arti dan filosofi sendiri. Tato untuk masyarakat Dayak tradisional adalah hal yang nggak terpisahkan dari tubuh mereka, ini adalah sesuatu yang sakral berhubungan dengan beberapa kejadian yang sudah menjadi budaya suku di Kalimantan Indonesia. Tato ditubuh pria suku Dayak diartikan sebagai simbol dari banyak hal, tanda inisiasi, simbol kekuatan magis, dan untuk pengobatan, merupakan status social atau kenangan perjalanan. Sebuah catatan kehidupan. Arti yang paling esensial dari sebuah tato bagi suku dayak kalimantan adalah bukti kelaki-lakian yang tahan akan penderitaan.

Tapi sayang, dalam peradaban suku Dayak, ada struktur filosofis yang mulai hilang, mungkin karena kuatnya arus luar. Tato, terikat dengan sifat kepahlawanan. Kalo dulu, ada pemuda suku Dayak yang nggak bertato ditubuhnya, biasanya kurang dapet penghargaan dari gadis-gadis soalnya dianggap kurang jantan. Mungkin sekarang cuma tinggal sedikit sekali Suku dayak yang memiliki tato dan bisa mengerti makna tato itu sendiri, generasi baru juga kurang berminat lagi di dalam mendalami budaya asli. Duh, jangan sampe deh ditinggalin gitu aja.

foto: thetattoobank.com

foto: thetattoobank.com

Tato pada masyarakat Dayak di sebut “tutang”, setiap motif tato punya arti berbeda, pembuatan dan peletakan tato juga nggak sembarangan. Kalau misalnya kamu bertemu langsung dengan masyarakat dayak, kamu bisa lihat makna tato itu dari tempat mereka mengukir tato itu, misalnya:

  • Tato pada bagian tangan. Semakin banyak tato di tangan menunjukkan bahwa orang tersebut suka menolong dan semakin ahli dalam ilmu pengobatan.
  • Tato pada bagian tulang kering. Seorang perempuan biasanya di tato di bagian tulang kering untuk menunjukkan bahwa dia telah bersuami.
  • Untuk perempuan berumur, tato berbentuk bunga di sekitar telinga belakang, bahu, dan betis menunjukkan status kebangsawanan dan banyaknya harta yang dimiliki.
  • Tato di bagian paha. Biasanya bermotif muka harimau, ini menunjukkan status sosial yang tinggi bagi pemiliknya.
  • Tato melingkar di bagian leher. Tato ini dipercaya memberikan kekuatan pada tenggorokan atau berfungsi sebagai pelindung agar terhindar dari Mandau musuh.
  • Kalo jaman dulu, seorang dari suku dayak yang pernah memenggal kepala musuh lebih banyak dari yang lain, berhak mendapat tato di pundak kanannya, menandakan bahwa keberaniannya tergolong “luar biasa”, kalau di pundak kiri berarti keberaniannya “biasa” saja – kalo sekarang mungkin mirip seorang prajurit yang dapat bintang penghargaan.

Jika sebelumnya tato adalah simbol budaya kekerasan selalu melambangkan keperkasaan dan kejantanan seseorang secara evolutif hilang dengan sendirinya. Ini terjadi setelah Inggris menguasai Sabah dan Sarawak serta Belanda yang saat itu menguasai Indonesia, memfasilitasi pertemuan damai seluruh suku Dayak di Kalimantan di Tumbang Anoi, Kecamatan Damang Bahtuk, Kabupaten Gunung Mas (Puruk Bulo), Provinsi Kalimantan Tengah, tahun 1894. Pertemuan ini menghasilkan sebuah kesepakatan, yaitu dihentikan budaya perang antarsuku, potong kepala manusia, dan perbudakan antarsuku Dayak. Sejak itu, tato yang menjadi simbol keperkasaan perlahan hilang. Selanjutnya, tato perlahan-lahan menggambarkan simbol perdamaian dan persahabatan antar suku Dayak itu sendiri.

foto: tatto-bodyart.blogspot.com

foto: tatto-bodyart.blogspot.com

Nggak banyak literatur yang membahas mengenai tato Dayak. Karena sudah banyak suku Dayak yang menganut kepercayaan Islam, Kristen dan juga aturan Pemerintah yang nggak menerima pegawai/polisi/tentara yang memiliki tato, selain itu tersisa sedikit saja generasi tua dari masyarakat adat Dayak masih bertato.

Pudarnya tato tradisional ternyata nggak hanya terjadi pada suku Dayak. Suku Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sebelumnya memiliki budaya menato tubuh juga mulai meninggalkan tradisi ini. Tato atau katattu dalam bahasa Sumba pada masa dulu adalah identitas diri. Daniel, seorang wartawan dari Sumba menjelaskan, tato pada masa lalu fungsinya hampir sama dengan KTP.

Mungkin yang bisa kita lakukan adalah membuat dokumentasi dalam bentuk tulisan, foto, atau audio visual akan bisa jadi suatu referensi buat generasi penerus. Tato tradisional suku Dayak, diyakini sebagai tato tertua di dunia bahkan lebih tua dari tato Mesir dan diakui sebagai salah satu kiblat dalam dunia tato profesional. Bahkan Flea dan Anthony Kiedis dari Red Hot Chili Pepper, rela menembus hutan Kalimantan demi mendapatkan tato suku Dayak asli. Sayangnya, sekarang hanya sebagian kecil saja suku Dayak yang masih mempertahankan budaya ini. Harapannya sih, artikel ini bisa memberikan pengetahuan baru buat kamu tentang tato tradisional masyarakat Dayak, karena suku Dayak tinggalnya dekat dengan kita, di pulau Kalimantan.

Kamu pernah lihat tato suku Dayak asli? Share di Comment ya, saya mau bikin tato di tulang kering dulu.

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Pramesti Krisna

Pramesti Krisna

There are a lot of things I wish I would have done, instead of just sitting around and complaining about having a boring life - Kurt Cobain
Pramesti Krisna

Latest posts by Pramesti Krisna (see all)

Comments

comments