four × one =

fifteen − three =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Author: Hedly Sundana

Cabang olahraga mana yang sering memperdengarkan nyanyian Indonesia berkumandang di ajang internasional? Ya, kita semua pasti sepakat, jawabannya adalah Bulutangkis. Dari olahraga saling pukul bulu angsa itulah prestasi bangsa mendunia. Bulutangkis memang menjadi olahraga yang paling sering memberikan prestasi, satu diantara sedikit cabang olahraga yang membuat Indonesia sangat disegani di level dunia.

Sejak digelar dari tanggal 10 Mei hingga 17 Mei 2015 mendatang digelar di Dongguan, Tiongkok. Turnamen bulu tangkis bergengsi dua tahunan antar negara ini mempunyai format beregu campuran, mempertandingkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Dalam sejarahnya Indonesia hanya berhasil memperoleh 1x juara (Itupun saat bertindak selaku tuan rumah diawal penyelengaraan tahun 1989 silam). Menariknya, prestasi Indonesia lebih mentereng sebagai sebagai runner up diajang ini, dengan 6x menjadi juara kedua. Mungkin ini juga yang membuat banyak orang diduakan di negeri ini. hahaha

Dan faktanya, Nama Piala Sudirman sendiri berasal dari legenda bulu tangkis Indonesia Dick Sudirman (Pasti banyak yang ngira diambil dari nama pahlawan ya? yee kecele, haha). Pak Sudirman dianggap bisa menjadi pemicu semangat atlet bulutangkis Indonesia berprestasi di event yang digelar tiap 2 tahun sekali itu. Sejarah mencatat bukan itu saja, Piala Sudirman ini juga dirancang oleh orang Indonesia bernama Rusnadi, dia membuat Piala ini semegah mungkin dengan ciri khas bangsa Indonesia dengan membentuk tutup piala dengan bentuk Candi Borobudur.

Berikut  alasan kenapa Piala Sudirman menarik untuk ditonton:

1.Rindu Prestasi Beregu

Semoga simulasi berakhir jadi prestasi. Foto: badmintonindonesia.org

Semoga simulasi berakhir jadi prestasi. Foto: badmintonindonesia.org

Untuk ajang beregu bulutangkis, Indonesia bisa dibilang sangat minim prestasi dalam beberapa tahun belakangan. Namun penyakit akut yang lebih dulu hinggap di cabor sepak bola itu seakan tak berlaku jika wakil Indonesia bermain di sebuah turnamen individu. Terakhir, Indonesia memperoleh gelar beregu pada turnamen Piala Thomas (khusus pria) pada tahun 2002. Ukiran prestasi emas yang sungguh lama sekali.

2. Masyarakat Indonesia Haus Tontonan Olahraga

Yang teriak-teriak di depan TV harusnya nontonnya di sini ni!. Foto: duaribuan.files.wordpress.com

Yang teriak-teriak di depan TV harusnya nontonnya di sini nih!. Foto: duaribuan.files.wordpress.com

Masyarakat Indonesia adalah penonton setia layar kaca (Bahkan tak sedikit diseluruh penjuru Indonesia, ada suporter layar kaca yang teriak-teriak atau mendukung tim pujaan lewat curahan hati menggunakan tembok/kain, haha). Selain sepak bola, bulu tangkis adalah tontonan yang selalu dinanti banyak orang. Disaat sepak bola Indonesia tak lagi berputar, maka dahaga masyarakat bisa sedikit terobati adalah dengan cara menonton bulutangkis beregu seperti Piala Sudirman ini. Menarik, keriuhan suporter bulutangkis gak kalah dengan suporter sepakbola.

3. Wajah Rupawan Atlet Bulu Tangkis

Yong Dae Lee. Foto: thestephanieloves.blogspot.com

Cara Yong Dae Lee ‘nembak’ pujaan hatinya. Foto: thestephanieloves.blogspot.com

Tak bisa dimunafikan bila cabang olahraga ini mempunyai atlit dengan paras cantik dan ganteng. Ambil contoh pemain Korea Selatan bernama Lee Young Dae, dia adalah pemain paling digemari oleh kaum hawa Indonesia. Banyak diantara mereka yang bilang kalo dia mirip artis Korea maupun penyanyi K-Pop. Lee Young Dae ini bahkan merasakan seperti bermain di negeri sendiri ketika harus bermain di Indonesia, lantaran banyaknya penonton yang mengelukan nama dia.

 

Jadi, teruntukmu muda-mudi Indonesia pemuja Korea, masihkah ada alasan lagi untuk kalian tidak menonton Piala Sudirman pekan ini?

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Abe Hedly Sundana

Abe Hedly Sundana

Writer at Undas.Co
Lebih banyak bergelut dengan si kulit bundar. Founder mysamarinda.com yang suka mengoleksi sneakers bergaris tiga, penyuka musik melayu nan syahdu. Lidah lebih merekomendasikan sate ayam berbumbu kacang diberi perasan jeruk nipis sebagai makanan favorit. Soal cinta, lebih suka menyerang dibanding diserang. Sepak terjangnya dikenal aktif di ranah suporter klub sepakbola lokal sebagai media officer PBFC.

Comments

comments