4 − 1 =

seven + 10 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Author: Frisca Putri

Samarinda merupakan ibukota provinsi Kalimantan Timur yang 71% wilayahnya merupakan tambang batu bara. Terlepas dari pro dan kontra akan kenyataan tersebut, tentunya tambang batu bara sendiri akan memiliki banyak dampak terhadap keadaan geografis dari area tersebut. Sebut saja salah satunya adalah void bekas tambang.

Void tambang di Samarinda lebih dikenal sebagai Danau Bekas Tambang. Dan sementara ini yang paling populer adalah yang berlokasi di Loa Bakung dan dikenal sebagai ‘Danau Cermin’. Entah kenapa namanya bisa jadi begitu. Mungkin nyontek dari Danau Labuan Cermin yang ada di Biduk-biduk dan memiliki warna serupa.

Pemandangan yang dapat dinikmati ketika berkunjung ke lokasi ini. Foto: Frisca Putri

Pemandangan yang dapat dinikmati ketika berkunjung ke lokasi ini. Foto: Frisca Putri

Lalu, kenapa Danau Cermin ini begitu populer sampai setiap sore anak-anak gaul Samarinda memadati tempat ini? Bisa jadi ini alasannya.

 

1. Karena Danau Cermin itu Warnanya Eksotis.

Mungkin, karena kebanyakan melihat air sungai Mahakam yang warnanya cokelat susu imut-imut itu. Makanya ketika melihat danau yang berwarna biru toska dan dengan tambahan view lainnya seperti pohon kering dan tanah tandus, warga Samarinda menjadi over-reacting.

2. Karena Letak Danau Cermin Mudah di Akses

Letak Danau Cermin ini dibilang cukup strategis karena masih masuk dalam wilayah kota di Samarinda. Danau Cermin dapat ditempuh kurang lebih 15 menit dari pusat kota Samarinda. Jadi, karena dekat ini lah anak-anak gaul suka datang untuk menikmati senja. Meskipun view sunset-nya sama sekali gak dapet disini.

3. Biar Di Anggap Go Green, Nongkrongnya di Alam

Break the Habbit, baby. Kalau biasanya orang Samarinda sering nongkrng di café, di Mall, atau di Kantor. Mereka sesekali pengen menyatu dengan alam dan ngeliat yang hijau-hijau. Supaya dibilang Balance Yin dan Yang-nya.

4. Belum Sanggup ke Labuan Cermin, Jadi ke Labuan Cermin KW-nya Dulu.

Danau Labuan Cermin yang asli kan jauh, dan kalau mau ke sana biayanya gak sedikit. Demi mengobati rindu ataupun sakit hati karena uang tabungan belum cukup, yah, cukuplah selfie di Danau Cermin dulu. Kali aja pas di publish di socmed pada bisa ketipu dan menganggap udah pergi ke Danau Labuan Cermin yang asli.

5. Karena Samarinda Kekurangan Tempat Wisata.

Sebenarnya ini adalah alasan klasik tapi pamungkas. Kenapa? Karena Samarinda memang kekurangan tempat wisata. Gak punya gunung, gak punya laut, gak punya wisata alam yang layak. Jadi, mumpung ada tempat yang dirasa eksotis seperti ini, kenapa gak dimanfaatin? Kali aja dengan begini pemerintah lebih tergugah hatinya. Masa iya terus ngebiarin warga Samarinda yang kece ini nongkrong di bekas tambang?

Perlu diingat, terkadang sebagus apapun pemandangan yang terjadi dari bekas galian tambang ini, tetap saja danau-danau semacam ini sudah menenggelamkan 9 orang bocah yang tidak berdosa. Sehingga, alangkah baiknya jika kita berfikir lebih dalam tentang ini. Apa masih harus tetap menikmati hal-hal yang boleh jadi dampaknya ke orang lain sangat buruk.

Sekarang tergantung pilihan kalian. Apakah mau diam saja mengikuti arus kekinian, atau berani bertindak untuk masa depan Samarinda yang lebih baik?  Terserah, yang jelas bagi Undas.Co, itu adalah 5 alasan kenapa orang Samarinda mengunjungi Danau Cermin. []

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Frisca Putri

Frisca Putri

Pelancong yang suka mengaku backpacker supaya tetap bisa jalan-jalan keren dengan budget minim dan bahkan pernah disponsori oleh maskapai penerbangan andalan Indonesia. Sangat suka dengan sensasi keheningan di bawah laut meskipun tidak bisa berenang. Wanita pecinta hujan. Memiliki kemampuan mengorganisir dengan baik semua akun sosial medianya. Sampai sekarang masih pengen sungkem sama pencipta nasi goreng. Penikmat doughnut yang memilih produk franchise dari negeri Paman Sam sebagai favoritnya.

Comments

comments