one × 1 =

twenty + 3 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Author: Hedly Sundana

Air adalah elemen penting dalam kehidupan sehari-hari, entah itu bersumber dari mata air atau akibat konveksi atmosfer langit dan bumi bernama hujan. Yang jelas, sifat air yang selalu mencari dataran rendah untuk terus dapat bergerak, akan terlihat indah jika dilihat dari air, namun sifat air ini bisa menjadi sebuah petaka berupa banjir jika jumlahnya berlimpah-ruah. Dua hal yang bertolak belakang.

Tekstur tanah di Kota Samarinda yang daratan rendah, membuatnya sangat familiar dengan banjir. Genangan selalu hadir disaat hujan turun entah dengan volume gemercik atau berbarengan dengan amukan Zeus yang sedang berkelahi dengan Thor diatas sana. Menyebalkan? Iya, itu sangat menyebalkan. Bahkan, ditengah terik panas matahari, ibukota Kalimantan Timur ini bisa kebanjiran. Ironi yang menyedihkan! Lebih-lebihnya, kondisi drainase yang busuk nan semrawut menimbulkan efek negatif yang harus diterima masyarakatnya.

Berikut 5 Hal Menyebalkan Di Kala Banjir menimpa Samarinda.

1. Perekonomian Tersedat

Mau masuk mall saja sulit, gimana mau belanja? Foto: green.kompasiana.com/

Mau masuk mall saja sulit, gimana mau belanja? Foto: green.kompasiana.com/

Banjir tidak pernah pandang bulu! Dengan kekuatan airnya, mereka bak seorang jawara menjajah jalanan kota yang penuh dengan perputaran industri. Jika ditilik, disepanjang jalan-jalan di Samarinda, bejibun ruko maupun warung kecil dengan berbagai macam barang atau jasa yang mereka tawarkan ikut kebanjiran.

Saat banjir melanda, praktis geliat ekonomi ikut terhenti denyutnya. Tidak jarang pula kita menemui banyak dari mereka yang memutuskan untuk menutup lapak, toh kalau dipaksa berjualan juga gak mungkin, pian pikir enak jualan sambil ngapung di genangan banjir? Tentu ini, sebuah kerugian yang harus mereka terima dengan lapang dada walau dalam hati banyak yang bergunyam, blabla blublu, lalala yeyeye dan seterusnya!

2. Mesin Kendaraan Rawan Rusak

Resiko menerobos banjir setimpal dengan ongkos perbaikan di bengkel, tinggal pilih. Foto: kaltim.tribunnews.com

Resiko menerobos banjir setimpal dengan ongkos perbaikan di bengkel, tinggal pilih. Foto: kaltim.tribunnews.com

Terjebak banjir dan memaksa menerobos banjir bukanlah tanpa resiko, pemilik kendaraan harus sigap dalam merawat mesin lantaran air hujan dikenal sangat ganas terhadap material berbahan besi. Problem utama ada pada karat, jika tidak rajin merawat, maka bisa dipastikan kamu juga bakal karatan, loh! haha. Maksudnya, jika kendaraan tidak dirawat dengan baik, siap-siaplah merogoh kocek lebih dalam membayar kwitansi pembayaran bertuliskan “turun mesin”.

3. Rusaknya Infrastruktur Umum

Hati-hati! selain harus hapal jalan juga harus hapal letak lubang, apalagi pada saat terendam banjir. Foto: allaboutsmd.blogspot.com/

Hati-hati! selain harus hapal jalan juga harus hapal letak lubang, apalagi pada saat terendam banjir. Foto: allaboutsmd.blogspot.com

Layaknya hati yang berlubang akibat keseringan patah hati, genangan air dengan intensitas tinggi yang hampir tiap saat menyelimuti jalan, juga berpotensi untuk membuat kerusakan di Samarinda. Kerusakan tekstur jalanan bisa menjadi momok tersendiri bagi pengendara motor maupun mobil lantaran kecelakaan yang tidak diinginkan bisa-bisa menghampiri mereka, akibat lubang baru. Ini belum termasuk, matinya tanaman hias di sepanjang median jalan dan trotoar.

4. Pendangkalan Sungai dan Selokan

Ilustrasi pendangkalan sungai. Foto: lifestyle.kompasiana.com

Ilustrasi pendangkalan sungai. Foto: lifestyle.kompasiana.com

Air yang mengalir dengan volume besar memudahkan volume air untuk memindahkan material (kecil maupun besar) berpindah tempat. Keruhnya air disetiap banjir adalah satu kejadian alam, percampuran air dengan tanah, bila volume air tersebut menyusut maka yang terjadi adalah endapan. Jika mengendap, daerah tersebut rawan terserang wabah penyakit.

5. Macet 

Macet untuk semua. Foto: vivaborneo.com

Macet bisa menimpa siapa saja dan kapan saja saat banir!. Foto: vivaborneo.com

Layaknya siput, kendaraan bermotor yang biasanya berjalan normal untuk menuju satu tempat ketempat lain terpaksa harus berjalan dengan sangat lambat. Namun, seakan sudah terbiasa, rasa saling menghargai antar pengendara di Samarinda (saat banjir) sangat tinggi, mereka tak akan memacu kendaraan mereka, agar percikan air yang dibelah roda kendaraan tak mengenai pengendara lain. Belum lagi, penumpukan kendaraan bisa semakin parah terjadi, bila ada yang mogok ditengah aliran air. Jika hal ini terjadi, jalan tikus pun dipastikan akan berubah menjadi jalur alternatif. Itupun belum menjamin, si jalur tikus tadi terbebas dari banjir. Segininya kah kotaku ini?

Gegara endapan ini pulak, sungai turut mengalami pendangkalan. Kondisi ini membuat area untuk menapung air semakin terkikis. Alhasil, air meluber entah kemana. Hal serupa juga berlaku di selokan, endapan ini bisa mengakibatkan terhambatnya saluran drainase, padahal kita tahu, agar tidak banjir dikala hujan air harus tetap mengalir sampai jauh bukan?

[]
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Abe Hedly Sundana

Abe Hedly Sundana

Writer at Undas.Co
Lebih banyak bergelut dengan si kulit bundar. Founder mysamarinda.com yang suka mengoleksi sneakers bergaris tiga, penyuka musik melayu nan syahdu. Lidah lebih merekomendasikan sate ayam berbumbu kacang diberi perasan jeruk nipis sebagai makanan favorit. Soal cinta, lebih suka menyerang dibanding diserang. Sepak terjangnya dikenal aktif di ranah suporter klub sepakbola lokal sebagai media officer PBFC.

Comments

comments