nineteen + 12 =

two + thirteen =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Author: Dian Ananto Rayenda

Loa Janan adalah kecamatan di daerah Samarinda Seberang yang mencakup wilayah Loa Janan Ulu dan sekitarnya yang secara administratif berada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sedangkan Loa Janan Ilir adalah kecamatan pemekeran dari wilayah Samarinda Seberang yang mencakup Simpang Tiga, Sengkotek, dan Tani Aman yang secara administratif berada di wilayah Kota Samarinda. Daerah yang dahulu jaya dengan perusahan kayunya ini sempat menjadi segitiga emas transportasi yang menghubungkan jalur Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong sebelum adanya jalur lingkar di Jl. HM Rifaddin dan Jl. P. Suryanata.

Dan kali ini Undas.Co akan membahas lima hal yang hanya diketahui oleh masyarakat Loa Janan.

1. Bioskop

Foto:

Loa Janan pernah punya bioskop disini. Foto : Arsip Puskesmas Trauma Center Loa Janan

Jauh sebelum bioskop modern macam 21 dan XXI hadir di Samarinda, sekitar tahun 1980–1990an dulu Loa Janan juga punya Bioskop bernama Wisma Citra 3 yang sekarang sudah dipugar menjadi Puskemas, letaknya di sekitaran  Pasar Berkat Loa Janan.  Dahulu tempat ini adalah pusat hiburan masyarakat Loa Janan dan sekitarnya, karena apabila hendak ke Bioskop di wilayah Kota Samarinda harus menyeberangi Sungai Mahakam menuju daerah Pelabuhan dulu. Dan  karena kendaraan bermotor pribadi serta jasa angkutan pun tidak semudah sekarang, maka hal itulah yang menjadikan tempat ini sangat ramai pada masanya.

2. Secret Garage

(ilustrasi) Ini mainanku, mana mainanmu?. Foto : myrideisme.com

(ilustrasi) Ini mainanku, mana mainanmu?. Foto : myrideisme.com

Salah satu pengusaha ternama di Samarinda memiliki garasi untuk koleksi mobil mewah keluaran negara-negara Eropa ataupun negara lain miliknya di sini. Tepatnya di daerah Sengkotek, sekitar 500 meter sebelum perusahaan alat berat Trakindo (jika kamu dari arah Samarinda Kota). Sayangnya sebagian tempat ini sekarang diubah menjadi sarang burung walet, namun kalau kamu penasaran dan beruntung, kemungkinan kamu bisa sekedar mampir dan mengobrol dengan penjaganya untuk mengetahui  mobil-mobil apa saja yang ada di sana.

3. Patung Selamat Datang

Lintas batas. Foto : Achmad Ichsan Arifin

Lintas batas. Foto : Achmad Ichsan Arifin

Siapapun yang pernah menginjakkan kaki atau hanya sekedar melewati wilayah Loa Janan pasti mengingat patung ini. Ya patung sepasang laki-laki dan perempuan suku Dayak yang melambaikan tangan ini adalah ikon kebanggaan masyarakat Loa Janan. Patung yang tepat berada di simpang tiga penghubung Samarinda-Tenggarong-Balikpapan ini adalah perlambang selamat datang ke Kalimantan Timur dan pada bagian penopangnya tertulis “Kalimantan Timur, Tanah Harapanku”, karena dahulu jika menuju ke Kota Samarinda ataupun Tenggarong dari Balikpapan pasti melalui simpang tiga ini, patung ini dibuat langsung oleh pengrajin patung asal Bali.

4. Jembatan Batas

Kiri: Tenggarong – Hulu Mahakam, Kanan: Samarinda – Utara Kalimantan. Foto : wikipedia.org

Kiri: Tenggarong – Hulu Mahakam, Kanan: Samarinda – Utara Kalimantan. Foto : wikipedia.org

Loa Janan Ilir dan Loa Janan Ulu adalah wilayah berbeda, sama seperti Los Angeles dan San Francisco atau Berlin Barat dan Berlin Timur dulu. Kedua wilayah yang mewakili Kab. Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda tersebut hanya dipisahkan oleh jembatan pendek bernama Jembatan Loa Tilang (padahal di sini tidak pernah ada razia) yang terletak sekitar 200 meter dari Patung Selamat Datang ke arah Tenggarong. Bagi yang setiap hari melewatinya mungkin tidak menyadari bahwa jembatan dengan panjang sekitar 10 meter ini adalah batas wilayah, dikarenakan tidak adanya petunjuk atau tulisan sama sekali. Sayangnya jembatan ini sekarang banyak menjadi transit orang-orang tidak bertanggung jawab untuk membuang sampah rumah tangga sembarangan ke sungai Mahakam.

5. Kuburan Tionghoa

Bubuhan PERWANI. Foto : maps.google.co.id

Bubuhan PEWANIAN. Foto : Achmad Ichsan Arifin.

Berada di sekitar areal Kutai Golf / Putri Ayu Cottage, tepatnya di sekitar Driving Range, terdapat sebuah  bangunan tak berpenghuni di atas bukit. Konon di tempat ini sanak famili dari sang pemilik cottage tersebut disemayamkan. Untuk menuju ke sini bisa dilalui dengan melewati jalan setapak sampai akhirnya mencapai  wilayah perbukitan, biasanya ditempuh menggunakan sepeda. Di tempat ini kerap dijadikan ajang uji nyali anak-anak kecil di Loa Janan yang gemar menjadi bocah petualang di siang bolong (baca : keluyuran). Karena sangat sepi dan lokasinya memang jauh dari tempat tinggal penduduk, bahkan di siang hari pun tempat ini cukup “horror”, dan siapapun anak kecil yang berani menginjakkan kaki ke tempat ini maka predikat “pewanian” pun otomatis disandangnya.

Masih banyak tempat lain di sekitar Loa Janan yang hanya diketahui oleh masyarakatnya sendiri, dan jika kamu salah satu dari mereka, silahkan tambahkan daftar yang sudah kami buat ini.

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Dian Ananto Rayenda

Dian Ananto Rayenda

Writer at Undas.Co
LJ. GH. UNDAS.CO. ANTI-. 8042. DGD.

Comments

comments