3 × 5 =

19 − 14 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Author: Tony Sitania

Foto: tribune.com.pk

Foto: tribune.com.pk

Saat sedang melihat linimasa media sosial, tak sengaja kita melihat foto-foto liburan punya temen dengan latar belakang yang keren. Selain menanyakan letak lokasi dan memberikan pujian, tak jarang kita memberikan celetukan, “Aku kok nggak diajak?”

Mungkin ini alasannya.

1. Manja

Jika kebetulan kamu adalah tipe turis hore, dan maunya selalu disediakan pada tempatnya, jelas sekali kamu akan merasa kesulitan dengan tipe jalan backpacker yang harus repot ini itu. Mereka juga pasti berfikir, kesulitan akan bertambah jika memasukkan bayi dewasa ke dalam daftar peserta jalan-jalan. Apalagi biang drama. Iya, itu kamu.

2. Kesibukan

Ketika ada ajakan untuk bepergian kesekian kali, dan ternyata kamu menjawab dengan alasan sama, tentang kesibukanmu yang padat, itu adalah sign, bahwa kamu adalah benar-benar orang yang sibuk. Jangan salahkan teman-temanmu jika kemudian mereka ternyata sudah sampai di tujuan liburan dan bersenang-senang. Begitu ditanya, pasti jawaban mereka akan sama, “Ah, pasti ntar dibilang sibuk. Males.”

3. Suka telat.

Buang jauh-jauh mental kuno ini. Apalagi jika ada itinerary ke banyak tempat. Kebiasaan telat bukan hanya mengacaukan jadwal, tetapi berarti kita tidak menghargai teman yang sudah jauh-jauh menyiapkan segalanya demi perjalanan yang asyik.

4. Beda frekuensi.

Teman tidak selalu diidentikkan harus terus berjalan bersama-sama. Ada waktunya teman kita justru menikmati kegiatan bersama dengan teman-temannya yang lain. Mau memaksakan diri bergabung dengan mereka sepertinya bukan ide yang bagus. Liburan anak cosplay tentu jauh berbeda dengan liburan anak kerohanian sekolah. Mulai dari wardrobe yang dibawa, jenis pembicaraan hingga candaan yang dikeluarkan.

5. Suka PHP.

Guys, PHP bukan hanya terjadi di dunia percintaan. Bahkan di dunia jalan-jalan pun kerap terjadi. Ini sama halnya seperti penyakit nomer 3. Ketika jadwal perjalanan, share cost udah disepakati bersama-sama, kemudian kamu membatalkannya secara sepihak, apalagi sampai berulang-ulang, jangan tanya, mengapa kamu tidak diajak.

6. Sakit-sakitan.

Ini yang sering dilupakan. Jika temanmu sedang ingin liburan dengan jadual mendaki ketinggian (gunung, bukit), atau menyelam, dan mereka tahu kalau kamu adalah penderita asma, mana mungkin mereka akan mengajak kamu bepergian? Traveling kan mau cari happy, bukan mau cari mati.

7. Mereka tahu kondisi keuangan kamu.

Ini adalah satu-satunya alasan yang paling tidak ingin kamu dengar. Coba renungin dulu, sama sekali bukan masalah bisa atau tidak. Kamu boleh mampu mendaki gunung Rinjani atau menyelam di dasar laut Halmahera, namun ke sananya perlu akomodasi bukan? Kalau sekarang kemampuan kamu hanya bisa mendaki Bukit Biru di Tenggarong atau menyelam lucu di Pulau Beras basah di Bontang, ya silakan dieksplor lokasi terdekat aja dulu. Bermimpi untuk mendaki gunung atau menyelam di laut yang pertama kali disebut itu adalah mimpi yang kapan saja bisa diwujudkan, asal ada kemampuan. Kemampuan inilah yang membuat teman kamu untuk sementara ‘meninggalkanmu’ untuk jalan-jalan.

8. Kebiasaan

Kamu suka buang ludah sembarangan? Gemar mencecap lidah saat makan? Mengorok dengan suara dengkuran selevel Merzbow? Membuang gas kapan dan di mana saja? Menyalakan lampu waktu tidur? Atau tiba-tiba mendadak menjadi anak indigo yang punya kebiasaan melihat hal-hal aneh, makhluk astral di tempat eksotik yang dikunjungi? Jangan terlalu berharap kamu akan diajak.

Intinya, jangan jadi orang yang nyusahin. Kalau berpergian sendirian sih gak masalah. Tapi kalau memang berniat untuk jalan bareng, ego kita yang mau nggak mau harus ditekan. Karena ini adalah perjalanan lebih dari satu kepala. Biasanya keliatan kok watak aslinya ketika udah satu grup. Mana yang bersifat pemimpin, penengah, hingga troublemaker dan suka bikin rese.

Ada alasan lain yang membuat kamu tidak mengajak teman selain golongan di atas? Yuk ikutan komentar.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Tony Sitania
Aries, Sanguinis, doyan Yoga. Namaste!

Comments

comments

  • Jara Kada

    Vote Soto Makassar. Sayang ngak disebutkan tempat-tempat mana saja yang direkomendasikan penulis di kota ini 🙂

    • Annisa Maharani

      Halo!
      Next time saya kasih ulasan beberapa tempat makan yang enak di Samarinda ya, Bang 🙂

  • Entje Achmad Riko

    Interface nya keren nih, keep update ya kakak berbagi info ttg samarinda

  • gw nomer 7 banget om, makax kalo gw berlibur nyari yg deket2 aja, namax jg cleaning service yg gajinya pas2an, bisa berlibur aja udh sukur bgt.. *eeeh malah curcol*

    keren artikelnya.. (y)

    • Toni Sitania

      Gaji bukan halangan, bro. Asal niat, pasti bisa. Nggak ada libur? Cari cuti. Atau mau budget minim, bisa gabung tuh dengan komunitas backpacker. Salam.

  • Fachry Harb

    Penyendiri gk msuk yaa,, klo ane gtu orngnyaa,, hhee

    • Toni Sitania

      Penyendiri? Solo tripper? Suka ngajak temen yang lain, gak? Kalau nggak, berarti impas kali, ya? *wink*

      • Fachry Harb

        Hhhaaaa spertinya sperti iti dehh,,,

      • Fachry Harb

        Spertu ituu sehh,, hheee
        Gk pnyaa dosa brarti yaa,, haaahhaaa