one × 4 =

20 + eighteen =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tempat Di Mana Seduhan Kopi Mengawali Percakapan

“Di mana kali ini bakal menikmati secangkir kopi?”

Begitu pikir para penikmat kopi yang mulai didera adiksi deru kafein di dalam tubuh. Jumlah coffee shop di kota Samarinda mulai menanjak signifikan setahun terakhir. Ternyata cukup mudah bagi para penikmat kopi Samarinda untuk mengetahui lokasi coffee shop mana yang sedang hype. Tengok kecenderungan lokasi check-in para netizen Samarinda, teliti pula caption-nya. Secangkir kopi bukan lagi soal minuman semata, ada cerita yang selalu hadir dan dapat dibagi ketika menikmatinya.

kopikumana1

Terletak di kompleks Ruko Alaya Junction, Jl. Perumahan Bukit Alaya No. LE-07, baliho neon berwarna hitam bertuliskan “Kopikumana” terpampang di dinding luar bangunan, sederet meja dan bangku kayu dengan warna cokelat menghiasi pelataran yang dibatasi dengan kaca bening. Di pintu masuk yang didominasi warna putih dan kaca bening yang menyekat pandangan ke dalam ruangan yang tampak tenang. Tertulis “We’re brewing” dan jadwal buka kedai kopi ini.

kopikumana3

Begitu memasuki ruangan bertema monochromatic, aroma kopi yang khas merambat masuk ke indera penciuman. Pustaka kecil langsung terpampang tak jauh dari pintu masuk, dilengkapi dengan satu set gelas dan jar air minum, welcome drink rupanya. Tanda peringatan dilarang merokok terpajang di dinding ruangan yang dilengkapi dengan penyejuk ruangan, itu sebabnya sejumlah pria merokok di bangku depan. Lantai yang dilapisi material karet belt conveyor menambah kesan sejuk dan terisolasi.

kopikumana4

Interior di sekeliling ruangan rupanya bercerita soal kopi. Papan hitam yang menceritakan proses biji kopi hingga menjadi secangkir minuman yang membantu menjadi fokus, instalasi sekarung biji kopi dengan sign Kopikumana begitu menengok ke arah kanan dari pintu masuk, LCD TV yang memutar tayangan saluran soal kopi, dan sejumlah pot tanaman menghiasi sudut ruangan yang diterangi dengan warna hangat. Terbersit, berada di rumah sendiri atau mungkin sisi lain dari ruang baca ideal yang nyaman.

Di bar, pusat semesta kedai kopi ini, Muhammad Indra Kurniawan yang mengenakan apron kulit cokelat senada dengan meja dan kursi di ruangan itu, sedang asyik di antara seperangkat peralatan yang asing. Sesekali menghirup aroma dari seduhan kopi yang sedang ia racik, menuang secara perlahan air seduhan ke atas filter, menyapa sebentar dan kembali melanjutkan menuang air dari pouring kettle-nya. Manual brew dengan metode V60 rupanya.

kopikumana17

Cerita dong, di Kopikumana kamu sebagai apa?

Founder, owner juga, cuma dikelola juga sama teman. Karena belum tentu bisa mengelola dengan bagus jadi saya percayakan supervisinya kepada teman saya, Hendy Saputra.

Jadi kalau ada semacam organisasinya kamu sebagai apa? Founder?

Barista. Jika Kopikumana dibuatkan struktur, posisiku di bawah supervisor. Kami ingin menghilangkan kesan kaku dengan adanya struktur. Karena Kopikumana dibuat khusus buat teman-teman yang ingin belajar soal kopi, bukan untuk mencari nafkah semata.

Jadi Kopikumana menyediakan program belajar khusus, atau seperti apa?

Kami tidak ada program khusus yang scheduler. Jika ingin belajar kami akan persilakan ke bar dan diajarkan bagaimana dasarnya. Apalagi sebelum menyuguhkan kopi untuk diminum prosesnya cukup panjang. Tapi kami akan biarkan dia brewing sendiri tanpa perlu dituntun agar dia bisa mengeksplor sendiri.

Jadi bisa langsung datang nih?

Iya datang aja langsung. Biasanya sih orang yang datang belajar datangnya inisiatif sendiri. Kami justru senang Kopikumana jadi tempat belajar. Dan kami mengajarinya gratis kok.

Bisa sedikit diceritakan bagaimana aktifitas kamu sehari-hari?

Saya bekerja di kantor dari pagi. Sepulangnya baru ke coffee shop. Karena kopi sudah menjadi passion saya, menjadi barista adalah kegiatan yang tentu saja sangat menyenangkan. Jadi seperti itu sih setiap harinya. Kecuali weekend dan Senin, karena Kopikumana liburnya setiap Senin. Tapi biasanya sih masih beraktifitas dengan teman-teman juga misalnya main futsal atau ngumpul di tempat lain.

Kopikumana kan tutup pada jam 11 malam, biasanya apa sih yang kamu lakuin setelah di sini beres?

Kalau saya lebih suka balik ke rumah, udah jamnya istirahat.

Seorang pelanggan datang memesan langsung kopinya di bar, memilih manual brew dengan metode Siphon. Refleks Indra beringsut dari hadapan saya dan langsung melayani pelanggan. Tangannya dengan sigap mulai mempersiapkan kopi pesanan. Memulai dengan menambahkan air ke dalam wadah silinder serupa bohlam lampu berukuran besar, merakit hopper atau container lainnya di atas wadah berbentuk bohlam, lalu memanaskannya. Sembari menunggu air mendidih, mengukur dosing kopi yang sudah digiling, menunggu dengan sabar air bergerak naik ke atas, sebuah percobaan fisika bagaimana air melawan gravitasi. Ketika air sudah memenuhi hopper, seperti menunggu waktu yang tepat, dia memasukkan bubuk kopi. Mengaduknya dan membiarkan peralatan yang lebih cocok berada di laboratorium itu mencampur bubuk kopi dan air di dalamnya. Tak lama ia mematikan pemanas lalu mengaduk dengan pola tertentu, kemudian cairan kopi itu perlahan mengalir kembali ke wadah berbentuk bohlam. Setelah melepas hopper, Indra mengantarkan langsung kopi yang tersaji di dalam wadah serupa bohlam itu ke pelanggan. Sekembalinya dia tersenyum seolah mengucapkan maaf karena tadinya meninggalkan saya tanpa pamit. Meskipun seharusnya itu tidaklah dibutuhkan sama sekali.

 …

 

 

Sekarang bisa dibilang penikmat kopi udah merambah ke masyarakat usia muda. Nah, jika diberi kesempatan memberi pengetahuan publik semacam seminar, kamu lebih memilih target audiencenya anak usia sekolah atau anak kuliahan?

Kayaknya lebih ke anak sekolah deh.

Kenapa milihnya anak sekolah?

Usia segitu mindsetnya masih kebangun.

kopikumana5

Kalau diberi waktu sekitar tiga atau empat jam, kamu akan bicara apa saja?

Kalau bicara soal kopi sih pastinya sejarah kopi tak bisa dilewatkan. Begitu juga perjalanan panjang dari biji kopi hingga bentuk cair yang ada di dalam cup. Lebih mengajak para peminum kopi usia muda untuk lebih menghargai kopi sih. Bahwa kopi gak sekedar pahit atau manis aja.

Kalau dalam tempo tiga tahun ke depan, Kopikumana berharap akan jadi seperti apa?

Kalau tiga tahun jangan dulu lah. Untuk tahun depan dulu kita akan punya roastery sendiri di sini. Dan emang udah produksi biji kopi sendiri. Udah mulai professional lagi. Dan bisa lebih lengkap.

kopikumana6

Lengkapnya dari segi apa?

Dari alat, kalau yang ada sekarang belum lengkap. Karena kopi alatnya banyak banget.

Pertanyaan terakhir. Gimana relasi antar sesama coffee shop di Samarinda?

Masih sangat baik. Misalnya saya dengan Cholid yang punya Black Bird, dia memang teman saya. Banyak yang bilang saingan tapi sebenarnya itu salah. Kita tuh sama-sama tukaran biji kopi. Kita nge-roasting kopi bareng. Kalau udah pernah minum kopi di sini dan di sana dan tahu rasain pasti tahu jenis kopi kami sebenarnya sama. Dan kita memang sama-sama punya passion di kopi. Kalau Second Floor, Anima, Kedai Kopi Nusantara hubungannya baik semua kok. Kita gak ada saingan.

kopikumana15

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Alfian Meidianoor

Alfian Meidianoor

Editor in Chief at Undas.Co
Cat buff yang tertarik dengan semua hal yang berkaitan dengan gothic romanticism, benda langit dan fisika modern, zombie apocalypse, rilisan analog dan skena D.I.Y yang lebih aktif.

Comments

comments