five × 4 =

one × two =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Music is my passion! Dan bagi seorang Desy, musik merupakan sebuah seni yang tidak ternilai oleh materi” adalah visi dari seorang Desy Muchtar yang akrab dipanggil Desy, cewek kelahiran 24 Desember 1989 ini.

image

Desy merupakan seorang mentor vokal di salah satu sekolah musik di Samarinda, D’Flo Music Lab yang memiliki tujuan mulia untuk berkomitmen menghasilkan seniman-seniman cerdas dalam bermusik, dan dapat mempertanggungjawabkan ilmu yang telah diserapnya selama pembelajaran. Desy yang sejak kecil gemar menyanyi di depan cermin memulai karier tarik suara melalui kompetisi olah vokal tingkat daerah, yang kemudian menginspirasi orang tuanya untuk mendukung kegemaran Desy ini to the next level dengan menyekolahkannya di salah satu sekolah musik di Samarinda pada  2000. Kala itu Desy masih berumur 11 tahun.

Lulus dari sekolah musik, belum membuat Desy merasa proses pembelajaran olah vokalnya usai. Ia kemudian tergabung dalam project pelestarian musik daerah di Taman Budaya Kaltim pada 2000-2003, dan aktif sebagai peserta dalam berbagai kompetisi musik, baik dalam format solo maupun band.

Menjadi juara di tiap kompetisi yang diikutinya, telah menjadi capaian pasti Desy saat mengikuti kompetisi olah vokal. Karena prestasinya itu, Desy dilirik untuk menjadi guru vokal di salah satu sekolah musik. Di sinilah awal mula karier Desy menjadi seorang mentor vokal.

image

Cukup melanglang buana di dunia musik Kalimantan, belum membuat hasrat Desy untuk terus belajar olah vokal terpuaskan sepenuhnya. Ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta untuk memperdalam ilmunya pada  2008. Di Jakarta, Desy menimba ilmu di Chics Music School. Selain itu juga mengambil kelas privat beberapa musisi profesional di Jakarta. Sebut saja Bertha McCarthy atau biasa dipanggil Mbak Bertha yang juga merupakan salah satu juri Kontes Dangdut TPI pada masa itu. Lalu ada Doddy Katamsi, salah satu legenda Rock Indonesia bersama Kantata Band dan Elpamas. Selain mengambil kelas vokal, Desy juga mengambil kelas Piano bersama Tedjo Bhayu Adjie, personel grup jazz papan atas Heaven on Earth.

Pada 2009, Desy mendapat tawaran untuk mengajar di tempat ia menimba ilmu, yaitu Chics Music School. Saat itu Chics Music School sudah mendapatkan status ISO 9001 sehingga pastinya para mentor pun benar-benar sesuai standar internasional. Dengan berhasilnya Desy menjadi salah satu mentor di Chics Music School tersebut, bisa dipastikan kapasitasnya tak perlu diragukan lagi.

Desy memutuskan untuk balik kampung sekitar 2014 dengan satu tujuan mulia: memajukan musik dan mencerdaskan anak bangsa di Samarinda. Tak lama setelah balik ke kota ini, Desy diajak seorang temannya untuk menjadi mentor vokal di salah sekolah musik yang baru beroperasi kala itu; D’Flo Music Lab.

image

Anak-anak didik Desy pun sudah banyak yang berprestasi di kancah nasional. Siapa yang tidak kenal Nadira Arisanty, anak Samarinda asli jebolan “X-Factor Indonesia” 2015. Lalu ada Cyra jebolan Indonesian Idol Junior 2014 yang berhasil tembus hingga babak spektakuler 5 besar. Mereka adalah hasil didikan Desy yang sudah terbukti kualitasnya di kompetisi olah vokal kelas nasional.

Hingga kini Desy disibukkan dengan project pengembangan anak-anak didiknya di D’Flo Music Lab, dengan berusaha memfasilitasi mereka mulai  silabus dan metode, hingga teori dan praktiknya.

image

Satu harapan dari itu semua, demi menghasilkan lebih banyak lagi seniman-seniman olah vokal yang berkualitas dari kota ini.

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments

comments