two × 1 =

1 × 2 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Berbagi Cerita Sambil Menyesap Kopi

S__3743997

Kumpulan foto-foto tempo dulu.

Lebih dari 20 orang berhimpun, berkumpul di ruang tengah kediaman Ellie Hasan, Jalan Danau Jempang, Rabu (22/7) malam lalu.

Masih dalam nuansa Idulfitri, sang tuan rumah menghangatkan suasana dengan Soto Banjar, sajian khas kota ini yang memang terkenal sebagai hidangan jamuan. Ya, ajang Galeri Samarinda Bahari malam itu sekaligus dimanfaatkan sebagai momen silaturahmi Lebaran dengan tajuk “Halalbihalal Kopi”.

Mengapa kopi? Sebab sudah empat pertemuan belakangan, penyelenggaraan Galeri Samarinda Bahari juga “dimeriahkan” dengan sesi private brewing. Mengenal kopi dengan lebih serius, dalam suasana yang sangat santai dan bersahaja. Pada malam itu, sang bintang tamu adalah Muhammad Rifki, seorang home barista yang datang dengan seperangkat alat seduh, lengkap dengan beberapa kantong roasted beans berbagai varian dan nota rasa.

Muhammad Rifki

Muhammad Rifki

Beberapa varian dan merk roasted beans yang diicip seduh malam itu.

Beberapa varian dan merk roasted beans yang diicip seduh malam itu.

Para hadirin malam itu memang masih didominasi wajah-wajah lama, atau peserta pertemuan-pertemuan Galeri Samarinda Bahari sebelumnya. Meskipun begitu, lantaran undangan acara ini beredar dari mulut ke mulut, dan juga diunggah di akun Twitter sang tuan rumah, tetap ada beberapa wajah baru. Itu sebabnya, pembicaraan pun terkesan ringan dan random. Tidak hanya membicarakan kopi dan serba serbinya, melainkan sampai soal fosil ulin yang baru-baru ini ditemukan, dan sebagainya. Boleh dibilang, situasi ini merupakan perkembangan dari Galeri Samarinda Bahari, yang awalnya menjadi upaya membangkitkan minat generasi muda terhadap Samarinda tempo dulu lewat cerita, tuturan, dan dokumentasi yang masih ada.

“Sekarang perkembangan Galeri Samarinda Bahari, dengan ngopi bisa mengajak lebih banyak teman-teman, tentang cerita Kota Samarinda. Dari ketertarikan Samarinda tempo dulu, hingga sekarang. Itu intinya,” tutur Ellie Hasan, malam itu.

Suasana Galeri Samarinda Bahari sekitar pukul 23.00 Wita.

Suasana Galeri Samarinda Bahari sekitar pukul 23.00 Wita. Rame, kan?

Mulanya, pertemuan Galeri Samarinda Bahari banyak terfokus pada bahasan seputar masa lalu kota ini. Lantaran itu juga pertemuan selalu digelar di kediaman Ellie Hasan, yang penuh dengan foto-foto tempo dulu. Menghasilkan perbincangan yang menarik, bahkan kerap berlangsung saling melengkapi. Tidak sedikit peserta yang juga membawa koleksi foto-foto masa lalu milik pribadi untuk diobrolkan. Dari semangat itulah, Galeri Samarinda Bahari tetap hadir hingga kini, kendati bersifat situasional. Mulai dari komunitas kecil dan internal, sampai akhirnya berkembang dan merambah banyak kalangan lewat media sosial.

“Galeri Samarinda Bahari sendiri sifatnya as a host. Lebih ke tempat. Lokasinya yang mudah dijangkau. Serta koleksi yang punya daya tarik sendiri,” tambah Ellie.

Kamu tertarik untuk ikut nimbrung? Boleh cek Twitter dengan kata kunci Galeri Samarinda Bahari ya.

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Dragono Halim

Dragono Halim

Writer at Undas.Co
"Dragono Halim. Just Google it."

Comments

comments