1 + seven =

11 + 10 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Spesies endemik Kalimantan Timur yang mendiami Sungai Mahakam, keberadaan dan eksistensinya di masa depan menjadi  pertanyaan menggantung di depan mata. Maukah kita menjaganya?

Sudah pernah jalan-jalan ke tepian? Di depan Kantor Gubernur Kaltim, di Jalan Gajah Mada, Samarinda, berdiri Monumen Pesut Mahakam. Tepatnya di tepian sungai terpanjang kedua di Indonesia, Sungai Mahakam. Menurut sejarah, monumen ini memang dibuat untuk mengenang maskot Kaltim yang sangat langka, dan menjadi hewan endemik, ikan lumba-lumba air tawar.

Monumen Pesut Mahakam. foto: commons.wikimedia.org

Monumen Pesut Mahakam. foto: commons.wikimedia.org

Monumen Pesut Mahakam diresmikan 2 Agustus 1986 oleh Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto. Peresmian monumen ini dilakukan bersamaan dengan pembukaan Jembatan Mahakam, jembatan sepanjang 400 meter yang dibangun untuk menghubungkan Kota Samarinda dengan wilayah Kecamatan Samarinda Seberang. Pesut Mahakam juga pernah menemani Burung Enggang dan Orang Utan menjadi maskot Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di tahun 2008.

Tapi sebenarnya, apakah orang-orang di Samarinda pernah melihat Pesut Mahakam yang sebenarnya? Mungkin kita bisa melihat pesut kalau jalan-jalan ke hulu Sungai Mahakam, tempat yang diyakini tempat hidupnya mamalia air saat ini, seperti Muara Pahu, Melak (Kutai Barat), di kawasan Danau Melintang, Pela dan Sangkulima. Sementara di Sungai Mahakam yang membelah Kota Samarinda sendiri, Pesut tidak ditemukan.

Sedih ya. Pesut ini unik, badannya seperti lumba-lumba, makanya sering disebut lumba-lumba air tawar. Namun tidak seperti lumba-lumba, kepalanya bulat dan berwarna abu-abu atau biru tua. Populasinya semakin hari semakin sedikit karena perkembangbiakannya yang lamban. Pesut baru mencapai usia dewasa pada 12-14 tahun,  pesut bisa hamil selama 12-13 bulan. Umurnya juga terbilang sangat singkat, paling lama 30 tahun.

Gimana perasaan kamu kalau punya sesuatu yang limited edition? Pasti akan kamu jaga baik-baik, kan? Mungkin kalau itu jam tangan, kamu akan simpan di kotak yang bagus. Kalau itu sepatu, akan kamu jaga supaya enggak kotor. Itu barang, lho. Nah, bagaimana kalau kamu punya hewan mamalia air yang terancam punah, dan cuma ada di rumah kamu? Harusnya sih dijaga ya? Tapi sayangnya, meskipun statusnya Critically Endangered dan juga dilindungi Undang-undang (UU Nomor 5 Tahun 1990), tapi di tahun 2007 saja, populasinya tercatat hanya ada 90 ekor di perairan sungai Mahakam. Gimana kalo sekarang? Bisa bayangin tinggal berapa ekor?

Kelimpahan dan sebaran populasi Pesut Mahakam di Sungai Mahakam. Foto: Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. 10 No.3, Desember 2013

Kelimpahan dan sebaran populasi Pesut Mahakam di Sungai Mahakam. Foto: Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. 10 No.3, Hal. 291, Desember 2013

Jumlahnya pasti semakin sedikit. Apakah kamu tahu apa yang menyebabkan ikan pesut terancam punah?

Apa?
Enggak tau?
Yakin enggak tahu?
Kalau gitu kamu harus tau, karena mungkin saja kamu ikut berkontribusi atas hal ini.

Penyebab kematian pesut bermacam-macam, mulai dari pencemaran habitat karena sampah, pemanfaatan lahan di daerah pinggiran sungai (untuk konversi lahan sawit maupun pertambangan), tersangkut jaring nelayan, teknik penangkapan ikan ilegal, kerusakan habitat juga diakibatkan ponton pengangkut batu bara yang hilir mudik di Sungai Mahakam.

Sulit juga ya, mempertahankan pertumbuhan perekonomian tapi mengorbankan habitat ikan pesut. Sungai Mahakam memang memainkan peran vital untuk kehidupan penghuni-penghuninya di pesisir. Sungai dengan panjang 920 kilometer itu pun bertransformasi menjadi “jalan raya”. Banyak jenis pemanfaatan Sungai Mahakam yang dilakukan dalam berbagai aktivitas, tapi kecil sekali yang merujuk pada kelestarian lingkungan perairan. Hal ini membuat Pesut Mahakam harus tersingkir.

Pesut muncul kepermukaan air. foto: Danielle Kreb

Pesut muncul kepermukaan air. foto: Danielle Kreb

Ironis, pesut dijadikan sebagai ikon Kota Samarinda tapi tidak nampak upaya serius yang dilakukan untuk melestarikan hewan langka ini. Tak heran sekarang mamalia berwajah lucu ini sudah sangat sulit ditemukan di Sungai Mahakam. Padahal, habitat ikan pesut cuma ada di tiga tempat seluruh dunia, yaitu di Sungai Mahakam, Sungai Irawaddy di Myanmar, dan Sungai Mekong di Vietnam. Tuh, cuman tiga! T-I-G-A!

Masyarakat Kutai menyebut pesut mahakam “Pasut” sementara masyarakat pedalaman Mahakam menamainya “Bawoi”. Di Kabupaten Tana Tidung masyarakat setempat menyebutnya “Lamut”.

Ilustrasi Legenda Pesut Mahakam. Foto: sikalem-ekoyudhaprasetyo.blogspot.com

Adakah dari kalian yang tahu kalau ada cerita Legenda Pesut Mahakam? Menurut masyarakat sekitar, ikan ini adalah jelmaan manusia. Tapi kayaknya legenda asal muasal Pesut Mahakam ini enggak mampu menyelamatkan satwa langka dari ancaman kepunahan, meskipun cerita rakyat ini masih dipercaya masyarakat lokal.

Dulu, nelayan yang tidak sengaja menjaring Pesut Mahakam akan bergegas melepaskannya karena takut terkena celaka atau tulah. Sebaliknya, siapa yang melihat pesut berenang renang ke permukaan akan memperoleh keberuntungan.

Kematian pesut mahakam sepanjang tahun 2012. Foto: Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. 10 No.3, Hal. 291, Desember 2013

Kematian pesut mahakam sepanjang tahun 2012. Foto: Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. 10 No.3, Hal. 291, Desember 2013

Miris sekali mendengar berita ikan pesut yang ditemukan mati di Danau Semayang, Desa Pela, Kota Bangun akibat ditabrak kapal motor pada 2010. Juga berita ditemukannya pesut yang terdampar di pantai Balikpapan pada 2009. Pernah diberitakan, akan dibuat lahan konservasi yang bekerja sama dengan Jepang, kemudian ada pula Danielle Kreb, seorang Belanda (Yayasan Konservasi RASI atau Conservation Foundation for Rare Aquatic Species of Indonesia) yang melakukan penelitian tentang pesut dan tinggal di Kalimantan Timur sejak tahun 2000.

Danielle Kreb

Danielle Kreb

Pertanyaannya, kenapa harus orang asing yang lebih peduli?

Masih kurang? Fakta baru ditemukan. Pesut Mahakam (Orchaella brevirostris Gray, 1866) ternyata memiliki DNA berbeda dengan pesut di belahan dunia lain. Pesut Mahakam diduga kuat merupakan spesies baru. Sehingga muncul wacana mengajukan Pesut Mahakam sebagai spesies baru dengan nama Orchaella Mahakamensis. Meskipun untuk ditetapkan sebagai spesies baru, Pesut Mahakam mesti melewati serangkaian penegasan lewat artikel dan jurnal berikut bukti kuat. Danielle menduga, perbedaan DNA berlaku karena evolusi kelompok pesut yang terpisah ketika zaman es. Kelompok pesut yang tidak menyukai lautan dalam, beradaptasi ke sungai dan akhirnya menetap di Sungai Mahakam. Waktu demi waktu membuat Pesut Mahakam berevolusi sehingga memiliki perbedaan DNA dengan pesut lain.

Suatu hari nanti, bisa jadi keriangan dua ekor Pesut Mahakam hanya tersisa dalam imajinasi dan tinggal kenangan saat menatap Monumen Pesut Mahakam.

Kamu rela, hewan yang cuma ada di rumah kamu ini punah dan benar-benar menjadi legenda?

Kamu yakin, setelah baca artikel ini kamu akan diam saja?

Yakin?

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Pramesti Krisna

Pramesti Krisna

There are a lot of things I wish I would have done, instead of just sitting around and complaining about having a boring life - Kurt Cobain
Pramesti Krisna

Latest posts by Pramesti Krisna (see all)

Comments

comments