seven + 5 =

four × four =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Siapa sih yang gak pernah nongkrong di Tepian Mahakam? Yap,  satu ikon kota Samarinda ini merupakan tempat yang menjadi favorit kalangan masyarakat Samarinda untuk sekedar menghabiskan waktu bersama teman ataupun keluarga, bareng dengan pasangan apalagi. Tapi, terkadang ada beberapa hal yang sering bikin kamu risih ketika nongkrong di sini. Apa kamu sependapat juga dengan Undas.Co mengenai hal-hal yang bikin risih ketika nongkrong di Tepian Mahakam?

Juru Parkir Liar

Jangan lupa jaga keamanan motor dan helm kalian ya. Foto: kaltimpost.co.id

Jangan lupa jaga keamanan motor dan helm kalian ya. Foto: kaltimpost.co.id

Siapa yang pernah mengalami kejadian yang kurang menyenangkan dengan jukir liar di Tepian Mahakam? Mulai dari motor yang beset-beset karena dipaksakan untuk parkir di tempat yang sudah hibak, uang kembalian yang tidak dikembalikan hingga sikap jukir liar yang kurang sopan. Yang sering bikin kesel sih, kalau kita udah kasih uang parkir, tapi habis itu kita gak dibantu buat ngeluarin kendaraan dari parkiran dan malah ngeloyor pergi buat nagih uang parkiran ke orang lain. Ya, terus, itu kita bayar parkir buat apaan ya? Syukur-syukur kalau kendaraan kita gak kenapa-kenapa. Saking banyaknya orang-orang yang mengalami pengalaman kurang enak dengan jukir liar, hal ini sempat menjadi hot thread di salah satu forum diskusi di Facebook yang memberikan pendapatnya mengenai jukir liar.

Lagi-Lagi Bermasalah dengan Sampah

Tempat sampah sudah ada, masa masih buang sembarangan? Foto: Socku

Tempat sampah sudah ada, masa masih buang sembarangan? Foto: Socku

Perhatikan deh baik-baik, setiap kali kita ke Tepian Mahakam, pasti ada aja sampah yang berserakan. Mulai dari di jalanan, sekitar tempat pedagang-pedagang kaki lima nangkring, bahkan, yang paling parah, sampah-sampah itu dibuang ke Sungai Mahakam yang notabene merupakan sumber air utama di kota ini. Padahal, tempat sampah sudah disediakan di beberapa sudut strategis di mana biasanya banyak orang berkumpul. Kalau hanya berharap sampah-sampah itu bisa hilang dengan tugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Samarinda aja sih rasanya mustahil kalau dari diri kita sendiri masih doyan sengaja buang sampah sembarang. Yaelah, apa susahnya sih cuma ngebuang sampah pada tempatnya? Kalau dirasa jauh, kan bisa disimpen dulu di dalam tas atau sediakan kantong kresek sendiri untuk kemudian dibuang di tong sampah ketika pulang. Ingat, wal, kebersihan adalah sebagian dari iman.

Lagi Asik-Asik Nongkrong, Kebelet Pipis, Tapi Gak Ada WC. Sedih.

Harusnya ada. Foto: indonetwork.co.id

Harusnya ada. Foto: indonetwork.co.id

Nah, ini salah satu fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat Samarinda di daerah Tepian Mahakam: gak ada tempat buang hajat. Bayangin aja kalau misalnya kalian lagi asik-asik ngobrol, tiba-tiba kebelet banget buat pipis? Pilihannya sih dua: pulang ke rumah atau cari WC umum terdekat. Gak asik dong kalau kita nahanin pipis gara-gara gak ada WC, eh tiba-tiba tekamih di selawar. Matik. Pengalaman pribadi penulis: saya harus jalan kaki dari Tepian Mahakam ke Mesjid terdekat yang berada di Jalan Gunung Merbabu untuk pipis. Masa iya pipis di semak-semak?

Diusir dari Tempat Duduk

Udah PW gini, males pindah-pindah tempat. Foto: ini-wardha.blogspot.com

Udah PW gini, males pindah-pindah tempat. Foto: ini-wardha.blogspot.com

“Maaf, Mbak. Gak boleh duduk di sini. Di sini cuma buat yang beli aja”. Kira-kira ada yang pernah ditegur kayak gini sama penjual yang ada di sana? Padahal, sepanjang Tepian Mahakam itu merupakan tempat umum, bukan? Mungkin, itu salah salah satu trik yang digunakan oleh para pedagang yang berjualan di sana supaya orang-orang yang lagi duduk-duduk di sekitar lapak jualannya membeli jualannya. Tapi, kalo ditegur macam gitu kan risih jadinya. Ujung-ujungnya, kita misuh-misuh sendiri atau akhirnya pergi dan mencari tempat lain. Niat hati pengen nikmatin angin semilir dan pemandangan di sekitar Sungai Mahakam sambil ngobrol bareng teman atau keluarga, apa daya malah diusir dari tempat duduk.

Tangan-Tangan Jahil!

Pian, kamu suka juga gak ama Karina? Foto: coffeeoriental.wordpress.com

Pian, kamu suka juga gak ama Karina? Foto: coffeeoriental.wordpress.com

Kurang lebih setahun yang lalu, Tepian Mahakam dilengkapi dengan lampion-lampion dengan berbagai model yang menghiasi beberapa titik di daerah ini. Namun, masih aja ada tangan-tangan gratil yang gak bisa liat barang bagus. Jika diperhatikan, sudah ada beberapa bagian di lampion yang ada yang sudah robek dan ditulisin yang macam-macam. Gak cuma di lampion aja, perbuatan vandal ini juga bisa kita temui di bangku-bangku taman dan dinding-dinding yang ada. Gak sedap dipandang. Mbok ya, kalau pengen coret-coret begitu coret-coretnya cukup di kertas gambar aja, gak usah difasilitas umum. ‘Akang was here’, ‘Akang love Eneng’ dan berbagai macam tulisan semacam itu yang biasa kita lihat ditorehkan di dinding-dinding ataupun bangku-bangku yang ada. Duh, plis deh. Itu gak penting banget. Dan satu lagi, dinding dan bangku itu gak akan bisa ngasih solusi atas masalah percintaanmu atau ngasih kamu selamat karena kamu sudah pernah nongkrong di Tepian Mahakam.

Sebenarnya, masih banyak lagi hal-hal yang sering bikin kita risih ketika lagi nongkrong di Tepian Mahakam selain lima poin di atas. Bisa kita lihat dan rasakan sendiri kan? Nah, pertanyaannya sekarang adalah, apakah kita, sebagai warga kota Samarinda, bisa memperbaikinya sama-sama? Yuk sama-sama membuat perubahan kecil dari diri sendiri untuk membuat lingkungan di sekitar kita menjadi lebih baik. Karena, jika perubahan kecil itu dilakukan oleh banyak orang, maka efeknya pun akan besar terasa. Dan jangan sungkan untuk memberi saran dan kritik terhadap pemerintah kota untuk memenuhi kebutuhan akan fasilitas umum yang memadai. Selamat membangun kota bersama!

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Annisa Maharani

Annisa Maharani

Writer at Undas.Co
as known as none.

Comments

comments