fifteen − fourteen =

14 − thirteen =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Sebuah album instrumental melodius dari rasa frustasi.

54768

Benua Yang Sunyi. Monicker dari Garna Raditya. Sebuah album musik yang berisi 10 komposisi instrumental. Sebuah album dengan banyak rasa, kita akan menangkap nuansa sekaligus pengaruh dari berbagai genre musik seperti jazz, fusion, math rock dan post rock yang kental. Hasilnya? Sebuah kumpulan komposisi instrumental post rock yang sangat membius sekaligus menenangkan meskipun akan ada kesan gelap dan suram dalam pemilihan nada-nadanya. Sebenarnya nggak mengherankan, karena Garna sendiri mengakui kalau album ini adalah curahan dari rasa frustasi.

Dirilis dalam format kaset pada tahun 2014 di bawah naungan Girez Records dan Vitus Records. Akhir September 2015 ini akan dirilis juga dalam bentuk CD oleh Elevation Records. Ketika menyempatkan diri bersua beberapa waktu yang lalu, Garna bercerita tentang album ini. Rasa frustasi yang melanda ketika proses rilis album OK Karaoke yang tak kunjung selesai, sementara proses mixing dan mastering sudah selesai, lalu ditambah lagi hengkangnya drummer dan vokalis dari band ini. Di tengah kefrustasian, Garna mendirikan Vitus Records dan menangani sendiri perilisan serta distribusi dari album OK Karaoke yang bertajuk Sinusoid.

Inilah awal mula Garna memulai proyek album solo. “Band dengan beberapa personil itu ribet, harus menyatukan keinginan satu dengan yang lainnya. Belum lagi personil yang antusiasnya setengah-setengah. Itu bikin saya frustasi. Banyak lagu yang saya tulis tidak terpakai di band. Jika tidak dimanifestasikan, saya bisa stres karena banyak keinginan yang nggak tercurahkan. Maka, saya bermain solo. Saya tidak perlu lagi berpolitik perasaan lagi dengan personil lain. Saat saya mencoba dan merekamnya, ternyata saya bisa sendiri.” Terang Garna.

54767

Album ini dibuka dengan sebuah komposisi down tempo, chillin’ dan kental dengan pengaruh post rock berjudul “Tenggelam di Samudera Pasifik” dan dilanjut dengan “Guruh Akhir Jaman Part 1 : Badai dan Benua-Benua yang Sunyi” dan “Guruh Akhir Jaman part 2 : Roh dan Senyawa” dimana di kedua komposisi yang durasinya lumayan panjang tersebut kita bisa merasakan nuansa kental dari Earth dan bahkan petikan ala Dylan Carlson. Beberapa komposisi lainnya ada yang terkesan sangat terpengaruh oleh band-band modern seperti You Slut!, Ghost and Vodka sampai klasik seperti Fleetwood Mac. Nuansa math rock yang dia pilih memang bukan tipe yang agresif, seperti halnya pada komposisi yang berjudul “Mahluk Dini Hari” yang sangat ringan tanpa harus banyak mengumbar interlude gitar.

Bicara tentang proses recording album ini, dia menceritakan bahwa dia lebih banyak bermain-main dengan spontanitas. Hal ini membuatnya kesulitan jika diharuskan membawakan komposisi-komposisi tersebut secara live, karena dia tidak mencatat tuning gitar yang dipakai sewaktu proses rekaman. Apalagi kemudian dia juga menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang gitaris dengan notasi disipliner.

Apapun itu, album ini adalah sebuah album krusial yang sangat layak di apresiasi. Sebuah album yang dijamin membius dan memberikan ketenangan ketika menjalani pengalaman mendengarkannya, walaupun sebenarnya album ini dihasilkan di tengah kefrustasian.

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Pramesti Krisna

Pramesti Krisna

There are a lot of things I wish I would have done, instead of just sitting around and complaining about having a boring life - Kurt Cobain
Pramesti Krisna

Latest posts by Pramesti Krisna (see all)

Comments

comments