eleven + five =

eleven + 20 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kalau kamu penikmat musik atau penggemar band lokal Samarinda, pasti pengin banget dong punya album atau rilisannya. Karena band lokal yang serius dan kepikiran untuk membuat rilisan itu sangat jarang. Biasanya sih nge-band cuman untuk mengisi waktu atau menyalurkan hobi dan biasanya jarang ada yang bertahan lama. Berikut Undas.Co rangkum beberapa band lokal potensial yang menurut kami, wajib punya album.

  1. Reunion
Reunion live at Hardcore Attack #3

Reunion live at Hardcore Attack #3

Unit Old School Hardcore yang terbentuk tahun 2010 ini, jika dilihat dari akun Reverbnation-nya telah memiliki enam lagu (entah lama atau baru) yang kami rasa cukup untuk membuat sebuah minialbum. Reunion masih bertahan di kala sepinya Hardcore Scene di Samarinda saat ini. Dan ketika bertandang ke base camp mereka di Firsthand Store, Dyan (vokal) memperdengarkan beberapa materi yang baru berupa instrumental.

 

  1. Cuacamendung
cuacamendung live at Gastronomic

cuacamendung live at Gastronomic

Cuacamendung adalah satu-satunya band Post-Rock yang masih menunjukkan eksistensinya di Samarinda. Muncul pertama kali secara silhouette pada gig “Hiruk Pikuk #2” di tahun 2010. Cuacamendung juga cukup dikenal di skena Post-Rock indonesia. Di akun Soundcloud mereka telah meng-upload empat lagu dan menurut gosip yang beredar mereka sedang menggarap beberapa lagu baru.

 

  1. Buddy Zeus
Buddy Zeus live at Titik Berat #2

Buddy Zeus live at Titik Berat #2

Band bergenre Power Pop/Geek Rock yang kerap meng-cover lagu-lagu The Adams dan Weezer di setiap penampilannya ini telah memiliki dua lagu yang belum direkam. Ditambah dengan jarang manggung, semakin membuat penampilan dan rilisan mereka sangat ditunggu. “Pemuji Senja” dan “Colours of The Firework”, dua lagu Buddy Zeus yang sing-alongable ini bisa didengar di kanal Youtube sang vokalis, walaupun hanya video ketika latihan di kamar.

 

  1. Fall in Hate (FIH)
Fall in Hate live at Der Kaizer's album launch.

Fall in Hate live at Der Kaizer’s album launch.

Quartet Metalcore yang sempat merilis album pertamanya “Hukatus”, kini bertransformasi dari menjadi Sludge Metal. Terbukti ketika live di Friday Riot bulan Februari lalu mereka meng-cover lagu “Oracle” milik SSSLOTHHH. Sampai saat ini mereka belum membocorkan materi baru mereka, hanya desain artwork yang akan digunakan untuk album terbaru mereka nanti.

 

  1. Quasi
Quasi live at Gastronomic.

Quasi live at Gastronomic.

Sempat jadi band lintas pulau, Quasi kini menetap di Samarinda. Terbentuk di Jogjakarta tahun 2004 dengan nama Quasimodo dan sempat merilis debut EP berjudul “For Mom and Dad” di tahun 2008. Quasi masih membawakan materi-materi lama mereka dan menurut penuturan Iwan (vokal) lagu-lagu sedang digarap.

 

  1. Davy Jones
Davy Jones live at PWSMR2015.

Davy Jones live at PWSMR2015.

Rock’s still Rolling! Davy Jones menghidupkan kembali gaya musik yang dulu pernah eksis di Samarinda. Cepat dan ugal-ugalan. Davy Jones punya daya tarik tersendiri sebagai band muda. Dari awal kemunculannya mereka selalu membawakan lagu-lagu mereka sendiri dan kabarnya mereka sedang mereka lagu-lagu mereka yang sedang masuk tahap recording drum.

 

  1. Aphrodite
Aphrodite live at Nyore.

Aphrodite live at Nyore.

Cewek-cewek kece dalam satu band? siapa yang gak suka? Nuansa Indie Pop yang Aphrodite bawa adalah angin segar bagi skena musik Samarinda. Terlebih sangat jarang band yang personelnya cewek semua, jadi ya cocoklah dengan nama mereka. Entah mengapa, jika mendengar lagu mereka jadi teringat Mocca. Aaaaa sukaak…

Ya, itulah tujuh band lokal potensial di Samarinda yang dinantikan rilisannya. Semoga mereka tetap semangat berkarya dan gak keburu bubar. Karena menjaga eksistensi dan produktivitas sebuah grup musik tidak mudah, terlebih jika tidak ada elemen eksternal band yang disadari perannya.

 

[]

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments

comments