sixteen + 20 =

2 × two =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Apa yang terlintas di kepala kalian tentang Majalah Playboy? Majalah hiburan dan gaya hidup berlogo siluet kepala kelinci memakai dasi kupu-kupu yang di peruntukkan bagi para pria dewasa ini biasanya berisi gambar wanita dengan penampilan yang “menggugah selera”, sejak kemunculannya pertama kali di tahun 1953, majalah besutan Hugh Hefner ini sudah berulang kali menampilkan wanita yang rela menunjukkan kemolekan tubuhnya di majalah tersebut, terhitung nama-nama besar pesohor Hollywood seperti Marilyn Monroe, Kim Basinger, Drew Barrymore, Paris Hilton, Pamela Anderson, Jessica Alba  dan lain-lain, bahkan penyanyi pria seperti Bruno Mars pun pernah menjadi model sampul mereka.

6a00d83548795069e2016763c503a7970b-800wi

Chick Magnet.

Selain majalah, Playboy juga muncul dalam format lain seperti Playboy TV dan Playboy Club, yang masih dalam naungan Playboy Enterprise selaku penyedia hiburan bagi para pria dewasa, sebenarnya konten di majalah tersebut tidak serta merta hanya menampilkan pose lekuk molek tubuh para wanita saja, namun banyak juga di selingi dengan beberapa hal informatif, review, bahkan interview dengan para selebriti dan pesohor dunia lainnya. Majalah ini juga sempat membuka cabang di Indonesia, namun sayang hanya bertahan selama 1 tahun karena banyaknya kontra dengan segelintir pihak tertentu akibat stigma yang sudah melekat mengenai majalah tersebut, bahkan masalah ini sampai dibawa ke meja hijau.

Playboy_Indonesia_01

Edisi langka.

Dan pada Oktober bulan ini, majalah Playboy melakukan keputusan yang mengejutkan, mereka memutuskan untuk berhenti menampilkan gambar atau foto dari perempuan dalam pose “menantang” atau biasa kita sebut bugil di media mereka, hal itu dicetuskan karena mereka menilai akibat perkembangan dunia internet di masa kini membuat konten porno tidak menjual lagi untuk mereka. Tentu saja hal ini menimbulkan berbagai reaksi terhadap para penggemarnya, namun hal ini harus tetap dilakukan oleh manajemen mereka, mengingat badai krisis juga sedang menghantam industri media cetak di Amerika Serikat. Untuk Playboy saja, jika dahulu pada era 70an penjualan mereka bisa mencapai angka 5,6 miliar eksemplar, namun kini hanya berkisar di angka 800.000 eksemplar saja, sungguh perbandingan yang sangat fantastis bukan?

003314400_1444803301-playboy1

003655000_1444803301-playboy2 (1)

Playboy US edisi November 2015

Perubahan pun perlahan mulai mereka lakukan melalui akun-akun media sosial yang mereka miliki seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Alasannya sederhana saja, agar pose para model tersebut lebih layak ditampilkan ke khalayak dan lulus sensor ketimbang harus tampil tanpa sehelai benang pun di media sosial, ya walaupun mereka tidak menampilkan para model dengan pose telanjang lagi, namun sepertinya kesan sensual dan menggoda akan tetap Hugh Hefner pertahankan sebagai trademark dan nilai jual untuk meneruskan kejayaan dinasti yang telah ia bangun selama lebih dari 60 tahun ini.

esq-hugh-hefner-0413-lg

Meet the king from the industries.

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Dian Ananto Rayenda

Dian Ananto Rayenda

Writer at Undas.Co
LJ. GH. UNDAS.CO. ANTI-. 8042. DGD.

Comments

comments