17 − 4 =

12 − 5 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tujuh daftar teratas penyakit kejiwaan di sekitar kita. Kenali tanda-tanda umumnya serta beberapa penyebab kenapa individu dengan fisik sehat bisa mengalaminya.

tumblr_m6wkz2V5rB1r64m4jo2_1280

Depression. Ilustrasi: Sylvie Reuteur

Karena minggu lalu kita udah ngebahas soal MIAW (Mental Illness Awareness Week), kali ini kita mau coba nambah awareness kamu tentang hal ini. Tentang mental illness, penyakit kejiwaan atau gangguan kejiwaan. Meskipun kita ngomongin tentang pikiran (jiwa) dan tubuh (fisik) secara terpisah, pada kenyataannya dua hal ini hampir seperti dua sisi mata uang. Keduanya berpengaruh satu sama lain tapi menunjukkan manifestasi yang berbeda. Jadi, kalau salah satu terganggu dipastikan yang lain juga terganggu.

Sama kayak tubuh yang secara fisik bisa jatuh sakit, begitu juga dengan pikiran, keadaan ini disebut gangguan jiwa. Gangguan jiwa adalah penyakit yang dialami oleh seseorang yang mempengaruhi emosi, pikiran dan tingkah laku mereka. Gangguan jiwa bisa dialami oleh siapa saja, anak-anak, remaja, dewasa atau bahkan lanjut usia.

Bagi sebagian orang gangguan jiwa dianggap sebagai suatu penyakit yang dikaitkan dengan dengan gangguan tingkah laku yang berat seperti tindak kekerasan, agitasi, perilaku seksual yang tidak pantas. Gangguan ini biasanya dikenal dengan gangguan jiwa berat kayak Schizophrenia.

Daftar teratas penyakit kejiwaan

Ada beberapa jenis gangguan kejiwaan yang berpotensi membahayakan, melukai atau mengancam jiwa pasien atau orang lain disekitarnya, sebaiknya kita tau ciri-cirinya dan melakukan tindakan terapi yang tepat. Paling nggak nih ya, ada puluhan bahkan ratusan jenis gangguan kejiwaan. Berikut ini adalah daftar teratas penyakit kejiwaan yang paling banyak pengidapnya.

  1. Schizophrenia

Schizophrenia adalah gangguan psikologis/kejiwaan yang disebabkan oleh kelainan secara kimiawi pada otak, yang pada akhirnya mengganggu fungsi sistemik dan impuls syaraf otak. Kondisi ini mengakibatkan kegagalan fungsi otak untuk mengolah informasi dari dan ke panca indera, kemudian muncul proyeksi yang tak seharusnya. Nggak semua pengidap Schizophrenia mengalami gejala yang sama. Halusinasi auditori biasa terjadi pada pengidap Schizophrenia, tapi mereka lebih cenderung mendengar suara-suara yang datang dari beberapa objek luar tubuh mereka daripada di dalam pikiran mereka.

Tanda-tanda umumnya:

  • Muncul halusinasi entah itu secara visual, pendengaran biasanya berupa proyeksi ingatan masa lalu atau yang lainnya

  • Tingkah laku abnormal & berdasarkan insting

  • Delusi adalah keyakinan bahwa seseorang seolah-olah mengalami sesuatu yang sebenarnya nggak terjadi

  • Penderita biasanya nggak bisa ngebedain yang nyata dan nggak nyata

  • Komunikasi kacau, suka menyendiri dan nggak bisa dikontrol

Faktanya, berdasarkan riset medis hampir 10 % penderita Schizophrenia melakukan bunuh diri atau melakukan tindakan kekerasan pada orang lain disekitarnya. Seharusnya, penderita Schizophrenia mendapatkan dukungan, kasih sayang, perhatian dari keluarga dan perlunya ada pendamping (caregiver).

  1. Bipolar Disorder

Gangguan bipolar, adalah gangguan otak yang menyebabkan perubahan yang nggak biasa pada suasana hati, energi, tingkat aktivitas, dan mempengaruhi kemampuan untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Biasa dikenal sebagai penyakit manik-depresif.

Karena Bipolar adalah gangguan/kelainan secara kimiawi pada sistem syaraf otak yang mempengaruhi mood atau suasana hati, seperti kegembiraan atau kesedihan bahkan depresi mendalam, dan sangat ekstrim (perubahannya sangat cepat) dan bertahan dalam durasi waktu yang lama. Selebihnya, penderita gangguan bipolar juga bisa mengalami perubahan suasana hati yang rumit/multi emosi. Gangguan bipolar bisa merusak hubungan sosial, pekerjaan atau sekolah, dan bahkan bunuh diri.

Tanda-tanda umumnya:

  • Merasa senang tanpa alasan yang jelas

  • Mudah tersinggung

  • Menyangkal bahwa dirinya sedang sakit

  • Berbicara cepat

  • Tidak bertanggungjawab secara sosial, seperti berperilaku seksual yang tidak pantas

  • Kurang tidur

  • Mencoba melakukan banyak hal tetapi tidak satupun mampu diselesaikan

  1. Psychopath

Theodore Robert Bundy atau yang dikenal Ted Bundy, psikopat kenamaan dalam sejarah kriminal Amerika Serikat dan dunia. Foto: wikipedia.org

Psychopath berasal dari kata psyche berarti ‘jiwa’ dan pathosi yang berarti ‘penyakit’. Kalau diartikan secara harfiah, psychopath berarti sakit jiwa. Nah, psychopath beda dengan kegilaan (skizofrenia/psikosis), karena seorang psychopath, biasanya prilakunya antisosial dan sering merugikan orang-orang terdekat tanpa empati sedikitpun, meskipun mereka menyadari seluruh perbuatannya.

Tanda-tanda umumnya:

  • Jago banget ngebohong

  • Punya kemampuan menguasai emosi orang lain bahkan memanipulasinya

  • Biasanya lemah dalam mengontrol emosi dan sanggup menyimpan dendam dalam waktu yang lama, menunggu ada kesempatan untuk membalas

  • Cerdas, sering memanipulasi ekspresi

  • Nggak punya empati atas rasa sakit atau kedukaan orang lain

  • Egois

Nggak semua psikopat jadi pembunuh berdarah dingin, tapi pada kenyataanya mereka selalu jadi sumber masalah dikomunitasnya.  Mungkin contoh lain psikopat adalah koruptor.

  1. Obsesif Compulsif Disorder

Obsesif Compulsif Disorder adalah kondisi dimana seseorang nggak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi obsesinya, yang sebenarnya tidak diharapkan dan mengulang beberapa kali perbuatan tertentu agar bisa mengontrol pikirannya tadi dengan tujuan menurunkan tingkat kecemasannya. Gangguan obsesif-kompulsif sebenernya gangguan kecemasan dimana dalam kehidupan pengidapnya didominasi oleh repetisi dari pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan secara berulang-ulang (kompulsi) dengan tujuan menurunkan kecemasannya.

Penderita gangguan ini mungkin sudah berusaha untuk melawan pikiran-pikiran menganggu yang muncul secara berulang-ulang, tapi mereka nggak mampu menahan dorongan untuk melakukan tindakan berulang tadi untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja.

Tanda-tanda umumnya:

  • Melakukan suatu tindakan berulang-ulang

  • Selalu resah, Penderita OCD tidak bisa lepas dari rasa resah, cemas, tertekan dan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini

  • Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan yang dirasakannya

  • Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya

Penyebabnya nggak diketahui. Gangguan obsesif-kompulsif nggak ada kaitannya dengan karakteristik atau kepribadian seseorang. Orang yang memiliki kepribadian obsesif-kompulsif cenderung bangga dengan ketelitian; kerapian dan perhatian terhadap hal-hal kecil; tapi orang yang memiliki gangguan obsesif-kompulsif, biasanya merasa tertekan dengan kemunculan perilakunya yang ngga bisa dikontrol. Mereka jadi ngerasa malu kalau perilaku-perilaku tadi dipertanyakan oleh orang yang melihatnya karena melakukan pekerjaan yang secara berulang-ulang. Mereka berusaha mati-matian untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

  1. Dissociative Identity Disorder / Multiple Personality Disorder

Gangguan identitas disosiatif adalah gangguan jiwa yang bisa mengakibatkan terbentuknya dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Masing-masing individu dengan ingatan sendiri, kepercayaan, perilaku, pola pikir, cara melihat lingkungan dan diri mereka sendiri.

Tanda-tanda umumnya:

  • Penderita ngerasa nggak mendiami tubuh mereka sendiri dan menganggap diri sebagai orang yang asing atau tidak nyata

  • Mengalami distorsi waktu, amnesia, dan penyimpangan waktu

  • Berubah-ubahnya kondisi penderita, dan ini terjadi saat satu kepribadian bertukar dengan kepribadian lain

  • Sakit kepala dan muncul keinginan bunuh diri

  1. Self-harm/self-injury

Self-injury adalah perilaku yang dilakukan seseorang untuk mengatasi rasa sakit emosional dengan cara melukai diri sendiri. Banyak orang, terutama remaja, yang menderita berbagai gangguan mental mengatasi rasa sakit batin mereka dengan merusak fisik dirinya sendiri, paling sering dengan memotong. Beberapa penderita self-injury merugikan diri mereka sendiri berulang-ulang selama bertahun-tahun tanpa mengalami cacat permanen yang akan mengancam kehidupan mereka, dan nggak menutup kemungkinan jika mereka benar-benar mencoba untuk mati.

Tanda-tanda umumnya:

  • Sulit mengendalikan emosi

  • Nggak bisa ngurus diri sendiri

  • Nggak suka sama dirinya sendiri

  • Nggak suka perubahan, entah itu dalam kehidupan sehari-hari maupun pengalaman baru

  • Hipersensitif sama yang namanya penolakan

  • Sangat agresif

  • Biasanya mengalami depresi dan stres berat

Berdasarkan realitanya, kalo ketemu sama orang yang mengalami masalah kejiwaan seperti ini, mereka bisa sangat menikmati ketika sedang melukai dirinya sendiri atau dengan cara melukai diri/mengancam membunuh diri  untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

  1. Kecemasan (Ansietas/Anxiety)

Kecemasan adalah sensasi perasaan takut dan gelisah, hampir sama sih kayak depresi, perasaan ini dianggap normal dalam beberapa situasi. Misal, seorang siswa yang mau ujian dia bisa ngerasa gelisah dan tegang, tapi masih mampu mengatasinya. Seperti dengan depresi, kecemasan bakal jadi penyakit jika dia hilang dalam waktu yang lama biasanya lebih dari dua minggu, mempengaruhi kehidupan sehari-hari atau menimbulkan gejala yang lebih berat.

Tanda-tanda umumnya:

  • Merasa jantung berdetak cepat, pusing, sakit kepala, gemetar diseluruh tubuh

  • Merasa seolah-olah sesuatu yang mengerikan akan datang, merasa takut, was-was, cemas, khawatir

  • Terlalu khawatir akan masalahnya atau kesehatannya, berpikir seolah-olah akan mati, kehilangan kontrol, terus menerus memikirkan hal-hal yang membuatnya tertekan meskipun sudah berusaha menghentikannya

  • Menghindari situasi yang menimbulkan ketakutan seperti ditempat ramai atau kendaraan umum, kurang tidur

Gangguan cemas yang sering terjadi:

Panik: Adalah ketika kecemasan muncul tiba-tiba pada serangan yang berat, biasanya cuma berlangsung beberapa menit. Serangan ini berkaitan dengan gejala fisik kecemasan yang berat dan bikin seseorang ngerasa ketakutan seolah-olah sesuatu yang mengerikan akan terjadi.

Fobia: Ketika seseorang merasa takut (sering disertai panik) tapi hanya pada keadaan tertentu seperti tempat ramai, dalam bis, tempat tertutup, dan pada situasi sosial tertentu misalnya ketemu dengan orang lain. Orang yang mengalami fobia seringkali menghindar dari keadaan-keadaan yang bisa bikin dia cemas, pada kasus yang berat penderita bahkan nggak mau keluar rumah sama sekali.

  1. Antisocial Personality Disorder

Individu dengan Antisosial Personality Disorder sering kurang empati dan cenderung terkesan nggak berperasaan, sinis, dan menghina perasaan, hak, dan penderitaan orang lain. Dalam bersikap dan berprilaku, penderita nggak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain ataupun masyarakat secara umum di sekitarnya. Orang yang kepribadian antisosial secara konsisten melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap hak-hak orang lain dan sering melanggar norma.

Tanda-tanda umumnya:

  • Kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial yang berkaitan dengan perilaku yang normal menurut masyarakat umum

  • Berkali-kali berbohong, penggunaan alias atau anonimus, menipu orang lain untuk keuntungan atau kesenangan pribadi

  • Impulsif

  • Mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain

  • Konsisten untuk nggak bertanggung jawab , gagal mempertahankan perilaku kerja yang konsisten atau menghormati kewajiban keuangan

  • Nggak menyesal atas kesalahan yang diperbuat

Mitosnya, seseorang yang menghindari interaksi sosial adalah “antisosial”. Hal ini sebagian besar adalah kesalahan semantik. Antisocial Personality Disorder yang terjadi pada orang dewasa yang secara konsisten mengabaikan hak orang lain dengan berperilaku keras, berbohong, mencuri, atau secara umum bertindak sembarangan tanpa mempertimbangkan keselamatan diri sendiri atau orang lain.

Penyebab gangguan kejiwaan

  1. Peristiwa yang sangat menekan.

Namanya hidup, pasti banyak banget pengalaman di dalamnya. Beberapa diantaranya bisa bikin orang sangat khawatir dan tertekan. Hampir semua orang bakal belajar gimana cara menghadapi peristiwa ini dan melanjutkan hidup. Tapi, kadang-kadang hal ini bisa menyebabkan timbulnya gangguan jiwa. Misalnya, kematian orang yang dicintai, masalah ekonomi, kesepian, konflik rumah tangga, kekerasan, trauma dan lain-lain.

  1. Latar belakang keluarga yang sulit.

Orang yang masa kecilnya nggak bahagia karena kekerasan atau penelantaran secara emosional biasanya lebih rentan menderita gangguan jiwa semacam depresi atau kecemasan saat dewasa.

  1. Penyakit otak.

Retardasi mental, demensia dan gangguan emosional yang disebabkan infeksi otak, cedera kepala, epilepsi dan stroke. Sebenernya, belum ada patologi otak yang berhasil dikenali pada banyak kasus gangguan jiwa. Meskipun ada bukti yang menunjukkan bahwa banyak gangguan bisa disertai dengan perubahan kimiawi otak seperti neurotransmitter.

  1. Hereditas atau genetik.

Ini adalah faktor yang penting dalam gangguan jiwa berat. Tau nggak, kalau salah satu orang tua mengalami gangguan jiwa, resiko anaknya akan mengalami gangguan jiwa sangat kecil. Tapi bukan berarti nggak mungkin.

  1. Gangguan medis

Penyakit fisik seperti gagal ginjal, penyakit hati, kadang-kadang bisa menyebabkan gangguan jiwa. Beberapa jenis obat-obat tertentu juga ada yang dapat menimbulkan depresi.

Seharusnya, ketika kita mengalami atau menemui masalah seperti ini pada diri kita atau orang lain, harus melakukan konsultasi ke Psikiater atau Psikolog  untuk menganalisa masalah yang dialami sebenarnya, kemudian diberikan saran-saran  tindakan terapi atau obat yang tepat. Jadi, kalau kamu atau ada teman kamu yang ngerasa kayak gini, sebaiknya temenin dia, dan segera cari bantuan.

[]

*dikutip dan disadur dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition.
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Pramesti Krisna

Pramesti Krisna

There are a lot of things I wish I would have done, instead of just sitting around and complaining about having a boring life - Kurt Cobain
Pramesti Krisna

Latest posts by Pramesti Krisna (see all)

Comments

comments