20 + 2 =

20 − 1 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Hey buat kamu para penggila berat novel. Sudah baca Inferno-nya Dan Brown ? Kalau ya, pasti kamu merasakan efek magis yang sama ketika membayangkan betapa antik dan indahnya kota Florence (Firenze) di Italia. Novel ini memang terbilang istimewa, karena selain mengajak pembaca untuk mengikuti petualangan penuh misteri sang Profesor Simbologi, Robert Langdon, buku ini juga memberikan banyak pengetahuan akan sejarah tersembunyi di Eropa yang akan memperkaya wawasan pembacanya.

IMG_3300

Membaca sebuah novel sejarah karya Dan Brown, tidak akan lepas dari karya seniman-seniman besar. INFERNO. Adalah salah satu Bab dalam sebuah buku kumpulan syair Dante Alighieri yang berjudul Divine Commedy. Sebuah cerita yang mengurai tentang perjalanan alam mimpi sang Penyair menuju Neraka Bawah Tanah. Konon katanya, syair-syair ini tercipta dari rasa sakit hatinya kepada Beatrice, satu-satunya perempuan yang dicintainya namun memilih untuk menikahi laki-laki lain. Rasa cinta Dante yang begitu berkobar namun tak berbalas, bagaikan sebuah neraka kehidupan yang akhirnya berujung ke kematian. Selain karena patah hati terhadap Beatrice, Dante juga menuangkan seluruh perasaannya yang mendalam akan kecintaan-nya pada Kota kelahirannya, Florence. Dante pada masa itu dianggap sebagai kritikus dan penentang yang berbahaya oleh pihak gereja Katolik, karenanya ia diusir keluar dari Florence dan menderita kesedihan yang sangat hebat. Hingga akhirnya dalam masa pengucilannya, Dante membuahkan karya-karya puisi yang terus bergaung hingga saat ini.

Robert Langdon, tokoh utama dalam buku “Inferno” menjelajah Florence dan Venice untuk memecahkan teka-teki keberadaan virus vektor (virus wabah) yang diciptakan oleh seorang Ilmuwan Transhumanis, Bertrand Zorbrist yang juga sangat mengagumi karya Dante. Virus ini dibuat sebagai ambisinya untuk menyelamatkan ras manusia dari kepunahan akibat populasi yang melonjak drastis, yang berarti pengurangan jumlah manusia dengan cara pemusnahan massal. Dalam misinya untuk menggagalkan rencana buruk ilmuwan Zorbrist, Langdon harus mengunjungi beberapa tempat bersejarah seperti Museum, basilique, cathedral, yang juga menjadi jejak perjalanan Kehidupan Dante di abad ke-16. Kisah yang disajikan secara epic dan mendetil oleh Dan Brown juga bisa menginspirasi pembaca untuk berziarah ke Italia, negara yang melahirkan seniman pada masa Renaissans yang terkenal. Michaelangelo, Botticelli, Da Vinci, Raphael, Bellini, adalah para pelukis yang terinspirasi oleh sajak Dante, dimana karya-karyanya yang megah masih bisa kita lihat di bangunan-bangunan bersejarah di Eropa hingga saat ini.

Informasi yang melimpah dalam novel ini bisa menjadi acuan untuk menjelajah Kota Florence dan Venice. Jadi kalau kamu berkesempatan pergi ke Italia, nggak clueless-clueless amat melihat bangunan-bangunan disana yang sesungguhnya sarat akan sejarah tersembunyi pada jaman kegelapan Eropa. Atau sebagai turis, kamu bingung mau memulai dari mana, daripada tersesat dan nggak puguh di negeri orang, nih kita kasih contekannya.


  1. Porta Romana, Florence 
Porta Romana

Porta Romana

Florence pernah menjadi kota yang dikelilingi tembok. Gerbang batu Porta Romana dibangun pada tahun 1326. Walaupun sebagian besar tembok perbatasan kota telah dihancurkan berabad-abad lalu, Porta Romana masih tegak berdiri hingga saat ini yang menjadi gerbang menuju kota tua. Di depan gerbang ini terdapat patung besar karya Pistoletto. Menurut cerita, gerbang tersebut pernah menjadi lokasi Fiera Dei Contratti – Bazar Kontrak – tempat ayah menjual anak mereka ke perkawinan kontrak.

  1. Palazzo Vecchio, Florence

Palazzo Vecchio

Palazzo Vecchio

Awalnya dibangun sebagai pusat kekuasaan Pemerintah Italia yang di masa kini menjadi simbol tertua Florence. Di dalam bangunan ini terdapat patung-patung maskulin, yang menampilkan tubuh lelaki telanjang, seperti patung Neptune karya Ammannati. Di dalam Palazzo terdapat Hall of the Five Hundred  (Il Salone Dei cinquecento) yang terkenal sebagai ruangan terbesar pada masanya. Ruangan ini dipenuhi beberapa lukisan terbaik Florence juga mural-mural yang memiliki sejarah panjang. Di ruangan ini Robert Langdon mencari maha karya Vasari “Battle of Marciano” untuk menemukan pesan misterius dalam tulisan kecil “CERCA TROVA”. Yang artinya secara harfiah “Cari & Temukan”.

  1. Instituto Statale d’Arte, Florence
isittuto

Instituto Statale d’Arte

Institut Seni ini dibangun oleh Keluarga Medici, penguasa sekaligus pelindung paling murah hati dalam dunia seni. Daftar orang yang menerima perlindungan serta komisi berlimpah pada masa itu diantaranya Da Vinci, Galileo dan Botticelli. Lukisan Boticelli yang paling terkenal, Birth of Venus adalah pesanan Lorenzo de’Medici, yang meminta lukisan sensual untuk digantungkan di atas ranjang sepupunya sebagai hadiah pernikahan. Seorang pematung muda asal Florence yang sangat berbakat juga diboyong pindah ke istana Medici hingga akhirnya mengukir dua patung yang paling terkenal sepanjang sejarah – Pieta dan David. Kini kita mengenal pematung itu sebagai Michaelangelo.

  1. Boboli Gardens – Palazzo Pitti, Florence
pitti-palace-boboli-long

Boboli Gardens

Obyek wisata populer berupa hamparan hutan, labirin, gua dan monumen yang menuju ke Palazzo Pitti. Taman ini diatur oleh talenta luar biasa Niccolo Tribolo, Giorgio Vasari dan Bernardo Buontalenti yang mempunyai bakat estetika hingga akhirnya menciptakan mahakarya lansekap di kanvas seluas 45 hektar.

  1. L’andito – Palazzo Vecchio, Florence 
L'andito

L’andito

Adalah sebuah ruang sempit di dalam musium Palazzo Vecchio tempat dipamerkannya patung kematian Dante. Topeng ini dibuat tidak lama setelah Dante meninggal, yakni dengan cara melumuri wajah mendiang dengan plester. Setelah mengeras, plester diangkat. Jadilah sebuah replika mendetail dari wajah sang mendiang. Praktik ini dilakukan untuk mengenang orang-orang terkenal dan jenius. Dante, Shakespeare, Voltaire, Picasso, semuanya punya topeng kematian. Selain itu, di dalam musium ini juga terdapat kotak etalase yang memajang salah satu edisi “The Divine Comedy” karya Dante yang dicetak paling awal, sekitar tahun 1400an oleh Johann Numeister. Sebuah buku tua bersampul kulit yang sangat langka.

  1. Laurentian Library, Florence
Laurentian Library

Laurentian Library

Perpustakaan tua ini mempunyai satu tangga spektakuler yang dirancang oleh Michaelangelo. Tangga yang menuntun ke ruang baca umum pertama di dunia. Buku-buku disana dirantai pada kursi-kursi agar tidak bisa dibawa keluar oleh siapapun. Tentu saja, karena kebanyakan bukunya merupakan edisi satu-satunya di dunia.

  1. Hall of Geographical Maps – Palazzo Vecchio, Florence

Sala Carte Geografiche

Adalah sebuah ruangan megah di dalam Palazzo Vecchio yang berisi koleksi dramatis 53 peta yang dilukis tangan di atas kulit sebagaimana dunia digambarkan pada tahun 1550. Terdapat satu bola dunia besar Mappa Mundi setinggi 180cm. Bola dunia berputar (globe) terbesar di zamannya. Di balik salah satu lukisan, yakni peta Armenia terdapat lorong rahasia. Sebuah dunia tersembunyi yang dulunya hanya bisa diakses oleh Duke yang berkuasa dan orang-orang terdekatnya pada saat itu.

  1. Museo Casa Di Dante, Florence
Museo Casa di Dante

Museo Casa di Dante

Museum Dante (Rumah Dante ) ini terletak di Via Santa Margerita. Di dalamnya terdapat replika karya-karya masyur terkait Dante dari seluruh dunia. Museum yang kerap kali disebut sebagai Dante’s House ini bukanlah rumah yang pernah ditinggali Dante. Bangunan tua dari abad ke -14 ini dijadikan museum untuk mengumpulkan memorabilia sang Penyair, yang menurut cerita rumah ini milik saudaranya, sedangkan Dante tinggal beberapa blok dari situ.

  1. La Chiesa di Santa Margherita Dei Cerchi, Florence
Gereja dante

La Chiesa di Santa Margherita Dei Cerchi

Dikenal sebagai Gereja Dante. Sebuah rumah ibadah kecil yang merupakan destinasi populer penggemar setia Dante yang menghormatinya sebagai tanah suci tempat terjadinya dua momen penting dalam kehidupan sang penyair Agung. Menurut cerita, di gereja inilah, pada usia sembilan tahun Dante pertama kali melihat Beatrice Portinari, wanita yang dicintainya seumur hidup. Namun Dante patah hati ketika Beatrice menikahi lelaki lain dan gadis itu mati muda pada usia 24 tahun. Di gereja ini pula Dante menikahi Gemma Donati, yang merupakan pilihan buruk karena Dante tidak mencintainya. Salah satu kumpulan puisi Dante yang terkenal, La vita Nuova, melimpah dengan syair puja-puja bagi Beatrice. Kini gereja Dante menjadi kuil bagi mereka yang patah hati, yang menderita akibat cinta tak berbalas. Makam Beatrice sendiri ada di dalam gereja ini, dan menjadi tujuan ziarah para penggemar Dante.

  1. Katedral Santa Maria Del Fiore (Il Duomo), Florence
Cathedral Santa Maria del Fiore

Cathedral Santa Maria del Fiore

Katedral ini terdapat di Piazza Del Duomo, yakni Lapangan luas dengan kompleks bangunan yang merupakan pusat spiritual kuno Florence. Katedral ini sarat akan drama dan intrik yakni persaingan keras untuk memilih arsitek yang akan menyelesaikan kubahnya. Filippo Brunelleschi akhirnya memenangi kontrak pembangunan kubah yang terbesar pada masanya. Hingga kini, patung Brunelleschi dapat dilihat duduk diluar Palazzo Dei Canonici, menatap puas pada adikaryanya.

  1. The Baptistry of San Giovani, Florence
The Baptistry of San Giovani

The Baptistry of San Giovani

Rumah pembaptisan Dante dan sejumlah tokoh terkenal. Bangunan ini berbentuk oktagonal yang terkait dengan simbolisme dalam Kristianitas, angka 8 yang merepresentasikan kelahiran dan penciptaan kembali. Rumah pembaptisan ini adalah salah satu bangunan paling menarik di Florence dengan karya mozaik yang spektakuler sehingga zaman dulu mengklaim bahwa rumah pembaptisan tersebut menyerupai surga sesungguhnya. Langdon dalam buku ini berkata “Jika kau tahu kemana harus melihat, Florence adalah Surga”.

  1. Ghiberti Gates of Paradise, Florence
Ghiberti Gates of Paradise

Ghiberti Gates of Paradise

Adalah pintu utama rumah pembaptisan yang berlapis perunggu karya Lorenzo Ghiberti yang menurut cerita dirampungkan dalam waktu 20 tahun. Seperti sebuah Alkitab dalam perunggu, setiap panel dalam pintu tersebut menggambarkan adegan penting dari kitab perjanjian lama. Mulai dari Taman Firdaus hingga Musa dan kuil Raja Salomo. Selama berabad-abad semua orang memperdebatkan pilihan mereka mana panel yang terbaik. Akhirnya berdasarkan konsensus umum, pemenangnya adalah kisah Yakub dan Esau – panel tengah di kolom sebelah kiri. Namun ada sebuah cerita rahasia, bahwa, setelah terpaan banjir, vandalisme, dan polusi udara selama setengah milenium, diam-diam kedua pintu bersepuh emas itu ditukar dengan replika yang persis sama, dan pintu yang asli di simpan di Museo dell’Opera Del Duomo untuk direstorasi. Jadi sebetulnya, apa yang sedang dikagumi oleh para wisatawan adalah barang palsu.

  1. Katedral Santo Markus (St. Mark’s Basilica), Venesia
Cathedral St Mark's Venice

Katedral Santo Markus

Merupakan salah satu spesimen terbaik Arsitektur Bizantium di Eropa. Dalam bahasa Arsitektur, Basilica bermakna gereja bergaya Bizantium timur. Sebagai replika Basilika Justinian of the Holy Apostles di Konstantinopel, Basilika Santo Markus sangat bergaya ketimuran karena mirip dengan bangunan masjid-masjid di Turki. Di dalamnya terdapat tempat persembunyian harta karun, koleksi mahal yang terdiri dari 283 ikon, perhiasan, dan cawan hasil jarahan di Konstantinopel.

Di atas puncak gereja, terdapat patung Santo Markus, dan Singa Bersayap sebagai maskot kota Venesia. Di bawah singa emas, gereja Santo Markus memamerkan salah satu harta paling tersohornya yaitu The Horses of St.Mark’s – Kuda-kuda Santo Markus – yang berhasil dijarah dari Konstantinopel selama perang salib. Pada tahun 1797, ketika Napoleon menaklukkan Venesia, patung tersebut dibawa ke Paris dan dipajang diatas Arc de Triomphe. Akhirnya, pada 1815, menyusul kekalahan Napoleon di Waterloo, kuda-kuda tersebut diturunkan dan dikirim kembali ke Venesia dan kini dipajang di Basilika Santo Markus. Layaklah apabila dikatakan bahwa patung kuda-kuda Santo Markus menjadi “Karya seni yang paling sering dicuri dalam sejarah”.

  1. San Geremia Church, Venesia
San Geremia Church

San Geremia Church

Tempat Santa Lucia, santa pelindung orang buta dimakamkan. Konon katanya Lucia begitu cantik sehingga semua lelaki bernafsu terhadapnya. Jadi, agar Lucia tetap murni bagi Tuhan dan untuk menjaga keperawanannya, ia mencongkel kedua matanya sendiri. Dan sebagai ganjarannya, Tuhan memberikan Lucia sepasang mata yang lebih indah. Terdapat sekitar dua puluh lukisan Old Master (pada tahun 1800an) yang memggambarkan Santa Lucia membawa bola matanya diatas nampan. Yang mengerikan, kitab suci-lah yang menginspirasi Lucia untuk memutilasi dirinya sendiri, dan menghubungkan namanya dengan nasihat terkenal Kristus : “Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkil lah dan buanglah itu.”

  1. Il ponte Dei Sospiri, Venesia
Il ponte dei Sospiri

Il ponte dei Sospiri

Bisa disebut juga sebagai Jembatan Desah – The Bridge of Sighs. Jembatan terkenal di Venesia yang konon menurut legenda, jika sepasang kekasih muda berciuman di bawah jembatan ini pada saat matahari terbenam, ketika lonceng-lonceng basilika Santo Markus berdentang, mereka akan saling mencintai untuk selamanya. Namun menurut cerita lainnya, sebenarnya Jembatan Desah mendapat namanya bukan dari desah gairah, melainkan desah penderitaan. Ternyata jembatan tertutup itu adalah penghubung antara Istana Doge dan penjara, tempat para tahanan menderita dan mati, erangan penderitaan mereka menggema keluar dari jendela-jendela berkisi di sepanjang kanal sempit.

Alright, Happy Traveling and Enjoy Italy. Buona Fortuna !

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.

Comments

comments