8 − 3 =

4 × three =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Pertanyaan semacam ini pasti pernah terlintas di kepalamu saat melihat banyaknya Billboard/Baliho/Spanduk yang terpampang di jalanan seantero kota Samarinda yang dibubuhi dengan muka para pejabat atau “orang penting” dari pemkot, dinas, partai atau ormas terkait. Kamu pasti tergelitik untuk mencerca orang-orang ini yang kok kayaknya narsis banget ya nampilin mukanya gede-gede di depan publik? apalagi kalau desain yang menyertai muka yang terpampang itu juga gak digarap dengan baik, pasti makin semangat deh nyinyirinnya.

Tapi sebenernya ada alasan-alasan logis tentang kenapa muka para Pejabat dan Orang Penting ini dengan entengnya diumbar ganal-ganal di depan publik. Alasan-alasan ini bakal bikin nyinyiran kamu mental gitu aja. Apa aja sih alasannya? yuk ah disimak…

Disclaimer: Artikel ini TIDAK MENYERANG PIHAK MANAPUN. Kami menginginkan adanya diskusi yang sehat dan cerdas. Foto-foto yang ditampilkan sengaja kami blur agar tidak ada pihak yang tersinggung.

Biar Dikenal

20151208_151056

Ini Alasan yang paling logis dan lumrah soal kenapa muka para pejabat ini begitu getol muncul di Billboard/Baliho/Spanduk. Kalau mereka gak coba mengenalkan dirinya dengan cara seperti ini, gimana kamu bisa tau keberadaan mereka? Gimana kamu bisa liat penampakan nyata mereka? Okelah, kamu bisa liat di koran, tapi seberapa banyak sih anak muda sekarang mau baca koran dan bener-bener menyimak isinya apalagi halaman yang isinya “berat” dan diisi para kepala dinas dan kepala pemerintahan? Kamu bisa ngapalin muka mereka semua? Susah kan? Jadi media Billboard dengan maksimal mereka manfaatkan karena kamu semua perlu tahu siapa mereka. Sebenernya untuk mudahnya kalau mau ingin lebih dikenal sih cukup masuk ke situs andalan kita semua undas.co, mereka aja yang belum tau nih.

Biar Terasa Dekat

20151208_151308

Mereka-mereka yang ada di pemerintahan adalah orang-orang sibuk yang gak bisa sembarangan kamu temui setiap harinya. Wajar lah karena mereka punya betuyuk agenda setiap harinya yang jauh lebih penting daripada sekedar bersua denganmu. Jadi please jangan baper lah, kamu masih bisa memandangi mereka dari kejauhan kok di jalan-jalan raya. Masih gak ngerasa deket? Foto aja billboardnya dan jadiin wallpaper smartphone kamu. Gimana? Udah ngerasa dekat?

Biar Dipilih

20151208_150411

Nah, kalo kamu sudah mengenal dan merasa dekat dengan mereka, besar harapannya kamu akan mau memilih mereka saat diselenggarakannya pemilihan kepala daerah atau pemilihan-pemilihan lainnya nanti. Mereka akan punya keunggulan dibanding calon lainnya karena at least fotonya pernah kamu liat di Billboard segede Gundam.

Biar hasil kerja kerasnya keliatan

Kita memang cenderung suka ngeremehin orang-orang yang duduk di pemerintahan. Seringkali kita menganggap mereka gak berkerja dengan baik, padahal mereka bisa berada di posisi tinggi seperti sekarang tentunya karena hasil kerja keras. Nah, sebagai penghargaan dari hasil kerja keras mereka sendiri, para petinggi inipun lantas merasa sah-sah saja memasang pencapaian diri di depan rakyat yang seolah gak mau peduli.

Biar seragam kayak yang lain

Pikir mereka, jika pendahulunya sudah melakukan hal yang sama dan berhasil, ngapain coba hal yang baru? Konon protokolernya sudah begini sejak jaman dahulu kala. Jadi buat apa dipersoalkan lagi? Yang penting semua senang.

Biar Gak Repot

20151208_150211

Karena ngedesain sesuatu sehingga terlihat mantap itu gak mudah. Salah-salah ntar malah masuk artikelnya undas.co yang menyoal desain terburuk di Samarinda. Dan desainernya jadi mikir, ini biar diterima atasan masukin desain yang gimana ya? Masa iya pake simbol-simbol atau Psychological Image ribet yang kemungkinan atasannya pun gak ngerti? Si desainer yang udah ada janjian kongkow di Starbucks pun mencari solusi tercepat. Yak! Cukup masukin foto sang pejabat, besar kemungkinan desainnya akan diterima dengan baik. Voila! Pekerjaannya selesai dan kini ia bisa update status di Starbucks sambil ngejajanin temennya berkat uang fee dari proyek desain billboard tadi.

Biar kayak di luar negeri

Kamu pikir yang kayak gini cuma ada di Samarinda? Salah besar, di luar negeri pun mainnya begini nih…

Ron Paul Pic_edit

Biarin Aja lah, duit mereka ini…

Bikin Billboard dan ditempatkan di area premium di tengah kota itu udah pasti gak murah ya. Biayanya tu udah bisa buat biaya kamu resepsi nikahan. Tapi ya siapa kita buat ngeprotes apa yang mereka lakukan selama ini? Itu kan duit mereka sendiri. jadi biarlah mereka melakukan apapun yang dianggap perlu jika memang memakai budget sendiri? Gimana kalo misalnya itu duit rakyat? Atau dari APBD? Nah itu yang salah dan kalo emang terjadi harus diusut tuntas. Karena gak ada rakyat yang mau hak yang harusnya didapat dilarikan jadi bentuk promosi pribadi yang nguntungin hanya segelintir pihak.

Biarin Aja Lah, Kamu pun akan melakukan hal yang sama kan?

Because, let’s face it. Kita semua adalah manusia dan manusia punya kecendrungan untuk narsis. Bedanya kamu cuma bisa narsis di social media gratisan, sementara mereka-mereka yang punya kekuatan dan sokongan dana memadai ini bisa narsis di tengah kota.

Gimana? Kamu jadi ngerti kan soal kenapa para pejabat menampilkan wajahnya langsung di setiap media promosi berbentuk Billboard, Baliho maupun spanduk? Suka atau nggak ini udah jadi ciri tersendiri yang mewarnai kehidupan di kota ini. Kamu pasti punya opini tersendiri soal ini deh. Kita pengen banget tau opini kamu soal ini. silahkan sampaikan disini opini kamu. Dua komentar yang terpilih sebagai yang terbaik bakal dapet Trucker Hat + Pin Undas yang maha keren!

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Rhesa Arisy

Rhesa Arisy

CEO at Undas.Co
Pada suatu hari Rhesa Arisy membaca buku biografi Steve Jobs dan mendapati fakta bahwa orang itu adalah pecundang yang kuliahnya tidak selesai, namun berhasil membangun sebuah perusahaan yang sangat sukses bernama Apple. Terinpirasi fakta tersebut Rhesa Arisy pun memberanikan diri untuk berhenti kuliah di semester 13. Apakah lantas ia bisa menjadi sesukses Steve Jobs? Nope. Not at all. Ia cuma bisa jualan produk Apple dan jadi penulis kontributor di Situs humor terbesar di Indonesia. But Now Rhesa Arisy trying harder to be a Succesful College Dropout like Steve Jobs, dengan menjadi founder dan leader dari sebuah startup company yang punya kepedulian terhadap kemajuan kotanya yang konon diisi orang-orang terkeren di kota tersebut. Undas!

Comments

comments