three × three =

16 + one =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Mitos seputar HIV/AIDS yang masih ditelan mentah-mentah. Mempercayainya justru peluang terinfeksi semakin besar. Mau tahu apa saja?

 

Sejak kali pertama dideteksi di tahun 1981, hampir 30 tahun HIV/AIDS telah diselimuti mitos dan kesalahpahaman. HIV (Human Immunodeficiency Virus ) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah dua hal yang berbeda, namun sebagian besar penduduk dunia -bahkan lingkungan kita- masih menganggap dua nama yang berpredikat horror ini nyaris serupa. HIV adalah virus yang menghancurkan sel kekebalan tubuh, dalam hal ini sel yang diserang adalah CD4, sehingga kekebalan tubuh (imunitas) berkurang. Sementara, AIDS adalah suatu kondisi jika seseorang memiliki HIV serta infeksi oportunistik tertentu atau jumlah sel CD4 di bawah 200.

Nah, dalam beberapa kasus, mitos-mitos keliru malah mendorong perilaku yang menyebabkan sangat banyak orang untuk menjadi HIV-positif. Lalu apa saja mitos-mitos tersebut? Berikut adalah sepuluh mitos tentang HIV/AIDS, bersama dengan fakta-fakta untuk sengketa mereka. Dan mungkin kamu selama ini telah menelan mentah-mentah mitos tersebut.

  1. HIV TIDAK menular melalui kontak fisik

Fakta. HIV tidak ditularkan melalui sentuhan, keringat, air mata, dan juga air liur.

foto: morganmckinley.ie

foto: morganmckinley.ie

HIV menular melalui darah, sperma, cairan vagina, dan ASI. Asalkan darah dan cairan penderita tersebut masuk ke sistem peredarah darah tubuhmu, semisal luka, transfusi darah (ini pun peluang tertularnya reltif kecil), hubungan seks tanpa kondom, jarum  suntik, atau mendapatkan tato dari peralatan yang tidak steril atau persalinan. Jadi kamu tidak tertular atau menularkan HIV karena memeluk, mencium, berjabat tangan, memakai handuk, atau memakai peralatan makan-minum yang sama.

  1. HIV menular melalui gigitan nyamuk

Mitos. Faktanya nyamuk tidak menginjeksikan kembali darah inang yang dihisap sebelumnya ke inang yang baru.

foto: youtube.com

foto: youtube.com

Walaupun HIV menular melalui darah, gigitan nyamuk tidak termasuk salah satunya. Kamu akan aman-aman saja ketika pergi ke tempat yang banyak nyamuknya sekalipun dan duduk bersebelahan dengan penderita HIV/AIDS yang sedang garuk-garuk karena habis digigit nyamuk. Dan kamu tidak tahu kemana perginya si nyamuk yang habis menggigit si penderita? Jangan khawatir nyamuk tidak ‘memuntahkan’ kembali darah yang sudah dihisapnya, terlebih HIV rentang hidupnya terlalu pendek di tubuh serangga. Jadi sekali lagi HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk.

  1. Ketika terinfeksi HIV, hidupku akan segera berakhir

Mitos. Faktanya survivor HIV/AIDS bisa bertahan hidup melawan penyakitnya dan hidup layaknya orang normal dengan perawatan medis yang tepat.

foto: social.rollins.edu

foto: social.rollins.edu

Secara fakta seseorang yang terinfeksi HIV tidak serta merta akan mengidap AIDS. Dengan bantuan obat-obatan yang membantu sistem kekebalan tubuh seperti antiretroviral, penderita HIV/AIDS bisa bertahan, hidup normal, dan produktif, asalkan menjaga diri dari terpaparnya sumber infeksi. Hal yang paling susah didapat adalah dukungan penuh kepada si penderita untuk tidak dianggap layaknya ancaman yang menakutkan. Itulah perlunya deteksi dini dengan melakukan test HIV. Bukankah masuk akal dengan mengetahui sumber penyakitnya kita bisa menanganinya sesuai peruntukkannya? Musuhi penyakitnya, jangan jauhi penderitanya.

 

  1. HIV bisa diketahui lewat gejalanya

Mitos. HIV tidak bisa dideteksi melalui gejala umum. Lakukan test uji laboratorium untuk mendapatkan hasil yang akurat.

foto: wikipedia.org

foto: wikipedia.org

Rasa khawatir berlebih atau paranoia dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Tanda-tanda HIV pada sebagian orang tidak tampak selama bertahun-tahun setelah terinfeksi. Namun sebagian lagi menunjukkan gejala HIV dalam waktu 10 hari sampai beberapa minggu setelah infeksi. Indikasi seorang pengidap HIV mirip dengan flu atau mononukleosis dan mungkin termasuk demam, sariawan menahun, kelelahan, ruam, dan sakit tenggorokan. Biasanya menghilang setelah beberapa minggu dan kemungkinan tidak akan melihat gejala tersebut lagi selama beberapa tahun. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kamu terifeksi HIV atau tidak adalah dengan tes uji laboratorium.

  1. Penderita HIV-positif masih bisa punya keturunan

Fakta. Resiko penularan dari ibu ke bayi selama masa kehamilan bisa dicegah dengan penanganan medis yang tepat.

foto: pinterest.com

foto: pinterest.com

HIV memang bisa ditularkan ke bayi selama masa kehamilan atau persalinan. Namun, resiko penularan ke bayi ini dapat dicegah dengan secara teratur mendapatkan perawatan dari dokter. Wanita hamil dengan HIV dianjurkan mengkonsumsi obat untuk mengobati infeksi mereka dan untuk melindungi bayi mereka terhadap virus.

  1. Tanpa dompet yang tebal kamu tidak akan bertahan melawan HIV

Mitos. Ada banyak program-program pemerintah, kelompok nirlaba/NGO dan beberapa perusahaan farmasi yang dapat membantu menutupi biaya HIV / obat AIDS.

foto: lifestyle.yahoo.com

foto: lifestyle.yahoo.com

Perlu diketahui jenis obat HIV/AIDS termasuk mahal. Bicarakan dengan organisasi atau layanan HIV/AIDS mengenai bantuan keuangan untuk pengobatan HIV dan AIDS. Beberapa dukungan baik itu finansial dan moril terhadap penderita bisa diakses dengan mudah melalui mesin pencari atau tagar. Sejumlah LSM/NGO lokal dan internasional bahkan peduli secara khusus tentang pendampingan dan dukungan penuh terhadap penderita, semisal Lembaga Advokasi dan Rehabilitasi Sosial (LARAS). Jalan satu-satunya untuk memperbaiki kualitas hidup bagi si penderita sendiri adalah terbuka dan tetap punya semangat. Sila cek daftar LSM-Institusi HIV/AIDS melalui tautan berikut ini.

  1. HIV/AIDS menginfeksi siapa saja

Fakta. HIV/AIDS bukan penyakit kutukan, atau hanya diidap oleh golongan tertentu.

hiv

 Sekitar 56.000 orang di AS terkena HIV dan 18.000 orang yang mengidap AIDS meninggal setiap tahunnya. Siapapun bisa terjangkit HIV – pria, wanita, anak-anak, gay/homoseksual atau heteroseksual. Terdapat 53% pria gay yang terinfeksi HIV setiap tahunnya. Perempuan mendapat infeksi baru sebanyak 27%, dan anak-anak 13%. Hampir setengah dari infeksi baru HIV setiap tahunnya berasal dari Afrika dan Amerika.

“Tanpa Infeksi Baru, Tanpa Kematian Karena AIDS, dan Tanpa Stigma dan Diskriminasi”

Begitu tema perayaan Hari Aids Sedunia 2015 yang jatuh pada 1 Desember dan sepanjang bulan Desember tahun ini. Dari data WHO, hingga saat ini, diperkirakan ada 35,3 juta orang hidup dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Sepanjang 1981 dan 2012 saja, AIDS telah membunuh lebih dari 36 juta orang di seluruh dunia. Dukungan dan deteksi dini terhadap HIV/AIDS terbukti bisa mencegah penularan dan mempertahankan kualitas hidup penderitanya.

Yuk komentar di bawah jika kalian pernah mempercayai mitos-mitos diatas. Atau yang mau membagi informasi seputar HIV/AIDS di kolom komentar?

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Related Articles

The following two tabs change content below.
Alfian Meidianoor

Alfian Meidianoor

Editor in Chief at Undas.Co
Cat buff yang tertarik dengan semua hal yang berkaitan dengan gothic romanticism, benda langit dan fisika modern, zombie apocalypse, rilisan analog dan skena D.I.Y yang lebih aktif.

Comments

comments