seventeen − four =

seventeen + four =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Sebuah malam yang menggembirakan dan dramatis di Stadion Palaran untuk seluruh masyarakat kota Samarinda. Lewat gol tunggal dari Ponaryo Astaman di babak extra time, Pusamania Borneo Football Club (PBFC) akhirnya mengalahkan Madura United dengan skor tipis 1-0 dan berhasil menjadi juara di ajang Piala Gubernur Kaltim 2016. Ada 5 alasan yang sangat tepat tentang kenapa PBFC memang sangat layak menjadi Juara Piala Gubernur Kaltim yang pertama ini.

1. This is East Borneo!

Photo by PBFC Media

We Are The Champions! For Samarinda, For East Borneo! Photo by PBFC Media

Sesuai namanya, Piala Gubernur Kaltim diselenggarakan di 3 kota termaju di provinsi Kalimantan Timur: Samarinda, Balikpapan dan Tenggarong. masing-masing kota diwakili oleh tim kebanggaan masing-masing: PBFC, Persiba dan Mitra Kukar. Bagi ketiga klub tersebut, Tentunya ada surplus ambisi untuk mendapatkan Piala bergengsi ini di kandang sendiri. Sayangnya Persiba dan Mitra Kukar tampil melempem di penyisihan grup dan di babak semifinal. PBFC yang memang sudah tampil perkasa sejak penyisihan grup pun akhirnya mengemban tugas mulia menjadi penyelamat gengsi Kaltim dan lolos ke Final. Ketika sudah di Final pun PBFC lebih percaya diri karena fakta bahwa mereka belum pernah kalah ketika bermainn di kota Samarinda sejak April 2014. Kepercayaan diri berbuah manis dan perjuangan dituntaskan dengan apik.

2. Strategi Transfer Brilian

Tiga transfer pemain asing yang sukses. photo by msports.net

Tiga transfer pemain asing yang sukses. photo by msports.net

Setelah gagal di semifinal Piala Jendral Sudirman. PBFC bebrbenah bukan hanya dengan dengan mempertahankan core team (Ponaryo Astaman, Terens Puhiri, Arpani dan Diego Michiels) tapi juga menambahkan pemain-pemain asing yang tepat seperti Edilson Tavares, Tarik Boschetti dan Yoo Jae-Hoon. Edilson dan Tarik adalah pemain muda asal Brasil yang elegan dan kelasnya tampak lebih baik dari pemain-pemain asing muda usia lainnya di Indonesia, sementara Yoo Jae-Hoon adalah kiper senior asal Korea Selatan yang lama di Indonesia membela Persipura dan memiliki kemampuan goalkeeping yang sudah sangat teruji. Ketiga pemain ini memberi kontribrusi yang sangat luar biasa atas capaian gelar juala Piala Gubernur. Yoo Jae-Hoon bahkan hanya kebobolan satu kali sepanjang jalannya turnamen. Ini semua berkat strategi transfer yang tepat sasaran.

3. Peningkatan Kemampuan Fisik

1457954010686

Jaino Matos Mampu mengemban tugas berat dengan baik. photo by PBFC Media

Pusamania Borneo FC memiliki struktur tim yang jelas nan berkelas dan kesempurnaan bukan hanya dituntut diatas lapangan tapi juga diluar lapangan. PBFC satu dari sedikit tim di Indonesia yang mempekerjakan seorang pelatih fisik dan memakai metode pendekatan Sport Science. Tugas itu diemban Jaino Matos, Orang Brasil yang di PBFC jabatan resminya adalah sebagai Manager Performance Analysis. Inilah resep utama peningkatan kemampuan fisik para pemain PBFC. Peningkatan ini bisa terlihat jelas dalam babak extra time di final melawan Madura United, disaat lawan mulai kelelahan, para pemain PBFC masih bisa tampil penuh semangat dan spartan, hal yang mungkin tidak dapat terjadi jika Jaino Matos tidak berada dalam tim PBFC.

4. Pusamania

Photo by PBFC Media

PUSAMANIA tak pernah diam. Photo by PBFC Media

Selain berkat latihan fisik yang mumpuni, semangat para pemain PBFC juga tersulut berkat keberadaan Pusamania yang pada akhirnya menjadi suporter terbaik di turnamen ini dan berhak atas hadiah Rp50 Juta. Kelompok suporter Pusamania memang benar-benar total dalam mendukung langkah PBFC di Piala Gubernur kali ini, didukung piula oleh fakta bahwa mereka dengan nyaman berada di rumah sendiri, totalitas yang ditunjukan juga semakin nyata dampaknya. Unggul dalam jumlah kuantitas maupun kualitas, rasa-rasanya memang tidak akan ada yang menyangkal bahwa peran pusamania sangat vital dalam kesuksesan di turnamen ini, seakan-akan mereka menjadi pemain keduabelas yang setiap aksinya bisa membantu perjuangan tim di atas lapangan.

5. Mental Juara

photo by PBFC Media

Presiden klub PBFC Nabil Husein Said Amin merayakan keberhasilan timnya menjadi juara. photo by PBFC Media

Kini PBFC sudah berusia 2 tahun dan dalam rentang usia yang terbilang masih pendek tersebut sudah berhasil merengkuh 2 gelar juara. Juara Divisi utama pada 2014 dan kini Juara Piala Gubernur Kaltim 2016. Dari awal tim milik Presiden klub Nabil Husein Said Amin ini memang memiliki visi dan misi yang jelas, yaitu menjadi juara dan bikin harum nama Kota Samarinda. Dan sejauh ini apa yang telah diniatkan dari awal terus berjalan lancar. Dengan mental juara yang sudah tertanam di tubuh klub, tidak akan mengherankan jika di masa mendatang PBFC akan menjadi penguasa dominan di kancah sepakbola nasional. Kalau sudah begini ya kita semua warga Samarinda patut berbangga

Kamu punya alasan lain tentang kenapa PBFC memang paling layak menjadi juara Piala Gubernur Kaltim 2016? Silahkan beri komentar di kolom komen…

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Rhesa Arisy

Rhesa Arisy

CEO at Undas.Co
Pada suatu hari Rhesa Arisy membaca buku biografi Steve Jobs dan mendapati fakta bahwa orang itu adalah pecundang yang kuliahnya tidak selesai, namun berhasil membangun sebuah perusahaan yang sangat sukses bernama Apple. Terinpirasi fakta tersebut Rhesa Arisy pun memberanikan diri untuk berhenti kuliah di semester 13. Apakah lantas ia bisa menjadi sesukses Steve Jobs? Nope. Not at all. Ia cuma bisa jualan produk Apple dan jadi penulis kontributor di Situs humor terbesar di Indonesia. But Now Rhesa Arisy trying harder to be a Succesful College Dropout like Steve Jobs, dengan menjadi founder dan leader dari sebuah startup company yang punya kepedulian terhadap kemajuan kotanya yang konon diisi orang-orang terkeren di kota tersebut. Undas!

Comments

comments