two × three =

14 + 10 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Author: Luna Joya

Jadi juara di parade band? Diundang tampil di luar kota? Single lagunya jadi chart nomor 1 selama 4 minggu di radio? Band pembuka konser artis ibu kota? Atau tampil di gigs lokal bergengsi? Itu semua sudah dirasakan oleh TitleLittle, band indie Samarinda yang terdiri dari Dia (vokal), Reza (bass), Abiem (gitar), dan Ridho (drum).

Berdiri pada 31 Januari 2010, TitleLittle sudah mengalami beberapa kali bongkar pasang personel. Sebelumnya, band ini bernama Blue Signal dengan Shelly sebagai vokalis, Arul sebagai gitaris, Angga sebagai keyboardist, Reza sebagai bassist, dan Dino sebagai drummer.

1459863326329

Pada 2011, vokalis digantikan oleh saya (penulis), Luna, dan Oji sebagai pengganti drummer. Di tahun ini juga Blue Signal mengubah namanya menjadi TitleLittle. Keyboardist TitleLittle, Angga kemudian keluar dari TitleLittle pada 2014. Lagi pada tahun yang sama, Oji digantikan oleh Ridho dan saya diganti oleh Dia pada 2015.

DSC_9217

Ada penulis di sini (paling kanan).

Lantas apa yang membuat band ‘kecil’ ini bisa memperoleh begitu banyak prestasi?

  1. Percaya Diri

Awal dibangun, tidak pernah menyangka TitleLittle bisa bertahan selama ini. Personel yang terdiri dari pelajar SMA yang berasal dari sekolah yang berbeda-beda, bisa dibilang masih ingusan. Oji, yang waktu itu masih menjadi drummer pernah berkelakar,

“Kalau memang masih muda dan skill diragukan ya prinsip kita ‘style first, skill later’ aja,”

Style maupun skill memang dua faktor penting sebagai performer, karena itu yang akan dilihat orang. TitleLittle sendiri selalu berusaha meningkatkan skill masing-masing personel. Sembari meningkatkan skill, percaya diri untuk show up tetap dipegang teguh. Percaya diri juga yang membuat band ini bisa dikenal.

DSC_0236

  1. Berani Tampil Beda

Berani tampil beda tapi gak melupakan jati diri. Jati diri band anak SMA dengan lagu pop khasnya. TitleLittle atau yang sering disebut TL, membuat genre musiknya sendiri yaitu Sweet Pop. Band ini di-influenced oleh Vierra, Paramore, dan Hey Monday, yang juga merupakan band khas anak muda pada zamannya.

Berani beda gak cuma diwujudkan dari berani menciptakan genre musik sendiri. Carilah hal-hal langka yang bisa kalian isi, dari sisi style, ataupun aksi panggung, dan masih banyak yang lainnya.

  1. Kenal Banyak Musisi Lokal

Banyak teman, banyak gigs. Apalagi kalau teman kita adalah musisi senior. Jangan pernah sungkan berkenalan dengan mereka. Zaman pun sudah semakin canggih. Coba follow dan sapa mereka di media sosial. Setelah mengenal, mereka pasti gak tanggung-tanggung untuk membantu band kalian atau bahkan bisa diajak tampil di gigs yang sama.

Bukan cuma diajak nge-gigs, TitleLittle pernah menemui kemudahan saat rekaman. Selain itu, saat mengadakan album launch party, band lain bersedia membantu jadi guest star dan dihost sama Fajrina Melani, drummer band metal Crossfire.

DSC_0408

  1. Mau Berpartisipasi

Apakah itu lomba atau undangan, jangan pernah takut untuk menunjukkan band kalian. Ngomong-ngomong soal ikut dalam suatu event, kalian harus menjaga hubungan antarpersonel sebaik mungkin. Untung-untung kalau punya teman yang bisa membantu mengatur atau me-manage. Yang namanya ikut event, ada hal yang harus jadi modal. Entah dari sisi keuangan, latihan terus-menerus, kekompakan outfit atau baju, dan masih banyak lagi.

TL sendiri sudah terlibat di banyak event sejak awal berdiri. Jadi salah satu performer di Hiruk Pikuk 2012 dengan Efek Rumah Kaca sebagai guest star-nya. Sebelum tampil, kami berbincang dengan MC. Kebetulan waktu itu saya yang ditanya,

“Sebelumnya pernah dengar apa itu Hiruk Pikuk?”

Dengan polosnya saya menjawab, “Gak,”

Meskipun terdengar konyol, tetapi saya malah selalu bangga mengingatnya. Kami yang bahkan tidak tahu tentang acara itu, malah diundang menjadi salah satu band pengisi. Something and unforgettable.

Salah satu yang juga berkesan adalah ikut dalam ajang pemilihan band nasional untuk diproduseri di perusahaan major label pada 2014. Meski tak lolos dalam tingkat provinsi, paling tidak TL mendapat pujian salah satu juri dari Nagaswara.

“Tidak heran melihat penampilan band kalian yang sudah 4 tahun berdiri. Lagunya juga sudah menjual,”

Saat membawakan lagu “Red” oleh Taylor Swift dan lagu sendiri berjudul “Move On”.

  1. Giat Berkarya

Ide yang sebenarnya cukup berani bagi TL adalah membuat minialbum. Tak ada yang ditopang soal dana, tapi tekad yang kuat mampu mewujudkan mimpi band ini. Dulu sebelum saya bergabung, Reza dan Angga sudah pernah menciptakan lagu berjudul “Dialah Milikku” dan “Terindah”. Ketika saya masuk saya mencoba menyodorkan lagu karangan saya, “Galau”. “Terindah” dan “Galau” sempat di-record di studio rekaman.

DSC_7389

Seiring waktu sambil terus tampil di berbagai event, waktu untuk berkumpul terus dilakukan. Itu jadi moment kami mengumpulkan materi lagu. Sampai pada akhirnya, pentolan band ini, Reza menginisiasi pembuatan EP perdana.

EP pertama TL diselesaikan di Legend Studio pada 2013-2014. Lahirlah Love System, EP berisi empat lagu di antaranya, “Inikah”, “Galau”, “Since We’re Not Together Again”, dan “Move On”. Perbincangan mengenai nama album dilakukan di Fourtis Studio, studio latihan langganan TL. Tanpa sadar, empat lagu tadi saling berhubungan sehingga kami menyebutnya Love System. Kalian akan menemukan lirik jatuh cinta di lagu “Inikah” dan “Galau” dalam suatu hubungan di lagu “Galau”, dan memutuskan untuk berpisah di lagu “Since We’re Not Together Again”, dan akhirnya harus move on di track terakhir, “Move On”.

Love System berhasil terjual sebanyak kurang lebih 200 keping.

  1. Jadi Pohon yang Kokoh Diterjang Angin

Percaya dengan kemampuan kalian, dan ciptakan apa yang ingin kalian ciptakan. Sisanya, kalian pasti punya telinga-telinga yang akan mendengar karya kalian. Tidak perlu ragu soal itu. Dan sebaliknya, ada juga yang tidak ber-selera melihat band kalian. Kalau sudah begitu, bisa saja kalian mendapat kritik pedas level 100. Hampir semua band pasti pernah merasakannya, salah satunya TL. Fokus pada hal-hal positif, seperti perasaan “nothing beats singing in front of people who actually can listen”.

1459863312327

  1. Humble

Ini hal yang sangat penting. Kalau belum apa-apa sudah sombong, mau dibawa kemana? Itulah mengapa, Titlelittle punya banyak teman yang waktu akan perform pasti selalu ikut. Sepi penonton sudah sering dihadapi band ini di awal-awal dirintisnya TL. Teman-teman yang datang jadi sangat menolong agar mood saat di panggung tetap positif.

Itulah tujuh hal yang bisa kalian contoh dari band ini.

Band remaja yang beranjak dewasa pasti akan mengalami pendewasaan musik juga, jika ingin bertahan di bidang ini. TitleLittle sudah mengeluarkan single terbaru mereka berjudul Kembali sebagai awal pendewasaan musiknya tahun lalu. Lagu ini juga menjadi single pertama yang dibawakan oleh vokalis baru TitleLittle, “Dia”.

Seperti band-band lain yang juga pernah mengalami hal yang sama. Bergantinya personel memang melahirkan hal yang baru meskipun tak mengubah total citra sebuah band. Everything happens for reasons. Seperti juga teman-teman lain yang lebih dulu hengkang dari grup ini, saya pun memiliki alasan personal saat mengundurkan diri. Personel baru berarti rezeki baru.

Theo Nugraha, musisi musik noise yang sekarang menetap di Kalimantan Tengah memberikan komentarnya untuk TitleLittle.

“Seperti anak muda lainnya, semangatnya kelihatan sekali. Memang bagus, suasana dalam band itu hidup. Beberapa kali melihat livenya, musik dan aksi panggungnya cocok.”

Mungkin bukan satu-satunya band remaja yang berjaya pada masanya. Sebut saja grup seangkatan, Sweet Coffee yang sudah pernah merilis single-nya, “Stuck on You”. Tetapi semangat dari band ini patut ditiru bagi kamu, remaja yang punya passion di musik dan masih merintis karier musikmu.

Kamu bisa mendengar karya mereka di Soundcloud: titlelittleband

Berikut adalah salah satunya.

[]

Semua foto adalah koleksi pribadi.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Comments

comments