three + 10 =

7 + 17 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Saya pikir pertama kali dihubungi oleh undasdotco, karena tulisan yang di blog. Tapi ternyata karena video di YouTube, ya? Hahaha!”

GOTW Indah_4251

Tawa pun pecah di pojokan living room lantai atas sebuah rumah yang juga merangkap percetakan ternama di tepi jalan Dr. Soetomo. Beragam pembicaraan mulai dari acara televisi, bisnis kuliner, YouTube-ing, cita-cita, hingga tipe kawula muda di kota Samarinda, ada di sana. Obrolan hangat dan akrab terjadi siang itu, bersama Indah Permata Sari. Wanita ketiga untuk edisi Galuh of the Week bulan Mei, yang bertema Video Girl.

Ditanya tentang ide awal untuk membuat rangkaian video yang diunggahnya ke YouTube, tanpa ragu wanita lulusan Universitas Tarumanegara, Jakarta ini menjawab,

Waktu itu saya masih penyesuaian sebagai ibu baru, anak saya masih kecil, dan setiap hari disibukkan dengan pekerjaan. Saat istirahat di malam hari pun, pilihan untuk menghibur diri amat terbatas. Percaya atau tidak, saya tidak begitu suka dengan acara-acara televisi nasional. Kalaupun ada, itu pun ditayangkan pada saat larut malam, sementara saya harus kembali bekerja keesokan paginya. Dari situlah, saya iseng membuka beberapa saluran di YouTube.”

Pertama kali saya tertarik dengan Chandra Liow. Dalam benak saya, dia dan teman-temannya itu masih muda, namun bisa membuat hobi yang mendatangkan uang. Kalau ingat di saat saya masih seusia mereka, kok saya seperti membuang-buang waktu saat kuliah dulu.” Tambahnya, dengan sedikit sesal tersirat.

Membuat vlog tentu tak semudah yang kita lihat begitu disebarkan ke laman media sosial. Perlu gawai yang mendukung, waktu untuk mengedit, kesempatan untuk merekam, kuota dan kestabilan internet, serta yang paling penting, adalah konsep yang menarik.

Video saya ini justru dibuat tanpa konsep yang mendetail. Yah, jalan gitu aja. Makanya, berantakan.”

Di situ dilihatkan, sebuah acara festival kuliner di sebuah halaman parkir sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Muhammad Yamin. Indah tampak menikmati beberapa sajian. Hal ini memberikan sebuah bahan untuk undasdotco, menanyakan pendapatnya mengenai maraknya festival serupa di tengah kota Samarinda, dengan jarak waktu yang hampir berdekatan. Jawaban yang ia lontarkan pun agak menohok.

GOTW Indah_8499

Acara-acara seperti ini, apa bedanya dengan pasar malam yang berpindah-pindah? Tinggal ditambah pemanis seperti musik, permainan dan hadiah, siapapun yang mempunyai kenalan dan keadaan keuangan yang cukup, bisa membuatnya. Kebetulan saya berteman dengan beberapa orang yang menyelenggarkan acara jenis ini, makanya saya cukup tahu bahwa konsep yang disajikan itu bias jadi mirip antar satu dengan yang lain.”

Mengapa tidak ikut berbisnis di bidang makanan, seperti teman-teman yang lain?

Pernah sekali, punya keinginan untuk berbisnis kuliner. Tapi saya enggan, karena tidak semuanya bias laku terjual. Ada seorang sahabat yang bahkan memberitahu saya, bahwa tipe masyarakat di Samarinda ini sukar untuk ditebak. Sebuah restoran atau gerai yang khusus menjual makanan, akan ramai pada bulan-bulan pertama. Selanjutnya, belum tentu. Saya pun menarik kesimpulan, bahwa orang Samarinda ini, pembosanan.”

Membosankan, seperti apa?

Kalau saya ke Jakarta, saya pasti akan mencari warteg, dan menyantap makanan di sana setiap hari. Karena jika tidak saat itu, kapan lagi? Beda halnya, jika warteg-warteg itu kemudian diboyong ke Samarinda, tentu akan berbeda. Jenis warteg di sini beda halnya dengan ibukota. Baik bumbunya, lauknya, atau suasananya.”

“Mungkin karena pada dasarnya, banyak orang di sini yang justru merasa lebih puas jika mengeluarkan uang di kota-kota besar yang lain. Sehingga di Samarinda, tak sedikit tenant-tenant besar pun terseok menjalankan operasionalnya, ketika kebosanan sudah melanda para konsumen di sini.”

GOTW Indah_2927

Lalu, bagaimana dengan anak muda kota Samarinda sendiri?

Anak-anak muda di sini, mostly, cenderung telat untuk peduli terhadap gagasan atau karya. Pola pikir mereka masih di seputar bersaing siapa yang terlebih dulu mengabadikan diri di tempat nongkrong terbaru, menghadiri acara yang seharusnya bisa dikesampingkan, atau hal yang bersifat jangka pendek. Di Jakarta, anak-anak muda di sana sudah membuat kelompok untuk membuat start-up, dan menarik investor menyumbangkan dana di proyek yang mereka buat.”

Alur obrolan bersama pemilik akun Jordan’s Momma di YouTube ini pun seperti berubah menjadi semacam diskusi. Namun berjalan dengan irama yang menyenangkan. Lulus dengan IPK 3,34 Jurusan Public Relation, menjadi sebuah dasar komunikasi yang apik. Belum lagi ketika ia berbicara mengenai cita-citanya untuk membuat sebuah buku.

GOTW Indah_7880

Hari Buku Nasional memang sudah berlalu. Namun undasdotco kembali menanyakan, buku apa yang terakhir kali dibaca. Ia pun menyebutkan sebuah buku karangan Cindy Beall, satu buah buku tentang rohani, dan terakhir, buku bertemakan Ibu dan Anak. Semua buku yang ia baca pasti akan dibaca dan dipelajari sampai tuntas. Salah satu buku yang ia puji adalah karangan broadcaster kenamaan asal Amerika Serikat, Larry King. Ia belajar tentang bagaimana harus jujur, termasuk jujur ketika mengudara sebagai penyiar di radio Heartline beberapa tahun lalu.

Ia juga berencana akan membuat satu vlog bertemakan banyaknya food festival di Samarinda. Apakah hasilnya akan sama dengan video tantangan memakan lima bungkus mi goreng instan dalam tiga menit? Kita tunggu saja. Masih banyak yang ingin diceritakan, dan terlampau sedikit waktu yang tersedia. And the last, here is her videos. Enjoy!

 

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Related Articles

The following two tabs change content below.
Tony Sitania
Aries, Sanguinis, doyan Yoga. Namaste!

Comments

comments