6 + 1 =

two × three =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

“Bro, enaknya nongkrong dimana dulu kita?” atau “Wal, cepatnya pang jam segini bulik, nongkrong-nongkrong dulu lah sini”, adalah pertanyaan dan ajakan yang sudah tidak asing lagi didengar di percakapan masyarakat sekitar, terlebih masyarakat Samarinda. Budaya ‘nongkrong’ telah banyak menjamur di kota-kota besar di Indonesia dan hal itu juga sedang ngehits di kota tepian beberapa tahun belakangan. Sejatinya, budaya nongkrong cukup identik dengan budaya ngopi. Nongkrong atau kongkouw-kongkouw telah menjadi sarana berkumpulnya beberapa orang yang saling bertukar ide, pemahaman serta pandangan tentang suatu hal yang menurutnya menarik untuk dibahas. Nongkrong bakal lebih asik kalau ditemani secangkir kopi atau teh atau minuman lainnya (sesuai selera masing-masing) dan kudapan (snack ringan) agar nongkrong dan ngobrolnya terasa lebih lengkap.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan budaya nongkrong di Samarinda tidak lepas dari semakin maraknya persaingan kuliner. Para penggiat usaha kuliner tersebut menyajikan tempat yang comfy sekaligus menghidangkan makanan-makanan yang enak dan unik demi menarik para pelanggan untuk sekedar mampir di kedai maupun kafe mereka. Tapi jangan salah, istilah nongkong pada zaman sekarang pun sudah lebih luas pengertiannya. Nongkrong enggak hanya sebatas di kafe-kafe saja, nongkrong juga bisa dilakukan di tempat-tempat ‘kekinian’ yang tidak kalah menarik dan tentunya ringan di ongkos karena murah meriah (murmer). Tujuan nongkrong pun sekarang sudah bermacam-macam wujudnya. Ada yang memang pure ngumpul buat rapat kecil,atau bersantau bersama rekan-rekan, ada yang tujuannya biar dapat wi-fi gratis, bahkan ada pula yang tujuannya hanya agar tetap dianggap hits, enggak gaul atau kudet, dan enggak kalah sama orang lain.

Kali ini UNDAS.CO akan ngebahas tentang jenis-jenis golongan orang Samarinda berdasarkan tempat tongkrongannya. Yah, syukur-syukur bisa jadi pengetahuan tambahan buat kamu dan jadi referensi yang nunjukin kamu sebenarnya di golongan yang mana sebagai “anak nongkrong.”

Anak Sekolahan    

Jangan lupa bayar lah wal. foto: kaskus.co.id

Jangan lupa bayar lah wal. foto: kaskus.co.id

Siapa bilang anak sekolahan cuma bisa nongkrong di kantin sekolah? Anak sekolah zaman sekarang mah pada gaul semua. Anak sekolah zaman sekarang khususnya anak SMP dan SMA udah bisa nongkrong dimana-dimana dan udah pada tau tempat nongkrong yang ngehits yang ada di Samarinda. Kalau boleh dibilang, anak sekolahan memaknai kata nongkrong sebagai wujud ke-eksis-an mereka. “Nggak nongkrong enggak gaul” kalo kata mereka. Nongkrongnya anak sekolahan itu gampang ditebak alurnya: cari tempat yang banyak tempat duduknya, pesan makan dan minum, gosip soal sekolah atau cowok-cewek kece di sekolah dan embel-embel yang lain sambil haha hihi,pulang. Sesederahana itu. Anak Sekolahan kalau nongkrong enggak bakal mikirin hal yang ribet-ribet. Mereka gak akan mikirin itu duit nongkrong dari hasil minta orangtua, yang penting gaul dan ngumpul bareng teman-teman jalan terus. Tapi enggak semua anak sekolahan memilih kafe atau tempat-tempat yang hits sebagai tempat nongkrongnya. Anak Sekolahan Samarinda tau banget cara memanfaatkan wilayah tepian sungai mahakam jadi area nongkrong yang tetap asik. Cuma perlu modal sedikit untuk beli makanan ringanan/minuman terus ngobrol ngalur ngidul deh sama teman-teman. Yang jelas, bagi anak sekolahan hakikat dari nongkrong adalah “bisa ngumpul dan ketawa bareng teman-teman, urusan duitnya darimana dan buat dibeliin apa aja hitungannya belakangan.”

Tempat nongkrong anak sekolahan antara lain: Kafe murmer, indomaret plus, tepian, Islamic Centre, tempat makanan cepat saji.

Anak Kuliahan

Lain anak sekolah, lain pula tempat tongkrongan anak kuliahan. Anak kuliahan terbilang cukup hati-hati dalam mencari tempat tongkorangan (karena melihat dari berbagai macam aspek, yang paling utamanya melihat dari segi biaya). Anak kuliahan dalam hal nongkrong harus punya hitungannya masing-masing, terlebih yang ngekost. Tempat nongkrong bagi anak kuliahan gak harus yang mahal dan elit, yang penting murah dan ada wi-fi. Yah, mahasiswa bakal mikir buat masuk kafe yang gak ada wi-fi nya. Itu karena bagi sebagian anak kuliah, wi-fi di kafe itu sudah kayak ‘hidangan utama’, saking berharganya sebuah wi-fi yang ada di kafe. Kalaupun enggak ke kafe, biasanya anak kuliahan akan pergi nongkrong ke angkringan.

Yok, nge-jossy! foto: referensiusaha.wordpress.com

Yok, nge-jossy! foto: referensiusaha.wordpress.com

Angkringan termasuk primadona baru di kancah tempat nongkrong anak kuliahan. Walaupun angkringan di Samarinda lebih ‘eksklusif’ ketimbang angkringan di kota gudeng, angkringan masih sangat diminati oleh anak-anak kuliahan Samarinda karena harganya yang masih terjangkau oleh dompet. Soal tujuan nongkrong pun anak kuliah punya misi yang berbeda-beda. Dari yang nongkrong buat tujuan melepaskan sedikit beban setelah sibuk kuliah, ngerjain tugas, ngegibhah, sampai ada yang jadi wi-fi hunter a.k.a jagoan download demi bisa nonton film series yang udah ditunggu-tunggu kelanjutannya. Menariknya, bagi anak kuliahan nongkrong tidak harus dengan makanan atau minuman yang melimpah. Hanya dengan satu minuman + gadget di tangan dan beberapa teman satu geng mereka bisa betah berlama-lama nongkrong di satu tempat, enggak peduli pengunjung lain sudah banyak datang dan pergi. Yang penting ada wi-fi aja,deh.

Orang Kantoran

Cek kalender dulu ya, jangan-jangan tanggal tua nih. foto: www.danasojff.top

Cek kalender dulu ya, jangan-jangan tanggal tua nih. foto: www.danasojff.top

Orang kantoran tentu saja lebih fleksibel dalam memilih tempat nongkrong. Itu karena mereka tidak perlu lagi punya penghitungan ekstra buat biaya nongkrong yang harus dikeluarkan. Selera nongkrong orang kantoran lebih terfokus pada kebutuhan dan kenyamanan. Kalau sudah menemukan tempat nongkrong yang nyaman, orang kantoran biasanya akan lebih sering berkunjung ke satu tempat tersebut atau malah hanya mau nongkrong di tempat yang itu-itu saja. Tongkrongan orang kantoran biasa diisi oleh kegiatan yang sifatnya multi function, dimana selain bisa rileks dari kerjaan di kantor biasanya ada beberapa orang yang melihat tempat nongkrong sebagai lahan koneksi serta bisnis. Orang kantoran pun ada 2 tipe dalam dunia nongkrong. Orang kantoran yang elit biasanya akan memilih tempat nongkrong seperti premium coffeshop atau kafe-kafe elit yang cukup terkenal. Adapula orang kantoran yang sederhana yang lebih memilih angkringan atau warung kopi sederhana, alih-alih harus menghabiskan banyak uang hanya demi prestise semata. Yah, semua tetap kembali lagi pada selera dan kenyamanan masing-masing.

Itulah jenis-jenis golongan orang Samarinda yang bisa dilihat berdasarkan tongkrongannya. UNDAS.CO hanya berpesan, “boleh nongkrong asal sesuai sama kantong.”  

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.

Comments

comments