nineteen + 13 =

five × 2 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
foto: Daniel Evison

foto: Daniel Evison

MEDIA SOSIAL. Meski membantu kita untuk mudah terhubung dengan orang lain tanpa di batasi ruang dan waktu (tsah~) Kamu nggak bisa terlepas dari kemungkinan menjadi emosional karena sosial media. Kenapa sih banyak orang marah-marah di media sosial? Karena…

1. Posting-an / Artikel di Media Sosial Bisa Mempengaruhi Mood seseorang

Menurut sebuah studi tahun 2014, emosi ternyata bisa menular di media sosial. Kamu mungkin pernah ngalamin apa yang disebut “penularan emosi” secara pribadi. Misalnya, posting-an yang berbau negatif atau positif biasanya juga akan mempengaruhi pembacanya. Seolah-olah pembacanya juga ikutan ngerasain hal yang sama. Mendingan sih hindarin posting negatif, dan bikin posting kamu sendiri positif. Jika kamu kebetulan terjebak dalam posting-an negatif, segeralah beralih dengan cari unggahan yang lucu dan menyenangkan. Sak metal-metal penampilan seorang mas-mas. Ia akan luluh juga ketika nonton video kucing. Sebuah studi 2012 menemukan bahwa melihat foto-foto anak anjing dan menonton video mpus lucu ternyata bisa meningkatkan suasana hati dan produktivitas seseorang.

Kalau nggak mau emosi. Jangan tanggepin postingan negatif berbau provokatif. HAH? APAH? Kamu yang bikin postingan negatif berbau provokatif dan menyinggung SARA? mungkin kamu….

2. Kurang Tidur

Sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan University of California, Berkeley, menemukan kalau kurang tidur ternyata bisa merangsang daerah otak tertentu yang mempengaruhi proses emosional manusia termasuk meningkatkan perasaan cemas.

“Ketika seseorang kurang tidur, aktivitas di amigdala dan korteks insular daerah otak meningkat. Dan efek ini lebih diperkuat pada orang yang secara alami sering mengalami kegelisahan,” kata Andrea Goldstein, peneliti dari University of California, Berkeley, seperti dilansir huffingtonpost (27/6).

Jadi, rasa frustasi, murung, mengeluh, mudah marah adalah efek samping dari kurang tidur. Hal ini udah terbukti dalam penelitian. Mereka yang ngantuk karena kurang tidur akan cenderung menyalahkan orang lain untuk hal-hal yang telah terjadi. Contohnya nih, dalam kondisi yang sama, seseorang cenderung memikirkan balas dendam kalo nggak dikasih kenaikan gaji (misalnya). Kurang tidur juga mempengaruhi hubungan kamu dan pasangan, juga orang-orang di sekitar kamu.

Ketika seseorang mengantuk, mereka cenderung berpikir mengenai sebuah peristiwa atau kejadian di luar kehendak mereka. Jadi kalo kamu posting hal negatif berbau provokatif dan menyinggung SARA. Terus ada komentar yang nggak sesuai dengan keinginan kamu. Kamu akan merasa marah dan ingin balas dendam. Ya nyolot gitu lah.

3. Penyakit Mental

Sebenarnya kecanduan Media Sosial belum masuk daftar penyakit mental, tapi udah banyak kasusnya. Media sosial memang belum bisa dipastiin terkait dengan gangguan mental, dan juga belum masuk dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, ini adalah buku resmi yang mencatat nama-nama semua gangguan mental yang dikenal. Tapi tahu nggak, depresi akibat media sosial sudah memberi dampak sangat nyata yang mempengaruhi remaja dan bahkan orang dewasa sekarang ini.

Misalnya, seorang remaja di Amerika nekat bunuh diri karena foto yang dipasang di facebooknya nggak mendapatkan likes sama sekali. Sama kan kayak mental disorder? Sama-sama bisa bikin orang yang bersangkutan bunuh diri.

Kalau teman kamu di Media Sosial marah-marah, memaki-maki dan nggak terima sama komen orang lain, positive thinking aja lah. Mungkin dia kurang tidur.. atau sakit jiwa. Well, mohon maaf jika banyak kesalahan dalam artikel ini. Puasa-puasa gini jangan terlalu serius. Lemesin aja.

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Pramesti Krisna

Pramesti Krisna

There are a lot of things I wish I would have done, instead of just sitting around and complaining about having a boring life - Kurt Cobain
Pramesti Krisna

Latest posts by Pramesti Krisna (see all)

Comments

comments