14 + 17 =

15 − twelve =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Masih dalam tema Video Girl, Galuh Of The Week undas.co minggu ini menghadirkan sosok seorang perempuan berhijab yang masih duduk di Semester 6 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Mulawarman Samarinda, bukan hanya itu, usut punya usut ternyata dia juga sedang menjalani pendidikan di Universitas yang sama namun di Fakultas dan Jurusan yang berbeda, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Jurusan Ilmu Fisika.

IMG_5958

Ditemui sore kemarin (30/5) di Studio Mini Gedung Dekranasda Samarinda, Puput, biasa ia disapa banyak bercerita mengenai awal mula ketertarikannya membuat vlog, “Awalnya saya menulis blog, namun karena memang sejak di bangku SMA sering membuat video bersama teman-teman sekolah, sepertinya vlog jauh lebih menyenangkan untuk saya. Dan sebenarnya saya sudah mulai merekam sejak tahun 2012, tetapi karena masih belum memiliki keberanian untuk menunggahnya ke Youtube, sehingga video-video tersebut saya biarkan memenuhi hard disk, sampai akhirnya atas desakan teman-teman juga, sayapun mulai mengunggah satu persatu video tersebut ke Youtube, dan lebih menyenangkan lagi jika vlog yang saya unggah itu bisa disaksikan dan diberikan komentar, karena niat awalnya saya mengunggah vlog itu dengan cara diam-diam, tapi tetap saja ketahuan sama teman-teman” tuturnya seraya tertawa. Mungkin ada banyak perempuan seperti Puput yang tertarik merekam keseharian yang biasa mereka lakukan dan membagikannya ke orang lain melalui vlog mereka, namun juga tidak banyak dari mereka yang melakukan setiap dialog di vlog tersebut dalam Bahasa Inggris, benar, karena hampir semua vlog yang ia muat di kanal Youtube pribadinya, Wind Chime Scraps, yang sampai hari ini sudah memasuki episode ke 13, menggunakan Bahasa Inggris aksen Amerika.

Ditanya mengenai alasan mengapa ia lebih sering menggunakan Bahasa Inggris dalam setiap vlognya, Puput menjawab “ Sebenarnya saya ingin menggunakan Bahasa Indonesia, bukan bermaksud menyombongkan diri, hanya saja Bahasa Inggris lebih menyenangkan untuk saya, mungkin karena saya dan saudara-saudara saya dirumah dibiasakan oleh orang tua untuk berbahasa dalam Bahasa Inggris juga.” Dan ketika ditanya awal mula ia memiliki kemampuan berbahasa Inggris, Puput menambahkan “Awalnya karena menyaksikan film Harry Potter tanpa subtitle, memang tidak mudah apalagi film itu menggunakan aksen Inggris, tetapi saya pelan-pelan mencerna isi dialog para pemerannya, karena memang kemampuan ini saya dapat bukan melalui proses kursus, tetapi otodidak saja, mungkin juga karena saya sering menyaksikan vlog milik orang-orang di luar negeri, khususnya Amerika Serikat, makanya saya banyak terpengaruh aksen mereka, sebenarnya saya juga banyak belajar melalui lirik lagu para musisi luar negeri jaman dahulu, dan untuk saat ini saya senang mendengarkan lagu-lagu dari Hugo dan Explosions In The Sky” tambahnya.

927809_944210322327528_595713540_n

Dari hobinya tersebut juga Puput mengakui banyak keuntungan yang ia dapatkan, “Jadi sejak saya membuat vlog, banyak yang meminta bantuan saya untuk jadi penerjemah, baik dari teman sejawat maupun dari adik tingkat di kampus, dan jika ada waktu luang saya bersama teman-teman satu komunitas juga sering menjadi guide untuk para turis luar negeri yang berkunjung kesini. Dan terkadang ada juga beberapa penonton vlog saya yang bertanya langsung bagaimana sih caranya supaya bisa membuat vlog seperti itu,  yang mana setiap keingintahuan mereka tersebut selalu saya jawab dengan senang hati, karena hal yang saya lakukan itu bisa memotivasi dan bermanfaat untuk orang lain, termasuk tahap setelah vlog selesai di rekam yaitu proses editing sebelum di unggah, karena proses editing tersebut saya lakukan sendiri juga, seperti dengan menambahkan lagu atau apapun untuk membuatnya menjadi lebih menarik.” Tuturnya lagi.

Puput yang sejak bulan September tahun 2015 lalu di daulat menjadi Protokoler di lingkungan almamaternya ini juga bercerita bagaimana ia bisa menjalani pendidikan di 2 jurusan berbeda, “Sebenarnya saya kuliah sore di Ilmu Komunikasi, mungkin karena banyak waktu luang yang saya miliki dari pagi sampai siang hari, dan kebetulan juga saya memiliki ketertarikan di bidang Ilmu Fisika, jadilah saya mencoba untuk mendaftar di Fakultas tersebut hingga akhirnya diterima, dan bukan karena ikut-ikutan teman atau bagaimana, namun karena murni atas dasar keinginan saya pribadi untuk belajar, untungnya pula saya tidak pernah bermasalah perihal jadwal kuliah di kedua jurusan berbeda itu.” Ujarnya.

10009358_1308764782482369_1989081315_n(1)

Sebelum mengakhiri pertemuan sore itu, Puput yang memiliki keinginan untuk dapat membuat film pendek ini juga bercerita mengenai harapannya tersebut, “Karena mata kuliah yang saya pelajari di Ilmu Komunikasi memang tidak jauh dari dunia yang saya geluti sekarang, keinginan untuk membuat sebuah film pendek itu ada, namun karena keterbatasan peralatan yang saya miliki saat ini, sepertinya keinginan tersebut masih akan saya lakukan beberapa waktu ke depan sembari menabung, dan jika ingin membuat vlog, satu hal yang harus diperhatikan adalah rasa percaya diri, karena beberapa hari yang lalu ketika saya merekam kegiatan saya di sebuah restoran cepat saji, ada sebagian orang yang memandang keheranan ke arah saya karena berbicara sendirian di hadapan kamera ha-ha-ha.” Tutupnya.

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Dian Ananto Rayenda

Dian Ananto Rayenda

Writer at Undas.Co
LJ. GH. UNDAS.CO. ANTI-. 8042. DGD.

Comments

comments