1 × two =

20 − 4 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Awalnya hanya iseng, tapi akhirnya jadi ketagihan. Begitu kata Echa saat diminta menceritakan masuknya ia dalam dunia teater sejak pertengahan 2006 lalu. “Ada orang yang berpikir teater itu konyol. Bagi saya, banyak sekali manfaat dari teater,” tutur perempuan kelahiran 5 Juni 1991 ini. Echa menerangkan, lewat teater, ia mampu meningkatkan kepercayaan diri, membantu memahami karakter pribadi dan orang sekitar, dan menjadikannya sebagai komunikator yang lebih baik.

CYMERA_20160720_152019

Echa mengungkapkan rasa harunya ketika tahun lalu ia diajak untuk menjadi pemeran dalam drama monolog berjudul Cinta dan Agama. Setelah 5 tahun beristirahat dari dunia teater. Penampilan itu tak hanya menjadi pentas monolog pertamanya, tapi juga seperti menjadi pentas perdananya lagi.

Pentas monolog Cinta dan Agama yang disutradarai Buyung Ardiansyah yang juga seniman lokal, pada Desember 2015 lalu, menjadi awal yang membuatnya kembali bersemangat mendalami dunia seni peran. Pentas yang diselenggarakan di Taman Budaya Samarinda itu ditonton oleh 400 orang dalam dua kali jadwal main, pukul 4 sore dan pukul 8 malam.

Kini ia aktif dalam dunia seni dan mencoba mengenal bidang seni lain. Itu dibuktikan dengan keputusannya untuk bergabung dalam Komunitas Ladang. Mengidolakan sosok Untung Basuki, alasannya karena Untung Basuki sudah puluhan tahun bergelut dalam dunia teater, puisi, dan musik namun tetap berpenampilan bersahaja. “Beliau merupakan sosok yg sangat ramah dan rendah diri. Seperti namanya ‘untung’, Saya pun beruntung sempat berkenalan langsung dan diajarkan beberapa lagu puisi ciptaan beliau. Bahkan saya sempat diajarkan beliau tentang bagaimana berteater. Saya selalu rindu dgn setiap lagu puisi dan petikan gitar yang diciptakannya, setiap senyum hangatnya, dan kata-kata khas yg sering dilontarkannya. Rupanya semakin mengenalnya, semakin saya mengidolakannya,” jelas Echa.

Tak ketinggalan ia menceritakan pandangannya tentang perkembangan seni teater di Samarinda yang baginya sudah memiliki eksistensi yang cukup dikenal, dengan banyaknya pegiat seni teater dari berbagai sanggar baik tingkat sekolah maupun umum. “Namun alangkah lebih baiknya apabila hal tersebut juga didasari kesadaran bersama bahwa kita adalah satu, agar sama-sama berniat untuk membangun jiwa yang kreatif dan inovatif, membangun persaingan yang positif untuk menciptakan karya seni yang hebat dan bermanfaat. Semoga dengan adanya seniman-seniman teater ini, dapat menumbuhkan jiwa-jiwa kesenian di kalangan muda sebagai generasi penerus dan menumbuhkan bibit-bibit berbakat untuk menjaga kelestarian seni teater modern maupun teater tradisional yg ada di Kota Samarinda. Semoga pemerintah dapat memberikan peluang dan penghargaan bagi para seniman pegiat teater di Samarinda sebagai pendorong semangat untuk lebih baik lagi dalam menghasilkan setiap karya,” pungkasnya.

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Ratna Dewi Luwita

Ratna Dewi Luwita

Staf penulis @undasdotco. Penyuka warna kuning dan sering menghabiskan waktu di siang hari memikirkan tahu goreng isi sayur.

Comments

comments