five × five =

nineteen + eleven =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Beberapa bulan belakangan, seluruh dunia dihebohkan dengan fenomena Pokemon GO. Kamu pasti tau kan apa itu Pokemon GO? Ya, Pokemen Go merupakan game mobile paling ngehits saat ini, yang mana Pokemon Go sistem permainannya berbasis GPS dan Augmented Reality (AR) hasil besutan developer asal Amerika Serikat, Niantic. Pokemon GO menjadi sangat viral karena menawarkan konsep permainan yang unik. Player  berperan sebagai Pokemon master dan bertugas mengumpulkan Pokemon-pokemon yang berkeliaran di lingkungan sekitar. Pemain diajak untuk menangkap pokemon yang dapat diketahui keberadaannya berdasarkan dari data GPS yang ada di smartphone yang mengharuskan player untuk berkeliling demi mendapatkan Pokemon tersebut. Praktis, Pokemon GO dengan konsep permainannya yang unik ini sangat menarik perhatian para gamers. Faktanya, dalam beberapa bulan saja game ini telah di unduh oleh lebih dari 15 Juta orang dari seluruh dunia, fantastis bukan?

Pokemon GO. Pict: ytimg.com

Pokemon GO. Pict: ytimg.com

Nah, kali ini UNDAS.CO enggak akan ngebahas tentang game Pokemon GO secara keseluruhan. Tapi, UNDAS.CO akan mengajak kamu untuk berfantasi dan berimajinasi  sekaligus bernostalgia tentang anime-anime tahun 90an yang (mungkin) akan seseru atau lebih seru dari Pokemon GO kalau dibuat jadi mobile game kekinian. Sudah siap?

Digimon

Pertama-tama kita awali dengan yang masih berhubungan dengan monster-monster lucu, Digimon. Buat kamu anak 90an pasti enggak asing dengan anime yang satu ini. Antara Pokemon dan Digimon ini kalau diibaratkan: beda bapak, beda ibu, sama-sama monster tapi beda nasib (Pokemon udah ada gamenya, Digimon belum). Digimon itu singkatan dari Digital Monster. Filmnya sendiri menceritakan tentang anak-anak terpilih yang terjebak di dunia digital yang dipenuhi monster-monster. Dunia digital dihuni oleh berbagai monster yang beraneka ragam. Anak-anak terpilih tersebut di dunia digital dalam perjalanannya menemukan telur-telur Digimon yang nantinya akan menjadi peliharaan sekaligus sahabat mereka (awal cerita Digimon I). Seiring berjalannya cerita, ternyata anak-anak tersebut ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia manusia dan dunia digital dari Digimon yang ingin menguasai dunia digital dan ingin menghancurkan dunia manusia, tentunya dengan bantuan kekutan dari Digimon-digimon yang mereka miliki masing-masing.

Pas kecil imut, sekali gede sangar. Pict: gambarnaruto.com

Pas kecil imut, sekali gede sangar. Pict: gambarnaruto.com

Seandainya saja Digimon dibuat menjadi sebuah game mobile layaknya pokemon, pasti gamenya akan sangat asyik dan betah dimainkan berjam-jam. Bayangkan, hanya berbekal smartphone kita akan merasakan sensasi menjadi Digimon Tamers/ penjinak Digimon. Dalam game tersebut kita bukan sekedar menangkap Digimon, tapi juga berusaha untuk memelihara, merawat dan melatih Digimon untuk bertarung melawan para Digimon jahat yang ada di sekitar lingkungan kita. Smartphone kita pun akan berubah menjadi Digivice yang fungsinya kurang lebih seperti Pokedex di Pokemon Go. Saat bertarung melawan musuh, ditengah pertarungan kita juga akan melihat Digimon kita berevolusi menjadi wujud yang lebih kuat. Atau yang lebih hebatnya lagi, kamu bisa menggabungkan kekuatan dengan Digimon milik teman kamu (Jogres) agar Digimonmu bertransformasi menjadi lebih ‘dewa’ lagi. Kira-kira siapa Digimonmu? Agumon, Gabumon, Patamon, Veemon, atau Renamon?

Let’s and Go

Masih inget sama anime tentang kakak beradik yang hobinya main tamiya atau mini 4 WD? Yup, Let’s And Go adalah judul animenya. Diperankan oleh Retsu Saiba dan Go Saiba sebagai 2 bersaudara yang doyan banget sama tamiya. Bersama Tokichi, Rio Takaba, Jun, dan J, Saiba bersaudara cs punya impian dan cita-cita sebagai pemain mini 4 WD terhebat di Jepang dan di seluruh dunia. Anime ini hits banget loh di zamannya. Bahkan anak-anak sd saat itu rela bangun pagi-pagi dan mandi lebih awal supaya enggak ketinggalan ceritanya.

Ayo maju, mobilku melaju cepat. Pict: bp.blogspot.com

Ayo maju, mobilku melaju cepat. Pict: bp.blogspot.com

Misalkan Let’s and Go dibikinin gamenya sekarang, mungkin kita akan benar-benar merasakan sensasi ngejar-ngejar tamiya di Jalanan sambil teriak “Maju Magnuuum!”. Kita bakalan punya Magnum, Sonic, Neo Tridagger, Spin X, atau Diospada versi AR yang tentunya akan terlihat lebih WAH dengan gambar 3D yang catchy abis. Kalau di Pokemon Go lebih mengandalkan GPS, di game Let’s and Go selain GPS juga butuh pemanfaatan maksimal dari gyroscope yang ada di Smartphone, biar bisa lebih terasa pas lagi ngendaliin tamiya. Dan yang paling penting game ini akan sangat seru kalau dimainkan bareng-bareng dan rame-rame, apalagi kalau bukan supaya bisa adu cepat di alam terbuka.

Beyblade

Anime satu ini kalau di Indonesia bakal berubah judul jadi Gasing. Beyblade ini kurang lebih sama populernya dengan tamiya. Kalau boleh dibilang, mainan modern anak 90an yang paling enggak wajib punya satu kalau enggak tamiya ya Beyblade. Dalam animenya, diceritakan tokoh utama, Kinomiya Takao suka banget sama mainan ‘gasing modern’ ini (yang dikasih nama Doragoon).  Takao menganggap Beyblade adalah permainan untuk bersenang-senang, namun dia harus menghadapi orang-orang yang berpikir bahwa Beyblade bukan hanya sebagai permainan, tapi juga bisa menjadi senjata berbahaya.  Dalam anime ini pula terkandung banyak makna tentang arti persahabatan, persaingan, dan dinamika kehidupan yang harus dihadapi dan dijalani.

Ini nah undasku. Pict: static6.com

Ini nah undasku. Pict: static6.com

Keseruan bermain Beyblade tentu pernah dirasakan langsung di dunia nyata oleh hampir semua anak 90an. Arena bermain agar bisa mengikuti seperti yang ada di anime, dimainkan tidak hanya di lantai saja. Jalan, genangan air, bahkan wajan pun bisa menjadi arena bertanding. Namun, pengalaman tersebut mungkin akan sedikit berbeda jika dibawa ke ranah game mobile masa kini. Masih mengandalkan fitur AR yang akan terus berkembang, pemain bisa bermain beyblade di area manapun yang jauh tanpa batas. Tidak hanya sampai disitu, daya tarik utama Beyblade ini sebenarnya terdapat pada ‘jiwa hewan’ yang ada dalam Beyblade dan hidup mewakili kekuatan Beyblade tersebut. Jadi bisa dibayangkan, smartphone kamu akan berfungsi sebagai trigger untuk membuat Beyblade berputar dan bersaing melawan temanmu. Sedangkan di kala luang, mungkin kamu bisa berburu hewan-hewan yang menyimpan kekuatan magis dan akan menjadi jiwa bagi Beyblademu, Goooo, shoot!

Medabots

Medabots memang tidak sepopuler anime-anime diatas, namun menjadikan medabot sebuah game berbasis AR akan memungkinkan game Medabots menjadi suatu proyek besar.  Medabots adalah rekayasa robot yang dibuat dengan tujuan untuk melayani umat manusia. Tokoh utama dalam anime Medabots adalah Ikki dan Medabotsnya yang bernama Metabee. Medabots adalah Artificial Intelligence, jadi bukan robot sembarangan a.k.a robot cerdas. Sumber kekuatan Medabots berasal dari medali khusus yang didalam medali tersebut tersimpan bagaimana karakter bawaan dalam diri Medabots.

Metabee. Pict: papercraftsquare.com

Metabee. Pict: papercraftsquare.com

Game Medabots kemungkinan akan memiliki konsep virtual assistant yang kompleks. Smartphone akan menjadi alat untuk berkomunikasi dengan medabots. Tidak hanya berkomunikasi biasa, Medabots bisa saja menjadi sahabat yang baik yang mungkin akan mendengarkan curhatan kita, menghibur kita, atau membantu dalam mengatur jadwal kita sehari-hari. Kita pun bisa bertarung dengan teman kita atau orang di sekitar yang juga memiliki Medabots untuk menjadi lawan duel. Yang pasti, akan saat menarik apabila pertarungan tidak lagi dijalankan dengan jari jemari kita, melainkan dari komando berbasis suara, seperti kita berbicara dengan Google, Siri, atau Cortana.

Crush Gear

Anime Crush Gear sempat mampir di layar kaca pertelevisian Indonesia. Anak-anak 90an biasanya menjadikan Crush Gear sebagai acara penutup dalam marathon anime di akhir pekan kala itu. Sesuai namanya, Crush Gear adalah mainan yang dibuat untuk menghancurkan. Hebatnya, yang kalau dipikir secara logika saat ini, cuma Crush Gear mainan yang dilempar dari jarak jauh tapi enggak sedikitpun ada bagian yang hancur alias tetap utuh. Enggak masuk akal.

Tokoh utama dalam anime Crush Gear bernama Marino Kouya dengan Crush Gear miliknya, Garuda Eagle. Bila dalam Let’s and Go segala teknik kecepatan menjadi modal untuk menang, dalam Crush Gear kemenangan ditentukan oleh kombinasi antara kecepatan, kekuatan, teknik menyerang, serta teknik bertahan. Pemain dinyatakan kalah apabila pemenang berhasil menghancurkan Crush Gear lawan atau membuat Crush Gear milik lawan keluar dari arena pertandingan.

Garuda Phoenix. Pict: bp.blogspot.com

Garuda Phoenix. Pict: bp.blogspot.com

Untuk konsep gamenya sendiri, UNDAS.CO membayangkan bahwa sistem yang dibawa kurang lebih seperti game Beyblade. Paling, yang akan jadi point of value dalam Crush Gear adalah bagaimana pemain bisa kreatif dalam membuat senjata mematikan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar.

Bagaimana? Sudah puas kan berimajinasi dan nostalgianya? Ada yang berminat jadi developer mobile games untuk mewujudkan fantasi di atas?

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.

Comments

comments