eighteen + five =

2 × 2 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

JON MARDI (4)

“Walaupun banyak yang memandang sebelah mata, tapi saya yakin, saya bisa hidup dan menghidupi dari dunia musik.”

Lahir dan besar di Bukuan, Palaran, dan dengan nama Mardi Agus Taruk Mangape. Namun ia lebih dikenal di kalangan musikus Samarinda, dengan nama Jhon Mardi Kennedy, adalah salah satu pengurus kelompok penggemar BuSam (Bubuhan Samarinda) Music di Facebook. Juga mengisi posisi sebagai pembetot bass di band lokal, Pravolane. Cukup mudah dijumpai di gelaran festival atau acara musik tempatan. Menjadi pengisi acara, ataupun bagian dari penyelenggaranya.

Ketika ditanyai mengenai latar belakang tentang grup BuSam Music yang dibentuknya, ia menjawab dengan semangat :

“Bersama dengan Mangku (rekan), saya ingin membuat satu wadah untuk mengumpulkan para musisi di Samarinda. Menjalin silaturrahmi, bertukar pikiran, dan informasi. Pastinya juga agar jeda antar masing-masing anggota tidak terlampau jauh. Kenapa harus facebook, bisa jadi itu adalah aplikasi yang mudah digunakan, dan paling bisa diandalkan sejauh ini. Hampir setiap orang dapat mengaksesnya.”

Tak jarang, tambahnya, ada beberapa pihak yang ingin memanfaatkan kepentingan mereka melalui pendekatan BuSam Music. Baik perorangan, ataupun organisasi. Namun semuanya ditampik dengan halus. Ia mengharapkan, agar kelompok yang dibesarkannya, berjalan dengan tanpa ada ‘boncengan’ dari siapapun. Di akun pribadinya, tak segan kritik ia lontarkan kepada penyelenggara acara, jika dirasa ada yang perlu dibenahi. Meskipun tak jarang ia mendapatkan timbal balik yang tidak diharapkan.

“Pengalaman saya masih sedikit, dibandingkan para musisi senior di kota ini (sembari menyebutkan beberapa nama). Apa yang saya katakan di media sosial, sebenarnya adalah corong dari suara rekan-rekan di saat yang sama, segan untuk mengungkapkannya, karena banyak pertimbangan. Salah satunya, tak ada undangan tampil lagi dari penyelenggara acara, atau yang lainnya.”

“Begitu kritik saya tujukan ke satu pihak, banyak yang mendukung. Namun tak sedikit pula yang menyayangkan. Apapun itu, saya siap dikritik kembali.” tambahnya.

Soundrenaline 2015, Garuda Wisnu Kencana - Bali.

Sewaktu menghadiri Soundrenaline 2015, Garuda Wisnu Kencana – Bali.

 

 

Banyak musisi atau grup musik yang ikut mempengaruhi citarasa lelaki yang gemar melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia ini. Contoh saja, 30 Seconds To Mars, Oasis, Coldplay, Kings of Leon, hingga Radiohead. Sementara, untuk di dalam negeri, ia menambahkan nama Barasuara, dan L’Alphalpha di daftarnya. Ia juga tak menampik, jika ia cenderung bermain aman di arus utama.

Terakhir, bagaimana dengan musikus di Samarinda?

“Anak anak (musik) Samarinda itu… kalem. Sejauh ini, mereka mulai berani untuk mengekspresikan diri, secara lebih terbuka. Skena musik mulai bervariasi, tidak hanya dua atau tiga genre. Kekurangannya, hampir sama yang terjadi di daerah atau kota lain, yaitu gemar membuat perselisihan. Perlu ada seorang atau beberapa panutan, sebuah wadah, dari dunia musik di kota ini, untuk menyatukannya. Itulah latar belakang saya membuat BuSam Music. Sederhana.”

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Tony Sitania
Aries, Sanguinis, doyan Yoga. Namaste!

Comments

comments