12 − 7 =

18 − 10 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Resensi perhelatan tur kelima Authenticity 2016 di Samarinda. Ketika Sore dan Seringai meriuhkan Convention Hall Samarinda, Authenticity melahirkan seni pertunjukan dengan konten padat, dan intim bagi setiap pengunjung.

arian13-authenticity

Arian13 berinteraksi bersama seorang Serigala Militia saat membawakan ‘Dilarang di Bandung’ di Authenticity. Foto: Muhammad Al Hafid

Sebuah rangkaian tur konser musik yang digelar di tujuh kota besar di Indonesia. Setelah sukses menggelar Authenticity di kota Bandung, Kendari, Palu, dan Makassar, kini giliran Authenticity mendarat di Samarinda. Authenticity seperti yang disampaikan lewat konferensi pers Jumat lalu mencoba membawa konten terbarukan, kolaborasi dinamis lintas genre, dan mengedepankan premis otentik dari para penampil.

E-Flyer Authencity samarinda. Foto: @authenticity_id

E-Flyer Authencity samarinda. Foto: @authenticity_id

Tur kelima ini digelar pada Sabtu, 15 Oktober 2016. Berlokasi di Exhibition Hall GOR Sempaja yang merupakan bagian dari Convention Hall Samarinda. Andra & The Backbone, Atika Dora, Aura Kasih, DJ Zabylla, Seringai dan Sore menjadi magnet yang menarik pengunjung memadati Convention Hall Samarinda malam itu.

gate-authenticity

Suasana Convention Hall Samarinda tempat digelarnya Authenticity. Foto: Muhammad Al Hafid

Sejak sore, gedung pertunjukan yang terletak di bilangan Wahid Hasyim ini dipadati beragam kendaraan, dan pengunjung dengan atribut beragam. Mayoritas pengunjung mengenakan merchandise Seringai, atau mereka yang dikenal Serigala Militia. Menjelang pukul 19.00 Wita, pengunjung yang telah membeli tiket masuk seharga Rp20.000, – mulai memasuki pintu masuk utama.

fdu-authenticity

FDU yang jga digunakan sebagai area DJ Booth di platform atas. Foto: Muhammad Al Hafid

Memasuki area hall, dua photobooth untuk swafoto para pengunjung dibangun di sisi kanan dan kiri. Di dalam venue sendiri sebuah front display unit milik penyelenggara yang digabung dengan DJ booth di platform atas. Atribut LED dan neon dengan warna merah dan biru mendominasi area venue. Panggung utama yang menjadi fokus pertunjukan dihiasi dengan runway yang dihiasi ikon Authenticity menjorok ke pengunjung.

stage-authenticity

Layout panggung Authenticity. Foto: Muhammad Al Hafid

Atribut panggung pun dihiasi dengan tiga display di kanan, kiri dan tengah panggung. Penggunaan video mapping yang disorot ke arah panggung memendarkan rangkaian visual. Poin yang menarik dari estetika panggung ini secara keseluruhan. Barikade yang relatif rapat di sekitar runway membuat pengunjung bisa berinteraksi lebih dekat dengan para penampil.

atika-dora-authenticity

Atika Dora dalam waktu dekat akan merilis single baru. Foto: Muhammad Al Hafid

Authenticity chapter Samarinda ini dibuka dengan pertunjukan drum light percussion, lalu Atika Dora mengisi panggung dengan konsep live PA. Sejumlah lagu cover dibawakan oleh penyanyi pendatang baru ini, termasuk tembang ‘Terlalu Manis’ milik Slank. Lalu disusul Aura Kasih yang tampil dengan balutan busana hitam terusan bercorak masonry. Keberadaan runway ini memudahkan interaksi antara Aura Kasih maupun Atika Dora ketika berduet bersama membawakan ‘Ku Tak Bisa’ milik Slank.

aura-kasih-authenticity

Aura Kasih tampil perdana di Convention Hall Samarinda. Foto: Muhammad Al Hafid

Dua karakter penyanyi pop ini menyapa dan mengajak bernyanyi bersama pengunjung. Ketika Aura Kasih membawakan single-nya ‘Mari Bercinta’ oleh pengunjung direspon dengan ikut bernyanyi bersama melantukan penggalan syair lagu tersebut. Tak jarang Aura Kasih duduk bersimpuh dan menyodorkan mic ke arah penonton yang hanya berjarak hitungan sentimeter.

runway-authenticity

Runway dan jarak yang lebih intim dengan penggemarnya, memudahkan Aura Kasih untuk lebih banyak berinteraksi dengan pengunjung. Foto: Muhammad Al Hafid

Menjelang akhir penampilannya, Aura Kasih mengenalkan rapper lokal dari komunitas hiphop Samarendah. Dua rapper asal Samarinda ini berkolaborasi bersama Aura Kasih. Mereka membawakan lagu ‘Bebas’ karya Iwa K. Authenticity meramu skema run down tanpa jeda atau run through, sejak dibuka hingga pergantian antara penampil berjalan dinamis. Walaupun tanpa MC, aktifitas yang terjadi di panggung berjalan secara apik. Kombinasi tata cahaya dan titik ketertarikan mata pengunjung dapat dikelola dengan baik.

aura-kasih-authenticity

Momen personal untuk setiap pengunjung, ketika menyaksikan idolanya lebih dekat semacam ini. Foto: Muhammad Al Hafid

Tuntas dengan atmosfer pop dan hiphop, gilran Sore memacu antusias pengunjung. Band asal Jakarta ini punya penggemar yang solid, tampaknya Samarinda punya kuota fans base yang berlimpah. Terbukti ketika Sore mengisi panggung dan melontarkan lagu ‘8’ dari album terbaru mereka, Los Skut Leboys. Riuh sorak pengunjung ikut mengiringi Ade Paloh bernyanyi. Disusul ‘R14’, ‘Merintih Perih’, ‘Somos Libres’ dan ‘Setengah Lima’ yang mengundang koor massal saat lirik “Mati suri di taman…” dikumandangkan! Alunan melodi masa lalu, jazz fusion, lirik puitis dan karakter vokal sengau Ade Paloh meneduhkan ribuan pasang mata yang hadir.

sore-authenticity

Sore dengan energi meneduhkannya. Foto: Muhammad Al Hafid

Puncaknya ketika Sore membawakan ‘Sssst’ di verse kedua, Aura Kasih menyeruak masuk ikut bernyanyi bersama Ade Paloh. Keduanya saling bergantian dan bernyanyi bersama dengan dua warna yang berbeda. Seusai penampilan Sore, giliran DJ Zabylla yang memainkan DJ set-nya di platform yang lebih tinggi dari arah berlawanan. Di panggung utama LED Dancer menghibur lewat ritmik pendar lampu LED yang menyala bergantian dengan pola tertentu.

sore-x-aura-authenticity

Kolaborasi Aura Kasih dan Sore di lagu ‘Sssst’. Foto: Muhammad Al Hafid

Sebagai penampil yang ditunggu mayoritas pengunjung, Seringai tampil selanjutnya. Denting ’Canis Dirus’ neo folk dari album Taring mengiringi hadirnya para punggawa stoner rock asal Jakarta ini. Disusul dengan deru ‘Skeptikal’ yang di-bridging bersama ‘Akselarasi Maksimum’. Seringai secara visual pertunjukan sudah tidak perlu diragukan lagi. Arian 13 yang selalu aktif dan pandai mengelola atmosfer konser yang ‘hidup’ dan interaktif.

arian13-authenticity

Arian13, vokalis dengan energi berlimpah yang mudah tertular kepada para Serigala Militia. Foto: Muhammad Al Hafid

Di hampir semua lagu yang dibawakan seperti ‘Amplifier’, ‘Tragedi’, ‘Program Party Seringai’, ‘Serigala Militia’, ataupun ‘Kilometer Terakhir’, Arian dan Serigala Militia mengubah hawa dingin venue menjadi peluh keringat dan keriangan yang tak mengenal umur. Sing a long panjang, circle pit, ataupun crowd surfing selalu menjadi pemandangan mencolok ketika Seringai tampil. Padahal ini belum di puncak acara, seluruh venue gemuruh! Sayangnya efek akustik gedung yang tidak nyaman bagi penikmat konser akibat gaung berlebih. Walaupun begitu para pengunjung malam itu tumpah ruah dalam sebuah program party yang digagas Seringai!

andra-the-backbone-authenticity

Andra and The Backbone, tanpa kehadiran Stevie Item menutup gelaran Authentecity di Samarinda. Foto: Muhammad Al Hafid

Sebagai penampil akhir, Andra & The Backbone mendapati sejumlah pengunjung yang bersimpah peluh mulai mundur dari barisan depan. Giliran backboners yang merapat menyaksikan band kesayangan mereka tampil dari dekat. Aliran beragam penggemar yang tergabung di satu venue ini lumayan kentara. Setelah agresi tinggi di menit sebelumnya, giliran rock alternatif ala Andra & The Backbone mengumandangkan materi hits mereka. Lebih kalem dan menikmati alunan nada dan memaknai lirik, itu yang terlihat dari sikap para backboners malam itu. Meskipun tanpa Stevi Item yang berhalangan hadir, dikarenakan jadwal Deadsquad dan Andra & The Backbone yang bertabrakan, Andra & The Backbone tampil cukup prima menuntaskan gelaran Authenticity di Samarinda.

dj-zabylla-authenticity

DJ Zabylla memainkan set-nya di tengah-tengah penampilan Sore dan Seringai. Foto: Muhammad Al Hafid

Secara keseluruhan konten Authenticity menarik sebagai sebuah paket pertunjukan. Adaptasi atas pakem gigs independen yang dibawa ke skala massif. Pengunjung datang, membayar tiket masuk yang terjangkau sebagai bentuk apresiasi, bersuka ria dan menebar peluh, serta bernyanyi bersama band favorit mereka. Bukankah itu pengalaman yang didapatkan dari sebuah pertunjukan? Yang patut menjadi catatan bagi penyelenggara untuk penyelenggaraan selanjutnya adalah ruang bagi merchandise dan rilisan fisik para penampil. Karena mayoritas pengunjung yang datang sempat bertanya soal booth yang menjual merchandise band favorit mereka.

led-dancer-authenticity

LED Dancer yang diiringi oleh DJ Zabylla tampil menakjubkan dengan pola ritmik cahaya LED. Foto: Muhammad Al Hafid

Sudah selayaknya pilihan spekulatif untuk membawa konten segar ke kota ini pun patut diapresasi. Harapannya Authenticity dapat terus digelar secara tahunan dan menjadi suplemen musik bermutu dengan beragam genre yang hadir. Semoga Authenticity dapat diterima secara luas dan menjadi jawaban akan kebutuhan musik Indonesia yang berkualitas, jujur, dan simply Authentic!

ade-paloh-authenticity

Ade Paloh, bersama Sore menyenandungkan syair Setengha Lima, ‘Mati suri di taman..’, secara khidmat dan disambut koor berjamaah pengunjung. Foto: Muhammad Al Hafid

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Alfian Meidianoor

Alfian Meidianoor

Editor in Chief at Undas.Co
Cat buff yang tertarik dengan semua hal yang berkaitan dengan gothic romanticism, benda langit dan fisika modern, zombie apocalypse, rilisan analog dan skena D.I.Y yang lebih aktif.

Comments

comments