thirteen + six =

four + 17 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kain tradisional Indonesia mempunyai daya tarik yang luar biasa. Ciri khasnya yang berbeda di setiap daerah merupakan kekayaan Indonesia yang sudah layak kita lestarikan. Terlebih lagi kita sebagai generasi penerus, sudah bukan zamannya lagi untuk tidak mencintai budaya sendiri. Salah satunya kain tradisional Indonesia.

Indonesia Fashion Week yang setiap tahunnya mengangkat tema budaya Indonesia menjadi wadah desainer lokal untuk mengembangkan seni dan budaya Indonesia khususnya dalam bidang fashion. Dari tangan-tangan desainer Indonesia yang kreatif, kain tradisional menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih. Salah satunya terlihat dari fashion show 6 desainer Indonesia yang menggangkat tema “Tenoen Etnik” tanggal 1 Februari yang lalu.

Ida Royani, Jenahara, Torang Sitorus, Jeny Tjahyawati, Anne Rufaidah dan Nieta Handayani adalah enam desainer ternama yang mempertunjukkan karya indah mereka disponsori oleh BEKRAF (Badan Ekononi Kreatif).

Empat diantaranya yakni Ida Royani, Jenahara, Jeny Tjahyawati dan Torang Sitorus akan berkolaborasi menampilkan kreasi Ulos, kain khas Batak. Ida Royani membagi tema pagelaran busananya kali ini ke dalam dua jenis kain ulos yang berbeda, yaitu Pinuncaan yang terbuat dari 5 kain tenun yang telah disatukan. Dan Sadum, kain ulos yang memiliki corak dan warna yang indah.

Kain ulos Pinuncaan karya Ida Royani. foto: instagram.com/dandyhendrata

Mantan artis era tahun 60an ini merancang Kain Ulos Pinuncaan dan kain ulos Sadum menjadi baju, sepatu hingga tas yang dapat digunakan untuk acara formal maupun informal.

Tak kalah menarik dengan yang ditampilkan sang Ibunda, Jenahara yang tak lain adalah puteri dari Ida Royani juga menyulap kain ulos menjadi suatu rancangan dengan sentuhan edgy yang minimali. Kolesinya yang bertajuk Hinauli dari brandnya Jenahara Black Label ini sangat cocok untuk anak muda yang ingin tampil moderen dengan sentuhan tradisional.

Koleksi Hinauli by Jenahara Nasution. foto: instagram.com/Jenaharanasution

Dalam bahasa batak, Hinauli berarti cantik atau indah. Motif kain ulos yang memiliki kesan ketegasan dipadukan dengan warna-warna bold seperti hitam dan merah maroon yang menjadi ciri khas desainer berdarah Batak ini. Potongan pada koleksi Jenahara kali ini sangat edgy, simple, asimetris serta menggunakan teknik drapping pada beberapa looks sebagai fasbric treatment.

Dengan tema yang sama, Jeny Tjahyawati menggunakan kain Ulos dalam rancangannya kali ini yang bertajuk Rarigami Reconstruction. Terinspirasi dari Origami dan Ulos Radigub, ia menggabungkan keduanya dengan menciptakan rancangan bergaya feminin elegan dengan siluet H-line. Jeny Tjahyawati menggabungkan dua budaya yang bertolak belakang ini menjadi satu. Teknik origami yang merupakan sebuah seni lipat dari Jepang digunakan sebagai detail hiasan yang memberikan efek 3D.

foto: instagram.com/indonesiamodestfashion

Jeny menggunakan Kain Ulos Ragidub yang merupakan salah satu jenis ulos dari Batak Toba yang memiliki derajat paling tinggi dalam tradisi Batak Toba yang berarti lambang kehidupan. Busana muslim rancangannya semakin cantik dan moderen dengan warna-warna putih gading, hitam dan merah.

Satu lagi desainer berdarah batak, Torang Sitorus mengangkat kain ulos pada pagelaran fashion show IFW 2017. Koleksinya yang bertajuk “The Passamot” adalah bentuk tribute Torang pada kesederhanaan dan kesakralan yang mengakar begitu dalam bagi kekayaan budaya, warna dan tekstil Batak. Ulos Passamot adalah wujud berkat dan doa dalam suasana suka. Lazimnya ulos ini diberikan oleh orang tua pengantin perempuan kepada kedua orang tua pengantin pihak laki-laki dalam adat pernikahan. Ini sebagi pertanda bahwa mereka telah sah menjadi saudara dekat.

foto: indonesiafashionweek.id

 The Passamot bermotif artistik dan didominasi oleh warna-warna lembut dan tegas. Torang mengaplikasikannya dalam sentuhan urban lifestyle berbahan katun. Warna dan pilihan cutting menyatu dalam sebuah tampilan dramatis koleksi The Passamot dengan tetap bertahan pada prinsip kesederhanaan dan kesakralan Ulos.

Masih dari parade fashion show “TENOEN ETNIK”. Anne Rufaidah menampilkan 16 koleksinya yang mengangkat kecantikan dan kekayaan alam dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Seperti yang kita ketahui, tenun NTT sudah menjadi salah satu kain tradisional yang sering dikoleksi pecinta kain. Anne memilih tenun dari Indonesia Timur karena ingin mendukung pariwisata nasional yang saat ini sedang gencar dipromosikan.

foto: instagram.com/indonesiafashionweekofficial

Enam belas pakaian yang ditampilkan memakai warna-warna cerah seperti kuning, ungu, orange, pink dan biru. Pakaian yang bertajuk Tenoen Etnik dikombinasikan dengan tenun dari Tana Toraja. Anne menggabungkan tenun NTT dan tenun Tana Toraja karena memiliki banyak kecocokan warna dari dua kain tersebut.

Nagaya Donggala adalah tema koleksi yang ditampilkan oleh Nieta Handayani di panggung Indonesia Fashion Week 2017 lalu. Dengan menggunakan tenun Donggala yang merupakan kain tenun khas salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah. Pada zaman dahulu, kain ini hanya boleh dikenakan pada acara perkawinan, sunatan dan upacara adat. Bahkan pada motif-motif tertentu hanya boleh dikenakan raja atau kaum bangsawan. Namun seiring perkembangan zaman, kain tenun Donggala banyak dimiliki oleh masyarakat umum dalam berbagai kesempatan resmi.

foto: instagram.com/mrifqiadli_

Nagaya diambil dari bahasa Donggala yang berarti cantik. Seperti koleksi yang ditampilkannya, busana muslim terlihat cantik dengan menggunakan warna-warna lembut. Motif tenun Donggala diaplikasikan menjadi blazzer dan outer yang dipadu dengan dalaman dress yang menggunakan bahan ringan sehingga tampak elegan dan moderen.

Keenam desainer Indonesia ini membuktikan bahwa kain khas Indonesia tidak akan kehilangan makna dan keindahannya ketika menjadi sebuah karya yang lebih moderen. Rasanya sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak mencintai karya anak bangsa. Dan akan lebih baik kita menggunakan hasil karya anak bangsa sebagai rasa bangga dengan kekayaan Indonesia. Tetap dukung produk lokal yaa…

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Azminda Lubis

Azminda Lubis

Pecinta crafting, blogging, menulis dan bidang kreatif. Ibu rumah tangga yang belajar untuk selalu berkarya. Punya quote penyemangat "Setiap karya ada peminatnya"
Azminda Lubis

Latest posts by Azminda Lubis (see all)

Comments

comments