1 × five =

3 + 17 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Pekan lalu, UNDAS.CO mengunjungi satu tempat nongkrong baru di Samarinda, namanya Nongki. Sesuai dengan namanya, tempatnya pun asik banget untuk nongkrong bareng teman-teman. Nah, selain nyobain makanannya yang enak-enak, UNDAS.CO juga bertemu dengan Fransisca Wijaya, salah satu owner Nongki yang menjadi GOTW di minggu terakhir Februari 2017 ini. Yuk kenalan lebih jauh dengan Fransisca!

Dunia bisnis ternyata bukan merupakan hal yang baru bagi Fransisca. Perempuan 23 tahun ini bercerita, bahwa awal mula ia mulai berbisnis adalah pada saat ia berada di bangku sekolah dasar. “Jadi, dulu saya kan uang jajannya dijatahin. Terus, saya itu orangnya boros banget. Jadi, saya mikir gimana caranya untuk bisa dapetin uang jajan lebih. Kepikiran deh buat jualan stiker yang pada saat itu lagi hits banget dengan cara nyisihin uang jajan,” terangnya.

Menyadari bahwa bisnis merupakan hal yang menantang, membuat Fransisca lebih serius dalam membangun bisnisnya. Mulai dari mendirikan event organizer bernama Market Avenue Indonesia (MAVE ID) bersama dengan partnernya, menjual cold pressed juice yang ia beri nama Sain Cold Pressed yang saat ini mempunyai cabang di Jakarta, dan yang terbaru, membuka Nongki. Wah, apa gak susah ya ngebagi waktunya?

 “Time management itu penting banget. Apalagi saya harus bolak-balik ke Singapore karena masih kuliah di sana. Untung aja jadwal kuliah aku fleksibel, jadi masih bisa nyesuaiin jadwal kuliah dengan kerjaan. Ya, walaupun waktu tidur dan social life berkurang., tapi saya senang karena ini passion saya,” ujar perempuan yang mempunyai hobi berenang  dan bermain PSP ini.

Berbicara mengenai potensi pasar di Samarinda, Fransisca mempunyai pendapat bahwa peluang bisnis di sini masih terbuka lebar, namun masih banyak hal yang perlu dibenahi. “Masyarakat di Kalimantan Timur, khususnya di Samarinda, termasuk konsumtif. Tapi, dibandingkan dengan kota-kota lain, Samarinda termasuk kota yang cukup susah untuk menerima hal-hal baru. Masyarakat di Samarinda juga perlu untuk memahami konsep branding lebih jauh lagi. Apalagi ini era digital, kalau kita gak mau berubah, kita bakal ketinggalan jaman, jadi jangan takut untuk menerima perubahan. Selain itu, kita juga harus bisa menghargai proses kreatif dalam bisnis itu sendiri.”

Gadis penyuka K-Drama ini pun tak menampik jika ia pernah mengalami hambatan dalam berbisnis. “Ya pernah gagal juga. Tapi saya nggak menjadikan itu sebagai hambatan tapi jadikan sebagai batu loncatan agar kita bisa improve ke depannya. Dan jika banyak orang yang memandang pesimis, maka saya akan semakin giat untuk mencoba,” ujarnya. Selain hal tersebut, stereotip pun seringkali didengar oleh Fransisca, namun ia berusaha untuk membalikkan pandangan tersebut dengan kerja kerasnya sendiri.

“Saya kepengen ngerubah mindset orang-orang mengenai perempuan yang mempunyai usaha sendiri. Perempuan juga punya hak untuk itu. Kalau di Samarinda, saya masih melihat perempuannya kalau udah nikah ga perlu kerja dan bisa lebih santai.  Padahal, perempuan itu sama dengan laki laki. Bahkan kita bisa lebih dari mereka. Perempuan tidak boleh kurang berambisi dibandingkan dengan laki-laki. Saya juga nggak takut dibilang lebih mentingin kerjaan karena di sini saya juga sambil belajar. Yang penting selama itu positif, ya jalani saja. Kebetulan juga keluarga support sih,” lanjut perempuan yang selalu update dengan perkembangan teknologi ini.

Ada beberapa hal yang menjadi ‘ritual’ gadis yang pernah berkuliah di Monash University Melbourne ini sebelum memulai kegiatannya, baik dalam kehidupan personal maupun bisnisnya. Mau tahu?

“Saya suka nyimpen quotes dari buku seperti buku #GirlBoss karya Sophia Amoruso di handphone saya biar diliat terus. Selain itu, saya selalu berdo’a dan bersyukur tiap hari serta berpikir bahwa hari ini hari terakhir. Selain itu, keinginan saya untuk bisa ‘berdiri’ dengan kaki sendiri dan mengajak kedua orang tua saya berkeliling dunia membuat saya harus selalu semangat dalam menjalani hari.”

[]

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Annisa Maharani

Annisa Maharani

Writer at Undas.Co
as known as none.

Comments

comments