fourteen − 9 =

twelve + 13 =

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Selasa 18 Juli 2017 menjadi tanggal bersejarah bagi Industri Startup di Samarinda. Pada hari ini, untuk pertama kalinya, digelar sebuah Event khusus Startup berskala besar yang dinamai Samarinda Startup Festival 2017. Bank Indonesia didukung oleh Kominfo Samarinda dan Samarinda Startup Community menjadi inisiator dari acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat ini.

Ratusan Peserta Memenuhi Ruang Ballroom Bengkirai

Lebih dari 500 peserta yang sudah terlebih dahulu registrasi secara online tampak antusias memenuhi Ballroom Bengkirai di Kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada. Acara yang dimulai pada pukul 9 Pagi ini dibuka oleh Wakil Walikota Samarinda Ir. H. Nursyirwan Ismail, M.Si. Selain membuka acara, Pak Wawali juga sekaligus menjadi Narasumber dalam acara ini. Narasumber lainnya juga merupakan nama-nama top dalam dunia Startup/Fintech seperti Muhaimin Iqbal yang merupakan Founder sekaligus Chairman iGrow, Junanto Herdiawan Kepala BI Fintech Office, dan Fachri Kardiman Business Development Manager Kapital Boost.

Para Narasumber menjawab pertanyaan para hadirin dengan antusias

Dalam paparannya yang dibatasi waktu masing-masing sekitar 20 menit, Para narasumber banyak menyampaikan hal-hal menarik. Pak Junanto menyampaikan komitmen BI dalam mendukung Startup Fintech dengan mendirikan BI Fintech Office sebagai wadah inovasi teknologi keuangan yang kini semakin pesat. Pak Nursyirwan mengaitkan peran Startup dengan kemunculan Samarinda Smart City yang mulai diinisiasi tahun ini. Pak Muhaimin Iqbal memaparkan pencapaian iGrow yang  mendapatkan penghargaan Champion dari Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dalam kompetisi global Anugerah Pertemuan Puncak Masyarakat Informasi, selain itu banyak pula tips dalam membuat Startup yang dibaginya dengan santai kepada para peserta. Pembicara terakhir Pak Fachri Kardiman menjelaskan konsep Crowdfunding yang dijalankan Kapital Boost dalam upayanya membantu umat muslim di seluruh dunia. Setelah para narasumber selesai menyampaikan materinya, sesi tanya jawab digelar dengan sangat interaktif.

COO Kirimkanai Fransisca Citra memaparkan pola kerja startupnya di sesi Investor Meetup

Selepas Break istirahat Samarinda Startup Festival dilanjutkan dengan sesi Investor Meetup yang mempertemukan belasan Startup dengan para calon investor. Perwakilan dari masing-masing Startup diberi waktu 2 menit untuk memperkenalkan startupnya di hadapan para calon investor dan dinilai pula oleh para Narasumber. Startup lokal yang terlibat dalam sesi ini adalah: Kusewa.id, Sayurpedia, Ngekos, Kreditumat, Lagipanen, Mereklokal, Sapiku, PesanBungkus, Kirimkanai dan Borneo Automation. Pak Muhaimin Iqbal dari iGrow turut memberikan penilaian setelah semua startup selesai Pitching, ia mengapresiasi gagasan-gagasan hebat yang diutarakan para pelaku Startup di Samarinda. Ada 3 Startup yang menurutnya paling potensial untuk dibawanya ke Startup Center di Depok yaitu Borneo Automation, Lagipanen dan Kirimkanai.

Beberapa Startup yang memamerkan karya di selasar Ballroom Bengkirai

Samarinda Startup Festival 2017 walaupun berlangsung dengan singkat, meninggalkan kesan yang luar biasa bagi semua yang terlibat. Para Startup yang masing-masing membuka booth di selasar Ballroom Bengkirai juga mengaku sangat puas dengan kesempatan memperkenalkan startupnya ke khalayak luas. Para pengunjung juga mulai bersiap untuk membuat startup sesuai kapasitas masing-masing. Ini merupakan titik awal yang sangat cerah demi perkembangan ekosistem startup di Samarinda. Semoga event ini dapat berlanjut di kemudian hari. Mari buat bangga Samarinda dengan memajukan potensi Startupnya.

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
The following two tabs change content below.
Rhesa Arisy

Rhesa Arisy

CEO at Undas.Co
Pada suatu hari Rhesa Arisy membaca buku biografi Steve Jobs dan mendapati fakta bahwa orang itu adalah pecundang yang kuliahnya tidak selesai, namun berhasil membangun sebuah perusahaan yang sangat sukses bernama Apple. Terinpirasi fakta tersebut Rhesa Arisy pun memberanikan diri untuk berhenti kuliah di semester 13. Apakah lantas ia bisa menjadi sesukses Steve Jobs? Nope. Not at all. Ia cuma bisa jualan produk Apple dan jadi penulis kontributor di Situs humor terbesar di Indonesia. But Now Rhesa Arisy trying harder to be a Succesful College Dropout like Steve Jobs, dengan menjadi founder dan leader dari sebuah startup company yang punya kepedulian terhadap kemajuan kotanya yang konon diisi orang-orang terkeren di kota tersebut. Undas!

Comments

comments